Menikah Dengan Pria Salah

Menikah Dengan Pria Salah
Kehidupan baru ahmad dan dewi


__ADS_3

Dewi yang mendengar perkataan ahmad dengan nada tinggi langsung terdiam dan tidak menjawab perkataan ahmad. Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya dewi dan ahmad tiba di sebuah kota kecil di daerah lampung, dewi dan ahmad memutuskan untuk tinggal di sebuah kontrakan kecil dan kontrakan tersebut terlihat kumuh bagi orang yang terbiasa hidup serba berkecukupan seperti dewi dan ahmad. " Kita tinggal disini dulu, kita ngontrak dan makan seadanya" Ucap ahmad kepada dewi. Saat itu dewi hanya terdiam dan ia mengambil barang barangnya di dalam mobil, sementara itu ahmad hanya duduk dan merokok serta tidak ingin membantu istrinya yang sedang kesusahan mengangkat barang bawaan mereka. Dewi yang sedang hamil meratapi nasibnya dengan kepedihan, ia berfikir bahwa dengan menikah mengikuti keinginan orang tuanya ia akan hidup bahagia, tetapi ia salah. Kehidupannya setelah menikah penuh dengan kesengsaraan dan kepedihan. Ahmad dengan sikapnya yang ternyata arogan dan egois, orang tua ahmad yang berselingkuh, serta kehidupan yang berubah menjadi miskin membuat dewi merasa bahwa kehidupannya sangat berubah drastis. Ahmad yang tidak perduli dengan dewi selalu meninggalkan dewi yang sedang hamil di dalam rumah kontrakan kecil itu, ahmad pergi untuk bermain judi dan menghambur hamburkan uang miliknya, bahkan ahmad menjual mobilnya untuk keperluannya bermain judi dan membeli minuman keras untuk diminum bersama wanita nakal. Dewi yang tidak tahan akan sikap suaminya itu menangis dan berfikir suatu cara agar ia dan anak yang di kandungnya dapat makan dan dapat menyambung hidup. Ahmad tidak pernah memperdulikan keadaan dewi, bahkan ia tidak pernah memikirkan makanan untuk dewi, sehingga dewi tidak bisa makan dan kebingungan dengan nasib yang di jalaninya saat ini. Dewi yang kebingungan memikirkan segala cara agar ia dapat membeli beras dan dapat makan sesuap nasi, akhirnya dewi meminjam uang ke tetangga sekitar rumahnya dan dewi memutuskan untuk berjualan kue donat keliling seperti ia bersekolah dahulu. Dewi melakukan itu secara terpaksa, ia sangat lapar dan yang ada di pikirannya saat ini adalah bagaimana ia dapat menyambung kehidupan dirinya dan anak yang di kandungnya. Dewi membuat donat dengan resep yang di ajarkan oleh mamanya. Seketika dewi menangis dan teringat pengorbanan kedua orang tuanya. " Kalo dulu mama dan ayah tidak mengajari aku berjualan dan hidup mandiri, mungkin aku sekarang tidak tau cara bertahan hidup dan mencari nafkah seperti ini " Ucap dewi sambil ia menangis. Dewi tetap membuat adonan donat dan berharap agar jualannya itu laku agar ia dapat mengembalikan uang tetangganya dan ia dapat membeli beras untuk kebutuhan hidupnya. Disaat terik matahari menyengat, dewi berkeliling menjajakan kue donatnya dengan keadaan perutnya yang membesar. " Kue donat... Kue donatnya bu... Enak, murah, dan sehat bu..." Teriak dewi sambil ia berjalan membawa kue donatnya. Orang orang disekitar yang melihat keadaan dewi sangat merasa iba dan sedih, sehingga mereka membeli kue donat dewi dan menyuruh dewi untuk beristirahat di rumah. " Bu, kok hamil jualan si, kasian anaknya lo nanti kalo kenapa kenapa gimana bu?" Ucap seorang ibu ibu di sekitar kontrakan dewi. Dewi hanya bisa tersenyum dan menjawab " tidak apa apa bu, saya hanya bosan berdiam diri di kontrakan dan tidak ada kesibukan, makanya saya memilih berjualan donat saja bu ". Ibu ibu di sekitar kontrakan dewi membeli habis semua donat jualan dewi dan menasehati dewi agar ia beristirahat saja di rumah dan tidak berjualan karena ia sedang hamil besar. Dewi hanya tersenyum dan ia sangat gembira donat buatannya terjual habis. Dewi pun pulang dengan perasaan yang sedikit tenang karena ia dapat membeli beras dan dapat makan nasi sepulang ia berjualan kue donat miliknya.


__ADS_2