
" sreeeek " suara roling dor,
Diah membuka pintu dengan kunci yang di bawanya
" ayo masuk, ruko ini cukup luas, dan cocok banget kalo dibikin buat tongkrongan anak muda, apa lagi dekat kampus dan SMA favorit di kota ini, juga Deket TK dan play group jadi tempat ini cocok untuk menunggu para Mahmud dan bebysisternya untuk menunggu anaknya pulang sekolah " jelas Diah
Diana yang sedang memperhatikan kondisi gedung itu mengangguk setuju
" hmmmmm Tante aku mau melihat yang ada di lantai dua dong " Diana ragu
" ayo Tante anter " ajak diah
Diah dan Diana pergi ke lantai 2 mereka berjalan beriringan dengan di perhatikan oleh mbok Darmi, " neng aku akan mencoba mengantikan kamu untuk menjaga anakmu
Diana dan bibi Diah melihat lantai dua luas dan bisa melihat pemandangan ke luar dan universitasnya ,
" Tante bisakah Tante menceritakan tentang masa lalu ibu " Diana
Diah tersenyum " setahuku ibumu orang yang baik lemah lembut, selama aku berteman dengannya dia tidak pernah melakukan yang tidak tidak, tapi emang setelah menikah dia tidak pernah ke sini, aku selalu melaporkan semua tentang kafe ini lewat email, sampai tiba-tiba aku mendengar kabar ibumu menghilang setelah di kepergok dua selingkuh dengan pengusaha muda, itu saja yang aku ke tahun sayang " Diah menceritakan ke Diana dengan hati hati
" apa bibi tahu nama lelaki itu atau tau orangnya " Diana
" tidak,...bibi tidak tahu dan tidak pernah lihat orangnya, bahkan suami dan tempat tinggal setelah menikah saya tidak tahu, ibumu tidak cerita apapun ke saya, meski kami teman dekat setelah menikah dia jadi tertutup tidak pernah ngbrol atau tanya kabar " Diah bercerita dengan melihat pemandangan dari luar
" pasti ada yang ga beres bi, kayaknya ada yang harus di selidiki " Diana
" ayok kita turun bibi, kasihan mbok Darmi sama mang Sarto di bawah " lanjut Diana
" hm " dia menganggukan kepalanya
mereka turun melihat mbok Darmi yang duduk bareng mang Sarto sambil ngobrol, mbok Darmi melihat Diana dan anaknya sedang turun dari lantai
" kalian sudah selesai" tanya mbok Darmi
" sudah mbok " Diana
" sudah ibu " jawab Diah
" sayang nanti kamu ke rumah bibi ada yang harus bibi berikan ke kamu," Diana
" iya neng mbok tunggu di rumah ya!"
" iya mbok, aku mau pergi beli perabotan dapur dulu sama bahan masakan, soalnya di rumah udah banyak yang ga bisa di pakai,
mang nanti anterin saya ke pasar ya ? sama bantuin bawa barangnya " Diana
" ok neng " jawabnya
__ADS_1
mereka pergi meninggalkan ruko itu dengan tujuan yang berbeda, Diah dan mbok Darmi pulang ke rumahnya sedangkan Diana dan mang Sarto pergi ke pasar.
*
*
*
sore harinya Diana dan mang Sukri baru pulang dengan membawa banyak belanjaan, Diana membeli peralatan masak dan kebutuhan sehari hari, Diana juga membeli kulkas.
" makasih ya mang sudah mau mengantar saya belanja, ini ongkosnya ya,
oh iya besok bisa bantu saya untuk mengecek genteng dan mengecet rumah ini mang ?" tanya Diana
" bisa neng" jawab mang Sukri
" wah makasih mang, ini buat beli catnya saya maunya warna yang hijau daun untuk luarnya dalamya warna putih aja " Diana memberikan uang buat beli cat dan minta warna yang di inginkan
" baik neng " jawab mang Sukri lalu melihat amplopnya
" Alhamdulillah ini bisa buat buat seminggu dan lebihnya bisa ditabung buat kulia Mirna " kata mag Sarto sambil menjalankan motornya, Diana mendengarnya walau kurang jelas
...**...
waktu sudah pukul tujuh malam Diana pergi ke rumah mbok Darmi, sampainya di depan rumah
" wa'alaikumsalam " jawabnya dari dalam " creeet " pintu terbuka terlihatlah lelaki berumur empat puluh tahun
" eh udah Dateng . . ayo masuk udah di tunggu sama mbok Darmi dan Diah" kata lelaki itu
" Ade ini neng diananya udah datang " teriak lelaki itu
" duduk neng aku panggil bibimu dulu " katanya
" iya paman makasih " Diana
lelaki itu masuk ke dalam memanggil istrinya,tidak lama kemudian bibi Diah datang " sayang sudah datang ya?" tanyanya basa basi
" iya bibi " jawab Diana sambil menyalami bibi Diah
" makan dulu habis itu kita baru bicara " katanya lembut
" eh ga usah bi" tolak Diah
" ayo udah ga usah malu-malu " Diana di tarik bibi dia ke ruang makan, yang ternyata sudah ada mbok Darmi dan seorang anak laki laki
" ayo neng makan bareng " ajak mbok Darmi
__ADS_1
Diana menurutinya dia duduk di meja makan, bibi Diah langsung mengambilkan makanan buat Diana,
" ini makan yang banyak biar kamu berisi " katanya
mereka pun makan dengan tenang hanya ada suara sendok dan piring , sepuluh menit kemudian mereka selesai makan bibi Diah langsung membereskan meja makan, Diana mau membantu tapi tidak di izinkan oleh bibi Diah
" ga usah sayang mending kamu tunggu di ruang tamu aja" Diah
" eeeem tapi Tante saya mau bantuin biar cepat selesai" Diana
" ga usah mending kamu ruan tamu aja,. . tuh ibu udah nunggu kamu" bibi Diah
" baik lah bi " jawab Diana dengan lesu
bibi Diah yang melihatnya hanya tersenyum manis dengan menggelengkan kepalanya
" maaf mbok,. . mau bantuin bibi tapi ga di izinin " Diana cemberut
mbok Darmi tersenyum mendengar Diana yang ngambek " ga usah di bantuin bibi diahnya , . . soalnya ini lebih penting dari bantuin dia" mbok Darmi
" hm yasudah deh " pasrah Diana
" ini punya uang ibumu, karena ibumu sudah meninggal berarti ini sekarang jadi milik mu " mbok Darmi memberikan kotak yang cukup besar
" ini apa mbok?, . . . sertifikat rumah dan kios " kata Diana setelah melihat isinya
" iya sertifikat rumah kamu itu dan kios tadi siang kita kunjungi " mbok Darmi
" apa mbok ga curiga ke saya, apa mbok ga takut salah orang " tanya Diana yang takut menerima dua sertifikat itu
mbok Darmi tersenyum lembut, dia berdiri dari duduknya pindah ke samping Diana dia mengelus kepalanya dengan sayang " mbok Darmi percaya, karena hanya mbok Darmi yang tahu kalo dia hamil kamu waktu itu " katanya lembut
Diana menangis " hiks hiks sebenarnya apa yang terjadi mbok " Diana menangis terharu dan sedih
terharu ibu sudah menyiapkan semua masa depannya dengan menitipkan surat berharga dan di titipkan ke orang lain yang tepat sedih kenapa harus menyendiri di kampung bekerja keras sedangkan di sini dia cukup mampu menghidupi mereka berdua jika meneruskan cafe tersebut
" sebenarnya dulu ibumu sempat ingin bunuh diri setelah tahu kalo dia hamil kamu" mbok Darmi dengan pelan
" apa ??!!" kaget Diana
" itu karena . . . . . ."
...****...
maaf kalo kurang memuaskan ceritanya hi hi hi
...🙏🙏🙏...
__ADS_1