MENIKAH DENGAN PREDATOR

MENIKAH DENGAN PREDATOR
EPISODE 6


__ADS_3

Melihat istrinya hanya diam dan terpaku membuat Lucas semakin bertambah gusar dan tidak tenang.


Lucas mendekat dan menyentuh kedua lengan istrinya dengan lembut, bahkan kemudian telapak tangan besar yang kokoh dan halus itu menyentuh pipi Callista dengan lembut.


Tatapan mata Lucas menatap dalam mata Callista.


"Apa kau baik-baik saja? Kau sudah tidur selama 3 hari Callista."


Lucas kembali bertanya dengan lembut, wajah yang penuh kekhawatiran membuat Callusta terkejut.


Karena saking terkejut, Callista malah menampar tangan Lucas yang menyentuh pipinya. Semua itu karena kegugupan dan ketegangan Callista.


Apalagi Callista syock, bagaimana bisa ia tidur selama 3 hari, dan ia merasa baru tidur sebentar.


Sedangkan di sisi lain, wajah itu, wajah pria yang sangat mempesona itu membuat debaran jantung Callista tak menentu.


Bagaimana mungkin ketampanan Lucas begitu bercahaya dan begitu menyilaukan matanya hingga membuatnya begitu gugup dan terhipnotis sehingga justru menampar tangan Lucas yang sudah bersikap baik padanya.


Tamparan keras yang dilakukan Callista pada tangan Lucas membuat pria itu sedikit menegang di bagian rahang, tak percaya ia di tolak oleh istrinya.


"Ke... Kenapa kau tidur di sini." Tanya Callista dengan wajah tanpa ekspresi.


Sekali lagi, karena terlalu gugup Callista justru bertanya sesuatu yang ada di luar kepalanya, ia bertanya dengan ketus.


"Lalu menurutmu aku harus tidur dimana?" Wajah dan rahang Lucas mengerat, pertanda ia sedikit kesal dengan pertanyaan Callista.


"Ini kamarku dan kau sekarang adalah istriku." Imbuh Lucas.


Callista masih diam, ia tidak mengira apakah pertanyaan dan tamparannya begitu melukai Lucas.


"Dengar Callista, caramu bereaksi seperti itu, apakah kau melarangku untuk tidur di sini denganmu?"


Callista diam.


"Aku... Tidak bermaksud ingin berkata seperti itu, aku terlalu gugup, aku terlalu bingung karena kau sangat tampan dan mempesona, hingga membuatku malu." Batin Callista bergejolak namun ia tidak mampu mengungkapnya, mulutnya terkunci, lidahnya kelu.


"Callista. Kau sudah menjadi istriku, dan aku akan tidur denganmu, di sini, satu ranjang, dan tidak akan ada batasan di antara kita. Mengerti." Suara Lucas dalam, dan penuh dengan penekanan.


"Akan ada pelayan yang membantumu bersiap."  Kata Lucas lagi.


Kemudian Lucas berdiri dari ranjang, dan mengenakan mantelnya.

__ADS_1


Callista melihatnya, punggung itu begitu kuat, Lucas memakai celana panjang namun punggung berorotnya terekspose sempurna.


"Lu... Lucas..." Panggil Callista.


Lucas kemudian berbalik sembari mengikat mantel di pinggang.


"Ma...Maafkan aku, aku hanya terkejut... A...Aku belum terbiasa."


"Dan mulai sekarang, berusahalah untuk terbiasa, aku sudah katakan, aku tidak akan menghisap darahmu, apa lagi yang kau takutkan. Kau juga harus selalu mengingatnya jika sekarang kau adalah istriku. Kau adalah istri seorang Vampire." Lucas mengikat mantel nya dengan kecang hingga otot-otot tangannya terlihat.


Perilaku Lucas seolah sedang meluapkan kekesalannya yang mengikat mantel dengan sangat kuat.


Callista menunduk.


Kemudian Lucas berjalan dan mendekati Callista, pria itu berdiri tepat di samping Callista. Dengan kecepatan yang sama saat Callista berkedip, membuat Callista terbelalak kaget. Begitu cepat seperti cahaya.


"Dengar." Kini suara Lucas benar-benar dingin dan dalam.


"Aku tidak bisa membaca isi pikiranmu, dan itu hanya terjadi padamu, biasanya aku bisa membaca pikiran semua manusia, tapi denganmu berbeda. Jadi, katakan lah apa yang ada di pikiranmu padaku, semua sikapmu yang tidak bisa ku baca hanya akan membuatku bertambah bertanya-tanya dan semakin kesal, apa yang kau senangi dan tidak kau senangi katakan langsung!" Kata Lucas di dekat telinga Callista.


Callista menatap mata keperakan Lucas, ia baru tahu hal itu, jadi jika malam itu ia pura-pura pingsan Lucas tidak akan mengetahuinya?


"Tapi jangan sekali-kali kau membohongiku Callista, kau tidak akan pernah tahu bagaimana aku akan menghukummu." Kata Lucas lagi.


Kemudian Lucas berdiri dan hendak pergi.


"Lu... Lucas... Jadi... Siapa yang mengganti ba... Bajuku?"


Callista bertanya karena penasaran meski itu membuatnya semakin ketakutan.


"Menurutmu?"


Callista menggigit bibirnya dan menunduk.


"Kita sampai di kerajaan tengah malam, dan tubuhmu sangat dingin, kau pingsan dan lemah, itu semua karena kita melewati lembah terlarang milik Vampire golongan Zombie yang telah menyedot energi manusia, aku harus bertindak cepat atau kau akan mengalami syock dan membuat syaraf serta organ-organ tubuhmu mati. Aku yang sudah mengganti pakaianmu, aku juga yang tidur denganmu dengan memelukmu agar tubuhmu menyerap panas tubuhku. Kurasa aku memiliki kewajiban itu untuk menyelamatkan nyawa istriku. Apa kau keberatan juga?"


Callista diam.


"Jika kau diam, berarti kau tidak keberatan." Lucas mengakhiri pembicaraan itu kemudian dengan cepat berbalik dan keluar dari kamar dalam sekejap kedipan. Hal itu membuat Callista terkejut kembali.


Setelah kepergian Lucas beberapa wanita datang untuk merapikan kamar dan membantu Callista.

__ADS_1


Saat itu Callista hanya berdiri kaku dan berfikir apakah wanita-wanita ini juga Vampire. Beberapa yang lain terlihat masih muda.


"Nona airnya sudah siap." Kata seorang gadis yang paling muda di antara wanita-wanita yang lain.


Callista masih memperhatikan para wanita yang sedang membersihkan kamar.


"Ba...Baaik..." Jawab Callista kaku.


"Jangan takut, semua wanita di sini manusia, kecuali para Ksatria dan penjaga Kerajaan."


"Ya? Apa kalian manusia?" Tanya Callista.


"Tentu saja. Kami adalah wanita-wanita serta gadis-gadis yang menjadi tumbal kekayaan."


Callista semakin kebingungan.


"Jadi apakah mereka semua adalah istri Lucas, seberapa banyak Lucas memiliki istri?!"


"Berapa banyak manusia yang ada di sini?" Tanya Callista.


"Mungkin ada 100 atau lebih, tidak termasuk anda Nona. Oh ya perkenalkan nama saya Seina, kami semua di sini melayani Pangeran Lucas dan Kerajaan." Kata Seina sembari membungkuk kan punggungnya.


"Jadi istri Lucas ada 100 orang dan semuanya melayaninya di sini. Sebenarnya itu tidak terlalu mengejutkan karena aku membaca bahwa Vampire memiliki kekuatan Sekks yang tinggi dan kekuatannya besar dalam urusan ranjang, namun aku pikir mereka adalah tipe setia yang hanya memiliki satu pasangan. Hah... Kembali lagi pada mereka yang menjadi tumbal, ternyta mereka tidak mati namun di perbudak di sini? Begitupun aku, setelah Lucas bosan denganku nantinya aku juga akan menjadi pelayan seperti mereka. Aku sudah terlalu memandang tinggi diriku sendiri karena bisa tidur di samping Lucas dan di berikan perlindubgan serta perhatian lebih, pada akhirnya tidak ada kisah yang akan baik-baik saja seperti layaknya cinderella, pada akhirnya aku pun akan menjalani kehidupan sebagai pelayan juga seperti di keluarga Fernando, tapi di sini mungkin akan jauh lebih mengerikan. Beberapa dari mereka bahkan ada yang memandangiku aneh."


Kemudian Callista mandi dan bersiap, setelah selesai beberapa wanita itu mengantar Callista ke ruang makan, dimana Lucas sudah menunggunya.


Callista menarik nafas, dan masih berdiri di ujung ruangan makan, ia tidak bisa melihat jelas semua makanan yang terhidang. Tapi yang jelas di sana ada banyak buah-buah sisanya tidak terlihat.


"Apakah aku akan makan makanan mentah yang berlumuran darah, atau aku harus minum darah. apakah ini semacam ritual lebih dulu sebelum aku menjadi pelayan yang setia pada vampire?"


Callista kemudian melihat para pelayan yang sudah menyelesaikan tugas mereka undur diri dari ruangan sembari memberikan hormat pada Callista.


Lucas mengisyaratkan pada Callista untuk duduk di dekatnya dengan menarik kursi itu menggunakan kekuatannya.


Hanya dengan Lucas melihatnya, kursi itu bergerak mundur sendiri, dan lagi-lagi membuat Callista terkejut.


Callista kemudian berjalan mendekat dan duduk.


"Aku harus membiasakan diri." Batin Callista sembari menahan dadanya yang nyeri karena berulang kali terkejut.


Dan, lagi-lagi, mau tidak mau Callista harus duduk dengan wajah tenang menyembunyikan tubuh tegangnya, ia tidak ingin menyulut amarah Lucas lagi seperti pagi tadi.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2