
Hal yang tak pernah di duga oleh Callista. Lucas yang telah benar-benar di kuasai oleh Predator masih dapat merasakan hasratt yang sangat besar.
Lidah predator itu keluar, begitu besar dan sedikit kasar, menjilat leher Callista dimana darah telah mengalir ke dada Callista.
Predator itu mengikuti aliran darah yang turun, menggunakan lidahnya. Callista merasakan tubuhnya meremang, dan juga hasratt yang membara karena jilatan predator itu.
Lidah yang menjilati darah-darah Callista dengan pelan, dan lidah yang sedikit kasar membuat Callista semakin terangsangg.
Tiba-tiba Callista mengulurkan kedua tanganya, ingin meraih tubuh Predator itu.
Namun tak disangka, tangan besar sang predator yang memiliki kuku-kuku hitam runcing, justru menyambutnya dan menggenggam lalu menciumi jemari Callista, bahkan dia juga menjilatinya pelan.
"Ooohhh.... Lucass...." Desahhh Callista.
Tak pernah terpikirkan oleh Callista jika rasanya akan senikmat itu, namun tidak pernah juga Callista pikirkan bahwa semua hal indah dan kenikmatan hanya akan di rasakan di awal.
Predator itu menjulurkan lidahnya yang besar semakin memanjang dan menjilati dada Callista, seketika membuat tubuh Callista menggelinjangg kepanasan. Keringat bercampur darah menjadi satu di tubuh Callista.
Sekali lagi, predator membuka mulutnya dan kedua taring nya tumbuh lebih besar, dengan masih menjilati kedua dadda Callista, Predator itu kembali menancapkan taringnya di salah satu puncak dada Callista sebelah kanan.
"Ooohhhh...." Reflek Callista merasakan nyeri namun juga nikmat berkedut di bagian sensitifnya.
Callista menjulurkan kedua tangannya merangkul Lucas dan berbisik.
"Lakukan lagi Lucas.... Aku menyukainya." Bisik mesra Callista.
Meskipun Callista merasakan nyeri ketika Lucas menancapkan tarinngnya di salah satu payudaraa Callista, namun gadis itu justru semakin membara. Callista ingin lebih.
Sedangkan predator itu masih menghisap dan menyedot darah Callista di bagian dada, berbeda dengan sensasi sekssual yang Callista rasakan, tubuhnya menggelinjangg-gelinjangg seperti cacing yang kian mengganas.
Predator itu lalu mencabut gigitannya, dan berpindah menggigit pada dada yang satunya milik Callista, kembali lagi Callista mendapatkan sengatan nyeri namun juga kenikmatan secara bersamaan.
Predator itu menghisap dan terus menghisap darah Callista.
Kemudian Callista mengingat lagi, bawah darah yang paling enak dan diinginkan oleh Vampire adalah di bagian sensitifnya.
Apalagi ketika si manusia sedang merasakan hasrat sekssuall yang tinggi dan panas, darah itu akan semakin enak dan nikmat.
__ADS_1
Predator kembali mencabut gigitannya, dan benar saja predator itu mulai menggigit satu demi satu di paha Callista, menghisap dan terus menghisap darah Callista.
"Ooohhh Lucas.... Ini berbahaya... Tub... Tubuhku rasannya semakin.... Panas... Dan... Anehhh...." Kata Callista tenggelam dalam kenikmatan nya sendiri.
Predator itu masih menggigit paha Callista hingga tak lagi bisa di hitung, kemudian predator itu juga menggigit bagian tubuh Callista yang lain.
Sesapan demi sesapan darah di rasakan oleh sang predator, hingga tubuh Callista di penuhi dengan gigitan-gigitan yang rakus.
Tak habis sampai di situ, sang predator yang melihat Callista sudah sangat panas, melihat area yang paling ia nantikan.
Predator itu akhirnya menancapkan taringnya di bagian area sensitif Callista.
"Aaaahhhh!!! Luuucaaassss!!!!" Callista merasakan puncaknya, ia merasakan puncak kenikmatan dan melengkungkan tubuhnya yang bergetar hebat.
Predator itu menyesap darah dari sana, meminumnya terus dan terus.
"Oohhhh Aahhhhh Lucassss..... Iniiii rasannyaaa ... Oohhhh... Lucas....!!!" Callista mencengkram kepala sang predator yang sedang menikmati darah Callista dengan rakus.
Namun tiba-tiba panas tubuh Callista berubah, itu karena hasrat yang di rasakan Callista berangsur-angsur melemah.
Semua nya terjadi karena hasrat yang terkumpul dan di rangsangg oleh Lucas berkumpul di area sensitif dan kini predator itu telah menghisapnya.
Namun, sekali lagi Callista tidak sadar dan tidak juga mengerti, bahwa bukan dia tuannya, melainkan sang Predatorlah si tuan pemberi perintah.
Sang Predatorlah yang memutuskan akan berhenti atau tidak, bahkan predator itu telah memikirkan untuk menghisap habis darah Callista, kemudian memakan daging Callista, hingga sum-sum tulangnya.
"Lu... Lucass...." Callista memanggil Lucas, dengan suara yang kian melemah.
Darah Callista hampir habis di kuras oleh predator itu.
"Lu... Lucas... Ku rasa... Sudah cukup.... Aku... Tidak bisa menahannya lagi."
Predator itu tidak mau melepaskan Callista dan terus menerus tetap menghisap darah Callista.
Hasratnya akan darah Callista tidak dapat lagi di redamnya, predator itu semakin tamak dan rakus.
Predator itu semakin menginginkan lebih. Predator itu tidak akan mengijinkan siapapun meminta, ia tidak akan berbagi kelezatan itu. Semua itu hanya miliknya!
__ADS_1
Dia perlu mengeringkan darah Callista sampai tidak ada yang tersisa. Lalu memakan daging Callista, hingga tulang-tulang Callista.
Predator itu akhirnya melihat Callista yang terbujur lemas, gadis itu menatap sayu, pandangan mereka bertemu.
Wajah predator yang mengerikan dengan di penuhi aliran darah di mulutnya, taring besar yang berwarna merah, mereka saling pandang. Mata Gelap predator itu bergerak-gerak, bayangan Callista yang tubuhnya telah di penuhi gigitan dan bayangan tubuh lemas Callista penuh darah berada di mata gelap bulat yang besar milik Predator itu.
"Lu... Lucas... Ak... Aku mencintaimu... Sangat.... Mencintaimu...."
Tubuh lemas Callista terkapar penuh darah di atas tumpukan tulang belulang kering, akhirnya Callista pingsan setelah merasakan panas membakar dan kesakitan di seluruh tubuhnya.
Pemandangan itu pun langsung membuyarkan kepala Predator itu. Bayangan itu mengingatkannya pada sosok gadis yang pernah ia bunuh tatkala berubah menjadi predator.
Rasa sesal yang teramat dalam bahkan belum reda dan belum sembuh, kini kembali lagi ia menjadikan seorang manusia berada dalam posisi yang sama.
Rasa sedih, ketakutan, penyesalan, amarah, kini semakin dalam di dada predator itu, apalagi mengingat yang terkapar di depan matanya adalah istrinya sendiri.
Kata-kata manis dan ungkapan hati Callista yang mencintai Lucas membuat predator itu buyar seketika.
"RRRRRRRAAAAAWWWWWWRRRRR!!!!"
Suara keras itu adalah teriakan sang predator yang marah, ia akan membunuh siapapun yang terlihat olehnya kali ini.
Di lain tempat para Ksatria dan juga para pengawal telah sampai di depan goa dimana Lucas berada dan mendengar auman sang predator.
Lazarus, Felom, dan juga Zilom saling menatap dan segera bersiap.
Mereka tahu, predator itu akan keluar dan menyerang mereka, karena ketika sang predator masih di kendalikan oleh Lucas dan ketika Semua kekuasaan Lucas menghilang terlihat dari suara auman yang keluar.
Jika auman itu sangat kencang hingga memekakkan gendang telinga, dan terdengar sampai ke penjuru lain, sudah di pastikan itu si predator yang marah.
Perisai, pedang, panah, telah siap, semua Ksatria telah memegang senjata mereka sendiri, para pengawal pun telah memegang senjata dengan gemetaran, meski mereka vampire, namun mereka juga bisa mati dan kekuatan Predator itu yang paling di takuti dari masa ke masa.
Berita tentang hilangnya sang putri telah sampai di kerajaan, dan para kerajaan seolah diam membisu tanpa memberikan bantuan pertolongan, padahal merekalah yang telah memprovokasi Lucas menjadi predator, namun mereka seolah menutup mata dan tak mau bertanggung jawab.
Kini tugas antara hidup dan mati di jalani oleh para Ksatria setia Lucas untuk menenangkan Predator itu.
Zilom telah membawa banyak kantong darah yang ia teliti sebagai darah murni, Felom memimpin para Ksatria dan pengawal.
__ADS_1
Sedangkan Lazarus berdiri paling depan memimpin mereka semua.
bersambung