
Hari yang di tentukan telah tiba, hari pernikahan Vincen dan Vika telah tiba, Ardi menemani Vika di ruang rias sedangkan Vincen di temani ibunya, Ardi juga belum membuka perselingkuhan istrinya,
" Tuan tolong hentikan pernikahan ini" kata vika menangis sehingga riasannya luntur
perias mengulangi pekerjaannya karena Vika terus menangis
" diam dan jangan banyak bicara, kamu ingin mempermalukan keluarga Ardiyansyah, jangan harap " jawab Ardi juga sedang serius dengan laptopnya
Dirga masuk dan langsung memberikan amplop coklat ke tuannya " ini surat yang tuang inginkan " kata Dirga
Ardi mengecek isi surat itu lalu melihat Dirga untuk menyuruh perias meninggalkan ruangan itu,Dirga yang paham langsung menyuruh perias pergi.
" tugas kalian sudah selesai, kalian bisa meninggalkan tempat ini " kata Dirga
" baik tuan " jawab mereka
dua perempuan yang bertugas merias vika membereskan barangnya, lima menit kemudian dua wanita itu pergi meninggalkan mereka bertiga
setelah para perias pergi Dirga mengunci pintu dan kembali menghadap ke Ardi
Ardi memberikan amplop itu ke duga kembali "berikan ini ke calon nona muda itu" katanya
Dirga menerimanya dan langsung memberikan ke Vika yang duduk di kursi meja rias, Vika melihat calon mertuanya lewat pantulan cermin,
Dirga berdiri di sampingnya dan langsung memberikan ke Vika " ini nona buka dan bacalah "
Vika membukanya dan membaca surat itu " itu adalah surat perjanjian kita, kamu tetap menikah dengan Vincent, jika di dalam pernikahan ini membuatmu menderita dan mengalami kdrt maka apa yang seharusnya menjadi milik Vincen akan menjadi milikmu yang itu berarti kamu yang akan menjadi ahli waris semua hartaku, Vincen hanya memiliki sepuluh persen dari saham yang aku miliki di perusahaanku dan lima pesen dari harta milikku, anggap aja untuk masa depan cucuku tapi jika kamu bahagia dan kamu tidak mengalami kdrt maka kamu jangan pernah meninggalkannya " penjelasan Ardi
" jika ini bukan cucumu apa yang akan kamu lakukan ke aku dan anakku ini " tanya Vika sambil mengelus perutnya yang masi rata
" jika itu bukan cucuku maka kamu harus bercerai dengan Vincen dan tinggalkan kota ini, kamu tenang saja aku akan menyiapkan dua minimarket untuk menjadi usahamu di sana" kata Ardi lagi
"apa kamu pernah berhubungan dengan pria lain HM, " tanya Ardi " jika benar berarti apa yang di katakan Vincen kamu seorang pelacur adalah benar,
cepat kamu tanda tangani surat itu, jika kamu menolak aku akan membakar cafe dan rumahmu" ancam Ardi
Vika yang mendengar langsung menandatangani dan memberikan ke dirga. Dirga yang menerima surat kontrak itu langsung berpamitan meninggalkan mereka berdua, acara akan segera di mulai Ardi juga meninggalkan tempat ruangan itu meninggalkan Vika sendirian, Vika hanya bisa menangis dalam kecil berusaha agar tidak mengeluarkan air matanya agar tidak merusak riasannya .
selang sepuluh menit pintu kamar rias di ketuk
__ADS_1
" tok . . tok . . tok . . " suara ketukan pintu
Vika menghapus air matanya yang sedikit keluar
" masuk " izin Vika
pintu terbuka Ardi berdiri di pintu dengan dua wanita di belakangnya " keluarlah penghulu sudah datang dan pengantin prianya sudah menunggumu " Ardi mengulirkan tangannya dan di terima oleh Vika mereka berjalan ke tempat ijab Kabul, "pasang wajah bahagia mu jika tidak aku akan membunuh kakak pelindungmu " bisik Ardi ditelinga vika, Vika hanya bisa menunduk dan mengangguk pelan
mereka memasuki ruang ijab kabul di mulai, Ardi mendudukkan Vika di samping Vincen dan acara ijab Qabul pun di mulai ,selang beberapa.saat kata sah terucap , Vika dan Vincen resmi menjadi suami istri
Ardi mendekati Vika dan Vincen yang baru resmi itu, " selamat atas pernikahan kalian, vincen.besok kamu temui Dirga dan kamu sudah di sediakan tempat di sana,.". kata Ardi
" maksud Dedy " tanya Vincen
" kamu akan bekerja di kantor Dedy, aku akan kembali ke kantor sekarang kalian bisa istirahat " kata Ardi lagi dan langsung pergi dari acara itu
" kamu di sini aja sampai acaranya selesai aku akan ke kantor sendiri " kata Ardi saat berjalan ke arah mobilnya ke Dirga yang mengikutinya dibelakang
" baik tuan " jawab Dirga sambil membukakan pintu mobil untuk Ardi
" jalan " perintah Ardi ke sopirnya, mobil ardi meninggalkan mansion, setelah mobil pintu gerbang tertutup Dirga masuk ke dalam mengawasi acara yang masih berlangsung.
" brak. . . .brak. " mobil Ardi di tabrak dari belakang, mobil Ardi terguling,
Ardi terluka parah dia melihat sekitar sudah banyak orang dan dia menutup matanya perlahan.
Ardi tersadar sudah ada di kamar rumah sakit, dia sendirian di sana tanpa ada yang menemaninya ,dia masih lemas melihat keadaan yang diinfus dan ada oksigen juga di hidungnya
hingga pintu kamar terbuka dan masuklah dirga,
" tuan " Dirga yang melihat Ardi sudah sadar langsung menghampirinya " syukurlah anda sudah sadar " kata Dirga dia langsung memanggil dokter dan perawat lewat tombol darurat
tidak berapa lama dokter dan perawat datang " dokter tuan Ardi sudah sadar " kata Dirga langsung
" lebih baik anda minggir sebentar tuan, biar kami periksa terlebih dulu " kata dokter
Dirga menyingkir dari samping ranjang Ardi, dokter dan suster langsung memeriksa kondisi Ardi " syukurlah anda sudah sadar tuan, anda sudah melewati masa kritisnya," kata dokter
" tuan ada yang ingin saya sampaikan ke anda, bisakah anda keruangan saya nanti " tanya dokter ke Dirga
__ADS_1
" baik dokter " jawab Dirga
" tuan Ardi jangan banyak bergerak dulu, karena nanti akan ada pemeriksaan lebih lanjut,
dan kami permisi tuan Ardi tuan Dirga selamat malam " salam dokter
dokter dan suster meninggalkan ruangan Rio, Dirga mendekati Ardi " lebih baik anda istirahat tuan" kata Dirga
" Dirga apa yang terjadi " tanya Ardi tidak menghiraukan permintaan Dirga
" mobil anda di tabrak dari belakang tuan, dan mobil anda terguling sehingga anda koma selama enam bulan, " Dirga
" lalu " tanya Ardi lagi
" kami tidak menemukan pelakunya, karena truk itu di jalankan dengan jarak jauh, artinya truk itu dikendalikan dengan remote dari jauh tuan " penjelasan Dirga
" HM " Ardi sedang mengingat kejadian itu sedikit " bukan dari jauh Dirga, memang ada mobil yang mencurigakan mengikuti waktu itu " kata Ardi
" mungkin saja tuan, karena waktu anda meninggalkan acara pernikahan tuan muda Vincen saya sempat melihat ada mobil hitam mencurigakan, dan maaf tuan saya lupa memperingati anda karena waktu itu saya konsentrasi di acara tuan muda " jelas Dirga
" memang acara apa Dirga " tanya Ardi lagi
" apa anda belum di ingat, acara pernikahan tuan Vincen dan Mona Vika" kata Dirga
Ardi diam sebentar memikirkan perkataan Dirga " ah saya ingat sekarang, Vika yang di hamil karena perbuatan Vincen dan teman temannya bukan " ingat Ardi
" benar tuan " jawab Dirga
" lalu bagaimana dengan pernikahan mereka " tanya Ardi
" buruk tuan,. . . tuan muda dan nona vika tinggal di apartemen ,nona Vika di perlakukan buruk oleh tuan muda dan nyonya, dan lebih parah lagi tuan muda selalu membawa kekasihnya ke apartemen dan tuan muda melakukan kdrt ke nona Vika tuan "
" apa " kata Ardi kaget mendengarkan penjelasan Dirga
" iya tuan, dia juga tidak terima karena saya menggantikan anda selama sakit dan dia juga mengira saya dan Nona Vika bekerja sama " jelas Ardi lagi
" brak " Pitu kamar terbuka kasar membuat Ardi dan Dirga kaget lalu melihat ke pintu , dan berdirilah seseorang di sana
...****...
__ADS_1
Siapakah Orang Itu