MENIKAH DENGAN PREDATOR

MENIKAH DENGAN PREDATOR
EPISODE 12


__ADS_3

"A... Apa yang terjadi pada Lucas..." Aku bertanya pada Agaruz karena penasaran.


"Maaf... My Lady... Saya tidak dapat mengatakannya." Agaruz tersenyum. Senyuman yang lebar.


"Aku sudah mulai muak dengan vampire satu ini, dia menarikku dalam pusaran emosi dan penuh pertanyaan yang berputar-putar di kepala ku."


Callista melihat wajah tampan Lucas yang tanpa ekspresi apapun, vampire cantik itu masih di sampingnya, perubahan wajah Callista terlihat, kini Callista merasa wajahnya terbakar, ia sangat muak dengan dunia buruk yang beruntun terus menerus ia alami.


"Mereka seperti pasangan suami istri yang serasi. Selamat Lucas! Pernikahanmu mengagumkan dan kau berhasil membuatku merasakan marah dan... Sakit!" Batin Callista.


Callista beranjak pergi, ia ingin keluar dan mencari udara, pemandangan yang amat menyebalkan baginya.


Callista menyusuri jalan yang asing, koridor besar membentang panjang seolah tanpa ujung ada di hadapannya, ia hanya mencari sebuah taman untuknya agar bisa menghirup udara leluasa, atau setidaknya balkon yang bisa melihat pemandangan luas, mungkin itu bisa mengobati sakit matanya yang melihat suaminya harus memiliki istri Vampire.


Sedangkan di dalam ruangan yang seharusnya menjadi penobatan Lucas menjadi Raja, kini suasananya berubah menjadi menegangkan.


"Aku sudah katakan bahwa, aku tidak akan meminum darah mereka dengan cara menggigit leher para wanita dan budak ini, ambil saja darah mereka setetes demi setes dan kumpulkan dalam gelas. Poin yang paling penting adalah jangan pernah memakai cara licik seperti ini untuk menikahkan ku dengan Lilith."


Terlihat Lilith hanya menunduk dan meremas jemarinya.


Tentu saja keluarga besar Lilith yang bangsawan dan memiliki pengaruh besar dalam keberlangsungan Kerajaan Vampire ikut meradang, mereka tidak terima penerusnya di sepelekan dan di tolak di depan semua Vampire yang ada.


"Anda tetap harus menjalankan tradisi Pangeran Lucas."


Kemudian Lucas melihat ke arah dimana Callista duduk, melihat tempat duduk istrinya kosong, matanya membulat dan emosinya semakin tinggi.


Lucas kemudian turun dari altar yang akan mengangkatnya menjadi Raja Vampire.


"Pangeran!" Semua berteriak karena terkejut Lucas turun.


"Lucas. Jaga sikapmu di depan para tetua." Kata Abbadon suaranya menggema dingin memenuhi ruangan.


Para Ksatria pun mengikuti Lucas.


"Aku akan menjadi Raja jika semua syaratku di penuhi." Kata Lucas.


"Kau tetap harus menikah dengan Lilith untuk mendapatlan keturunan Vampire Bangsawan Murni, ingat kau adalah Vampire Origine, jika kau memiliki keturunan dengan manusia anakmu tidak berhak duduk di singgasana Raja dan tidak akan pernah menjadi penerus Kekaisaran Vampire!" Suara Abbadon semakin tinggi.

__ADS_1


Sedangkan Ratu Vampire hanya diam dan menjadi sedih melihat perdebatan sang anak dan ayah.


"Kalau begitu angkat lah anakmu yang lain menjadi Raja, aku tidak butuh pengakuan konyol ini, tanpa kedudukan Raja aku bisa menjaga wilayahku sendiri, lagi pula aku tidak cocok dengan sistem pemerintahan di Kekaisaran Vampire."


"Jika begitu maka, tidak ada pilihan lain kami harus memaksamu untuk memberikan cap darahmu untuk di campur dengan darah Lilith." Kata sang Raja.


Lucas tersenyum sinis.


"Kenapa tidak kau saja yang menikahinya. Bukankah kau ahli dalam meikahi wanita? Lalu memiliki anak dari mereka." Hina Lucas.


"Semuanya! Ringkus Lucas, dan paksa dia menikahi Liliht, ambil darahnya dan campurkan dengan darah milik Lilith." Perintah Raja Vampire yaitu Abbadon ayah Lucas sendiri.


"Raja... Tolong pertimbangkan lagi, anda harus tahu siapa Lucas, dan anda harus ingat bagaimana jadinya jika Lucas tidak bisa mengendalikan dirinya." Sang Ratu semakin gundah.


"Para Ksatria Kekaisaran Vampire telah melakukan latihan yang cukup panjang dan keras aku percaya mereka bisa mengalahkan Lucas." Kata Raja optimis.


Lucas melihat semua Ksatria sudah mengepungnya.


"Salah satu dari kalian pergi mencari istriku, cari dimana dia, dan lindungi dia." Perintah Lucas.


Kemudian Lazarus hendak pergi menggunakan kekuatan menghilang namun Agaruz menghentakkan tubuh Lazarus ke lantai hingga membuat lantai retak.


"BRRAAKKKK!!!"


"Tidak ada yang boleh keluar dari permainan ini, aku sudah sangat lama menantikan hal ini, setelah bertahun-tahun melakukan latihan, aku ingin mencobanya. HAHAHAH...." Agaruz tertawa.


Lazarus kemudian berdiri dan melindungi Lucas. Zilom serta Felom juga sudah bersiap.


"Pangeran, sepertinya istri anda sangat marah, aku ingin menemaninya untuk keluar dan mencari udara segar tapi dia menolak, dan justru pergi sendiri, aku khawatir dia melewati koridor yang salah dan menuju ke suatu tempat yang seharusnya tidak ia datangi, anda tahu kan akhir-akhir ini Vampire Slave ( Manusia yang berubah menjadi Vampire, dan sangat haus serta rakus dengan darah ) sangat sulit di atur. Sebagai kakakmu aku ingin memberikan nasihat padamu, sebaiknya jangan pernah meninggalkan istrimu sendirian."


"Aku tidak pernah memiliki kakak, namun jika kau iri padaku silahkan saja kau ukur kemampuanmu padaku. Ku dengar Ibumu baru saja berubah menjadi Vampire dan kau sendiri yang merubahnya, apakah ayahmu tidak pernah memberitahumu walaupun kau berusaha dengan keras kau tetap tidak dapat menjadi anak sah? Aku lupa, bagaimana bisa dia memberitahumu, jika ayahmu adalah Raja Vampire yang tidak pernah mau mengakuimu." Kata Lucas.


Semua orang melihat Raja Abbadon.


Agaruz memang anak dari Raja Abbadon namun, ibunya adalah manusia.


Ibu Agaruz menyerahkan dirinya sendiri untuk di jadikan budak raja, rela agar hidupnya lebih di pandang, ia menginginkan harta dan kedudukan di masyarakat. Namun status Agaruz tetaplah anak budak, bukan anak sang Raja. Lucas sangat marah ketika mengetahui ibunya telah di madu.

__ADS_1


Agaruz menggeram, ia mengeluarkan taringnya dan siap melawan Lucas serta para Ksatria Kekaisaran Vampire pun menyerbu Lucas, para Ksatria yang menjaga Lucas pasang badan.


"Semoga kau memiliki waktu untuk menyelamatkan istrimu Pangeran Lucas, karena aku mendapat telepati, dia menuju Taman Terlarang!!!" Teriak Agaruz.


Ketika Agaruz hendak menyerang bersamaan dengan para Ksatria kerajaan, sesuatu terjadi.


"RRRAAAWWWW!!!"


Para Ksatria Lucas menengok ke belakang, perkataan Agaruz ternyata memancing sang monster yang ada di dalam diri Lucas muncul.


Monster itu akan muncul dan bangkit ketika Lucas begitu marah dan ingin merusak semua yang ada di hadapannya.


Para Ksatria Lucas kemudian mundur, mereka tahu tidak akan ada lagi yang bisa di perbuat.


"Ini lah yang aku tunggu." Kata Agaruz tersenyum sinis.


Berbeda dengan sang Ratu, dia justru ketakutan dan sedih, sedangkan sang Raja memiliki wajah optimis para Lsatrianya kali ini akan menang.


Sudah cukup lama Lucas tidak berubah menjadi monster dan wilayah kerajaan cukup damai namun sekarang Lucas kembali berubah, semua orang tidak akan bisa membayangkan apa yang akan terjadi.


"Zilom. Kau pulang lebih dulu ke kerajaan dan urus para pelayan manusia yang ada di kerajaan Pangeran Lucas, suruh mereka untuk bersembunyi di tempat biasanya."


"Baik." Kata Zilom dan pergi menghilang dengan cepat.


"Felom, kau cari dimana Putri Callista, sepertinya Agaruz tidak berbohong jika Putri Callista masuk ke taman terlarang, dan aku akan mengurus yang ada di sini." Lanjut Lazarus.


"Baik." Kemudian Felom pergi menghilang juga.


Lazarus kemudian melihat pada Lucas, kejadian ini mengingatkannya pada masa lalu.


Wajah Lucas berubah menjadi menyeramkan, tubuhnya juga berubah menjadi seperti binatang besar yang buas. Matanya merah menyala, taring dan giginya besar runcing dan tajam, pasti hanya dengan satu kali tarikan daging akan langsung terkoyak.


Yang paling membuat ngeri adalah, yang ada di pikiran Monster itu hanyalah mengoyak daging dan meminum darah hingga puas. Suaranya akan mengingatkan semua Vampire bahwa mereka bukan lah apa-apa.


"RRRRAAAAAWWWWWWWRRRR!!!!"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2