
Disaat usia kehamilannya yang semakin tua, dewi tetap menjajakan kue donat miliknya. Dewi memikirkan cara agar ia dapat memiliki tabungan untuk membiayai persalinan anak yang saat ini di kandungnya.
" Aku sangat lelah berkeliling setiap hari untuk menjajakan kue donat ini, tetapi aku harus tetap bersemangat, semua ini kulakukan untuk kehidupanku dan anakku yang sedang ku kandung ini". Ucap dewi dengan tubuhnya yang kelelahan. Saat dewi menjajakan kue donatnya, ia bertemu dengan ahmad yang akan pulang kerumah setelah bermain judi bersama teman temannya.
" Eh perempuan goblok ngapain si kamu jualan keliling gitu, diliatin tetangga bikin malu saja kamu, pulang cepat! ".
__ADS_1
Ahmad menarik tangan dewi secara paksa dan hal itu menyebabkan kue donat jualannya terjatuh. Tetangga sekitar yang menyaksikan hal itu sangat merasa iba dan sedih atas keadaan dewi yang selalu menerima kata kata dan perlakuan kasar dari suaminya itu, tetapi tetangga dewi hanya bisa menyaksikan dan tidak berani melakukan apapun terhadap dewi, mereka takut akan memperkeruh suasana dewi dan suaminya yang sedang bertengkar. Sesampainya di rumah, dewi menangis dan berbicara kepada suaminya yang menarik paksa tangan dewi saat sedang berjualan.
" Aku berjualan kue donat untuk menyambung kehidupan kita, aku juga gamau panas panasan, keliling keliling menjajakan kue donat dengan berjalan kaki, semua itu kulakukan agar kita dapat makan nasi, agar kita dapat menyambung kehidupan kita, tapi kamu tidak pernah mengerti dan hanya bisa mencaci". Ucap dewi yang menangis. Tetapi ahmad yang tidak memperdulikan istrinya itu langsung memarahi dan menampar wajah dewi.
" Prakkkk.....kamu ini di kasih tau malah membantah suami mu, memang kamu benar benar wanita goblok!". Dewi yang menerima perlakuan kasar suaminya itu lantas berlari menuju kamar dan mengunci kamar tersebut sambil ia menangis.
__ADS_1
Ucap dewi yang menangis sembari mengelus perutnya. Dewi memikirkan cara agar ia dapat pergi dari rumah dan dapat pergi menemui orang tuanya. Di malam hari, saat ia dan suaminya sedang tidur, dewi berfikir untuk kabur dari rumah dan pergi meninggalkan suaminya. Dewi berniat untuk pergi ke rumah kedua orang tuanya serta memberi tahu orang tuanya tentang semua yang di alami oleh dewi. Dewi yang berpura pura tidur keluar dari kamar secara perlahan, dewi yang sudah tidak tahan dengan sikap suaminya yang kasar terhadapnya, ia bergegas mengambil tas berisi pakaian dan pelengkapannya yang sudah ia siapkan sebelumnya.
" Aku harus cepat cepat kabur keburu ahmad bangun dan sadar, tuhan bantu aku, aku hanya ingin terbebas dari belenggu kesengsaraan ini tuhan ".
Ucap dewi di dalam hatinya. Dewi yang hendak kabur berjalan secara perlahan dan membuka pintu secara perlahan agar suaminya tidak menyadari bahwa dewi hendak kabur dari rumah. Akhirnya dewi dapat keluar dari rumah itu dan ia bergegas meninggalkan rumah dengan cara berjalan kaki secepat mungkin. Dewi mencari kendaraan yang bisa mengantarkannya ke rumah orang tuanya. Dewi mencari angkot dan akhirnya ia menemukan angkot yang dapat mengantarkannya ke rumah kedua orang tuanya. saat di perjalanan, dewi sangat merasa tenang serta gembira, ia dapat menemui orang tuanya dan menangis di pangkuan orang tuanya sembari menceritakan semua hal yang terjadi kepadanya. Supir angkot yang kebingungan bertanya kepada dewi,
__ADS_1
" malam malam begini kok sendirian pergi apalagi sedang hamil besar bu, memangnya ada perlu apa ke alamat itu? ". Tanya pak supir angkot kepada dewi. Dewi pun menjawab dengan menangis kepada supir tersebut, " Saya mau menemui orang tua saya pak, jadi tolong antarkan saya ke alamat itu hiks.. hiks..hiks.. ". Ucap dewi sambil ia meneteskan air mata.