menikah dengan disabilitas

menikah dengan disabilitas
05 makan siang bersama


__ADS_3

Selsai acara keluarga Wijayanto makan siang, bersama guru-guru yang ada di SLB Garuda.


Zulfa duduk di tengah-tengah Lola dan loli mereka berdua berebutan zulfa, sampe akirnya Zulfa duduk di tengah.


Setelah makan siang, keluarga besar Wijayanto sedang ngobrol dengan kepala sekolah, membicarakan sekolah SLB Garuda. sedangkan Lola dan loli pergi bermain bersama anak-anak disabilitas di taman.


sedangkan Zulfa sedang mengobrol dengan Juan dan Jery, disana juga ada Febri sedang memperhatikan Zulfa terus menerus, Zulfa yang di perhatikan sedari tadi tidak menyadarinya.


" Eh fa kapan lulus skripsi? " tanya Juan


"3bulan lagi k, soalnya aku lagi magang juga k di sini." jawab dengan sopan


Jery yang melihat Febri yang memperhatikan terus menerus sedari tadi, Jery pun memberikan sesuatu ke telinga Juan.


"Jo kenalin kita sama Zulfa, lihat tuh Febri sedari tadi memperhatikan zulfa terus menerus" besik Jery kepada Juan. Juan Pun hanya mengangguk kepala.


" ehennn " Juan berdehem, Febri pun tersadar dari lamunannya.


"Zulfa kenalin ini Febri dan Jery " ucap Juan yang memperkenalkan sahabatnya ke Zulfa


"Zulfa" sambil tersenyum ramah


"Febri"


"Zulfa"


"Jery"


" Eh iya ini yang pernah nolong aku pas ketabrak sama siapa ya aku lupa wajahnya k" sambil menunjuk kepada Jery. Jery pun hanya tersenyum dan hanya mengangguk kepala.


" Hmmm Zulfa aku mau ada acara ultah sepupuku di cafe xxxx, apa kamu bisa menjadi MC nya" ucap juan.


"Oh boleh kak, kalo boleh tau kapan acaranya kak?"ucap Zulfa


"Minggu depan fa hari Sabtu sore sampai malam, jadi bagai mana kamu mau kan mengemc di acara sepupuku?" ucap Juan


"Dengan senang hati kak" jawab Zulfa dengan senyum ramah, lalu berjabat tangan.


Selsai ngobrol panjang lebar, semuanya pamit karna sudah sore.


"Terimakasih sudah datang kemari"ucap kepala sekolah dengan senyum dan berjabat tangan dengan ayah sandi.


"Sama-sama pak, saya pun sangat senang"ucap ayah sandi membalas jabat tangan.


"k Zulfa kapan kakak kau main ke rumah kita?" ucap Lola.


"Hmmm kalo ada waktu kosong. hari Sabtu besok kakak main ke rumah kamu." jawab Zulfa.


"benarkah" ucap Lola dan loli, dengan mata berbinar. Zulfa pun mengangguk tanda iya. dan tersenyum manis.


Merekapun pamit pulang, Zulfa pun pamit pulang juga karna hari mulai sore.


di rumah Zulfa

__ADS_1


Sesampainya di rumah Zulfa langsung memencet bel, dan bibi pun membukakannya setelah membukakan pintu Zulfa pun bergegas masuk ke kamar. membersihkan tubuhnya yang lengket.


Setelah membersihkan tubuhnya Zulfa pun turun ke bawah,


"mamah papah" panggil Zulfa menuju ke ruang keluarga.


"Eh neng dah pulang ngajar? kapan pulang" ucap mamah sinta


"sekitar 1jan yang lalu mah, maaf tadi nggak sempet nyapa mamah sama papah. tadi neng langsung memberikan badan karna lengket tadi ada acara ultah mah" jawab Zulfa sambil membungkukkan tubuhnya di sofa.


"Ouh gitu, terus gimana tadi acaranya apakah ada kendala sayang" ucap mamah sinta yang duduk di tengah-tengah suaminya dan Zulfa.


"Alhamdulillah ngga ada kendala mah, tamunya pun Baik mah ramah lagi yang biasa neng ceritain, yang sering ke sekolah."ucap Zulfa mamah sinta hanya mengangguk


"mah Aldi kemana?" ucap Zulfa yang selang celingak-celinguk mencari keberadaan aldi


"Apa lu nyari gue teh, kangen ya sama gue udah lama nggak ketemu gue" ucap Aldi yang baru saja datang dari lantai atas.


"cih kangen pale lu heh" cibir Zulfa


Aldi pun menjahili kakaknya terus meledeknya.


"teh lu gendutan ya" canda Aldi yang semakin membuat Zulfa cemberut


"mah apa aku gemukan ya ?" tanya Zulfa kepada sang mamah. baru akan menjawab Aldipun menjahilinya lagi


"udah gendut, jomblo lagi hahahaha" ledek Aldi sambil ketawa terbahak-bahak


"awas ya lu ngga gue ampuni" ucap Zulfa yang terus berlari mengejar aldi sampai dapat , dan Aldipun menabrak tembok


BRUUUUK....


duh siapa sih yang nyimpen tembok di situ Aldi yang menggurutu dan kesakitan, Zulfa pun banyak tertawa terbahak-bahak


"hahaah... hahahah......haha emang enak makanya jangan bandel kualat kan " ucap Zulfa yang terus-menerus tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya karna tidak tahan.


cih Aldi hanya berdecih


lalu duduk di sofa, tempat mamah dan papahnya duduk.


Zulfapun masih tertawa terbahak-bahak, dan duduk di sofa.


"Mah kapan kita ke Sukabumi? aku dah kangen sama kampung halamanku"? ucap Aldi yang mengalihkan pembicaraan.


"Gimana mau ke kampung halaman...! kalian aja sibuk harusnya mamah yang nanya ke situ bukan kamu Al" jawab mamah sinta.


"Sudah-sudah nanti papah lihat dulu kapan waktu yang kosong, karna sekarang Zulfa bentar lagi lulus skripsi" ucap papah Marwan.


"iya nih si Aldi main tinggal aja, gue juga mau ikut kali emang lu aja yang kesana gue juga mau" ucap Zulfa dan menjitak kepala Aldi


"bodo amat"


mamah Sinta dan papah Marwan hanya geleng-geleng kepala, melihat tingkat anak-anaknya.

__ADS_1


di tempat Febri


Febri sedang duduk di kursi kerjanya, sedang senyam-senyum menayangkan kejadian mentanyi bersama Zulfa. Jery dan Juan yang di tempat itu melihat Febri yang senyum-senyum tidak jelas megidik ngeri


"tuan muda kau Kanapa? senyam-senyum sendiri" tanya Jery Juan pun hanya mengangguk yang juga melihat tingah tuan mudanya. Febri pun tersadar dari lamunannya


"hemnn. . tik tidak" jawabnya dengan gugup


"jer sekarang tugas Lo cari tau tentang tuh cewek yang bernama Zulfa, sekarang dah tau kan namanya."ucapnya lagi.


"baik tuan muda, besok saya akan berikan datanya" ucap jery memberikan hormat dan pamit keluar, akan mengerjakannya tugas tua muda nya itu.


setelah mengerjakan berkas-berkas akirnya Febripun pulang karena sudah sore. sesampainya di bawah Febri disambut oleh karyawanya memberikan hormat, seperti biasa Febri memasang wajah datar seperti gunung es batu.


Febri masuk ke mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah ibu dan ayahnya.


sesampainya di rumah Febri langsung naik ke atas guna untuk membersihkan diri.


setelah membersihkan diri Febri turun ke bawah mencari ibu dan ayahnya karena belum memberikan hadiah.


"ibu ayah kalian di mana" panggil Febri yang terus mencari keberadaan ibu dan ayahnya. sampai akhirnya Febri bertemu ibu dan ayahnya di taman belakang bersama Lola dan loli.


"ternyata ibu dan ayah ada di sini, ibu ayah selamat sore" ucap Febri


" sore nak, eh kamu udah pulang yang kapan pulang sayang yang"ucap ibu Vika.


"ibu ayah ini hadiah untuk ibu dan ayah semoga suka ya"ucap Febri sembari memberikan hadiah


"terima kasih nak. sebenarnya ibu dan ayah tidak mau hadiah nak ibu dan ayah hanya ingin satu permintaan nak" ucap ibu vika yang menerima hadiah dari anak lakinya.


"ibu dan ayah ingin permintaan apa apa ? pasti Febri kabulkan permintaan ibu dan ayah."jawab Febri


" ibu dan ayah hanya ingin meminta. menikahlah nak ibu dan ayah sudah tua, sampai kapan kamu begini nak? ibu dan ayah ingin menimang cucu" jawab ibu vika.


Febri pun hanya terdiam dan kemudian Febr menjawab.


"ibu aku masih sakit hati aku belum bisa melupakan kenangan masa lalu"jawab Febri


"nak lupakan dia, please demi ibu dan ayah dia sudah banyak menyakiti kamu bahkan meninggalkan kamu. kalau begitu ibu akan menjodohkan kamu. "ucap ibu Vika yang memohon kepada anaknya.


"baiklah ibu aku akan mengabulkan permintaan ibu aku akan mengikuti apa kata ibu"ucap Febri yang tidak tahu harus apa apa ibu vikapun berterima kasih dan memeluknya


**bersambung..........


mohon maaf bila ada kata-kata yang salah atau apalah soalnya author baru belajar, jangan di hujat ya. negur boleh 🙏


**TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA SEMOGA SUKA JANGAN LUPA LIkE


Sosial media


ih: Nengempa17


FB: neng Empa****

__ADS_1


__ADS_2