
"Lucas... Cepatlah...Aku tidak tahan lagi. Aku juga tidak ingin kamu terus menderita seperti ini. Tolong, percayalah pada dirimu sendiri dan percaya juga padaku. Aku tahu kau tidak akan membunuhku. Kau tidak akan pernah bisa melakukan itu padaku." Kata Callista terengah di atas pangkuan Lucas.
Callista semakin mengeratkan kakinya yang melingkar di pinggang besar Lucas dan memeluk Lucas lebih dalam.
Panas di tubuh Lucas kembali menyerangnya, melihat Callista putus asa ingin di puaskan, sedangkan seluruh sentuhan Lucas telah benar-benar memiliki efek yang dahsyat pada Callista. Seperti heroin yang mematikan dan memabukkannya.
Kerongkongan Lucas semakin kering dan perih, apalagi ulu hatinya semakin seperti di remas, semua panas dan kehausan yang terasa perlahan tapi pasti menyebar ke seluruh tubuhnya, suara Callista yang menenangkan dan menggoda serta pasrah menyerahkan dirinya membuat pikiran Lucas semakin kacau dan semakin tenggelam di gantikan kerakusan sang predator.
Lucas yang telah membuka mulutnya lebar membuat Taringnya yang telanjaang dan berbahaya serta tajam dan runcing siap menancap di leher jenjang Callista yang panas di penuhi darah menyegarkan.
Tubuh Lucas menjadi menegang, tatkala mata merah darah Lucas dapat melihat dengan tembus pandang dimana aliran darah Callista yang mendidih di lehernya bergerak mengalir ke seluruh tubuh Callista.
Jantung Lucas bergetar, berdebar seperti genderang perang, ia ingin menelan ludahnya yang kering namun seolah tersangkut di tenggorokan.
Rasa darah Callista pasti yang bisa membuatnya berlutut dan kehilangan akalnya.
Panas berbahaya semakin menjadi dan menggerogoti tubuh predator itu. Jantungnya berdebar kencang karena keinginan dan ketakutannya.
Lucas benar-benar tidak tahu, sekarang yang menjadi dirinya adalah vampire atau si predator, karena yang ia inginkan hanyalah segera mengoyak leher itu dan menyesap darahnya hingga habis tak tersisa, lalu setelah itu memakan daging segar yang manis dan menggoda, ia tak akan menyia-nyiakan sekecil apapun dan tak akan membuat nya berceceran, setelah habis memakannya, ia akan menyesap tulang belulang Callista, kemudian ia akan merindukan rasa itu lagi, ia akan mengobrak-abrik dimanapun agar dapat menemukan rasa itu lagi.
Lucas sempat berpikir ingin menjauh sebelum terlambat, tapi pintu keinginan sudah terbuka. Dua jenis rasa lapar datang membanjiri, hasrat seksuall dan keinginan akan darahnya yang murni dan tidak ternoda.
Callista datang membawa itu semua dan bahkan menyerahkannya dengan pasrah semuanya pada Lucas dengan sekaligus.
Taring Lucas mulai menempel di leher jenjang Callista.
Satu titik dimana aliran darah bergumul di sana.
Callista semakin memeluk erat Lucas, ia sempat berfikir, apakah itu akan sakit? Callista membaca buku, jika ia tetap merasakan sakit berarti sentuhan yang Lucas berikan dan keingan sekssuallnya belum sempurna?
Lucas menarik nafasnya dalam, dan akhirnya taring tajam itu menancap masuk ke dalam leher Callista.
"Aaahhhh.... Yeaahh... Seperti itu... " Kata Callista memejamkan matanya dan merasakan hentakan hebat dalam dirinya. Itu adalah hormon sekssualnya.
Darah semakin mendidih di seluruh tubuh Callista, jiwa Sekssualnya semakin membara karena gigitan Lucas.
__ADS_1
"Lanjutkan Sayang, ya seperti itu suamiku... Minumlah sampai kau merasakan cukup untuk dirimu." Kata Callista membelai kepala Lucas yang besar.
Callista telah membaca begitu banyak buku tentang Vampire, akhirnya ia melaluinya sendiri. Dan kini ia tidak menyalahkan para manusia yang melakukan pesta darah atau pesat sekssuall dengan para Vampire, karena dia sendiri sekarang melakukannya dan menikmatinya. Nyatanya, rasanya sangat menggoda dan nikmat.
Kini ingatannya kembali pada buku yang ia baca, bahwa air liur yang di keluarkan oleh taring Vampire, akan menggundang gelojak hasrat tubuh yang kian membara, hasrat sekssual yang kian mengganas, hingga akhirnya si manusia akan tersiksa dan terus menerus ingin di puaskan, namun tak kunjung puas, darahnya akan habis dan rasa sekssual itu akan berubah menjadi rasa panas yang membakar seluruh tubuh manusia.
Si manusia akan tersiksa pada akhirnya, dan mati mengenaskan.
Di sisi lain, taburan kalimat demi kalimat Callista yang menggoda dan memanggil Lucas dengan panggilan sayang, justru semakin membuat Lucas tenggelam dalam kenikmatan darah yang segar itu.
Darah murni seorang gadis perawan spesial, mengalir ke dalam tubuh dan sel-sel syaraf Lucas. Menyiraminya dengan sangat cepat.
Darah yang menyegarkan itu menyirami seluruh dada, rongga-rongga dan tubuh Lucas. Rasanya, Lucas tidak dapat lagi menahan untuk terus menghisap.
Lucas kini benar-benar berubah menjadi predator yang kehilangan akalnya, seperti yang ia takutkan, predator itu mengambil alih kekuasaan atas dirinya.
Lucas semakin mencengkram kuat tubuh Callista, ia semakin kalap dan ingin terus meminum darah Callista yang menyegarkan serta manis, bahkan darah itu jauh lebih nikmat dari apapun.
Namun, tiba-tiba Lucas mencabut taringnya dan mendongak. Lucas berteriak.
Seolah-olah Lucas sedang melawan dirinya dan juga Predator yang bersemayan di dalam dirinya.
"Sayang... Tidak apa-apa... Aku baik-baik saja. Lanjutkan lagi." Pinta Callista
Namun sekali lagi, aroma tubuh Callista selalu tak bisa ia tahan, bahkan sekarang darahnya yang manis dan segar membuatnya putus asa.
Sekali lagi, mata Lucas berubah menjadi merah darah, dan kemudian ia melanjutkan menancapkan taringnya ke dalam leger Callista.
Kini, Lucas telah di butakan oleh nikmatnya darah istrinya, bahkan dia seperti kecanduan.
Tiba-tiba Lucas membaringkan Callista di atas tumpukan tulang-tulang kering, dan memandanginya.
Tubuh telanjangg Callista telah menarik perhatian Lucas, apalagi darah yang mengalir dari lehernya turun hingga ke tubuh Callista.
Mata Lucas yang merah darah tiba-tiba berubah menjadi hitam gelap, begitu sangat gelap hingga membuat Callista takut, namun ia juga merasakan gejolak yang aneh dalam tubuhnya.
__ADS_1
Callista tahu, air liur vampire dapat semakin membangkitkan hormon sekssualnya, ia merasakan tubuhnya kian memanas dan seolah menyerahkan dirinya pada sang predator.
Ketika mata Lucas masih berwarna merah darah ia masih memiliki dirinya, namun ketika mata Lucas telah berubah warna menjadi gelap, kini predatorlah yang menguasai dirinya, dan Callista dengan pasrah menyerahkan dirinya.
Predator itu langsung mengaum keras, begitu keras hinhha sapat memecahkan gendang telinga Callista.
"RRRRAAAAWWWWWRRRRR!!!"
Suara Lucas menggema ke seluruh penjuru, karena di dalam goa.
Di lain tempat, para Ksatria yang sadar telah kehilangan putri Callista, panik dan mulai mengutus para pengawal untuk menyisir tempat dan melakukan pemeriksaan kemana pun.
Lazarus khawatir bahwa Putri Callista tanpa memiliki persiapan dan tidak berfikir panjang menyerahkan diri pada Lucas.
"Kita harus mencari Putri ke tempat dimana Pangeran Lucas berada."
"Apa kau berfikir Tuan Putri akan benar-benar kesana?" Tanya Felom.
Tak berapa lama, terdengar gaung an suara Predator yang sampai di telinga para Ksatria.
Para Ksatria pun saling memandang.
"Itu adalah pesan, Pangeran sedang berjuang." Kata Lazarus.
Felom dan Zilom pun mengerti maksud dari perkataan Lazarus, bahwa Lucas sedang beralih menjadi predator, dan dia meminta bantuan untuk menyelamatkan seseorang dari buasnya dirinya sendiri.
Para Kstaria langsung menberikan perintah, bahwa para pengawal harus cepat menuju hutan terlarang.
"Eliot, bawa persediaan darah sebanyak mungkin!" Teriak Lazarus.
"Zilom bawa obat-obatan ke sana." Perintah Lazarus lagi.
Sedangkan Felom sedang mengumpulkan kembali para Ksatria serta pengawal-pengawal lain untuk bersama-sama menuju hutan terlarang.
bersambung
__ADS_1