
Orang tua dewi yang dipanggil di sekolah oleh guru dewi sangat terkejut saat mendengar cerita bahwa dewi memukul dan menendang perut dimas. Dewi memberikan pembelaan untuk dirinya bahwa dimas telah melakukan hal yang tidak senonoh terhadap dewi, dewi bercerita bahwa ia di peluk oleh dimas secara langsung dan hal tersebut dilakukan dimas dari belakang sehingga dewi kaget dan dewi tidak menyukai hal tersebut, spontan dewi yang marah langsung memukul dan menendang perut dimas hingga dimas jatuh pingsan. Orang tua dewi sangat marah oleh dimas, sehingga orang tua dewi memutuskan untuk mendatangi rumah dimas dan memberi tahu orang tua dimas agar orang tua anak itu meminta maaf kepada dewi dan memberikan pelajaran untuk anaknya yang tidak memiliki sopan santun itu. Sesampainya di rumah dimas, dimas sangat terkejut dan ketakutan hingga ia menangis selain itu ia sangat amat menyesal akan perbuatan yang telah dilakukannya sehingga ia bersujud dan meminta maaf kepada dewi dan orang tua dewi. Orang tua dimas sangat kaget melihat anaknya bersujud kepada orang tua dewi dan orang tua dewi menceritakan kejadian yang dialami dewi saat disekolah. Dimas yang ketakutan meminta maaf kepada orang tuanya dan ia menjelaskan bahwa ia sangat menyukai dewi sehingga ia spontan memeluk dewi dari belakang dan tidak sengaja melakukan hal tersebut. Dewi dan orang tuanya pun memaafkan hal tersebut, selain itu juga orang tua dewi menasehati dimas agar ia tidak mengulangi hal yang sama. Semenjak kejadian itu dewi dan dimas berteman dan memiliki hubungan yang sangat dekat, dimas selalu membantu dewi berjualan makanan yang ia jajakan disekolah, Sepulang sekolah, dimas selalu mengantarkan dewi pulang ke rumah dan mereka menjadi teman yang sangat akrab di sekolah. Lambat laun dewi dan dimas saling jatuh cinta sehingga mereka memutuskan untuk menjalin hubungan satu sama lain. Sepulang sekolah dewi dan dimas selalu menyempatkan untuk memiliki waktu berdua, mereka menonton film dan makan bersama di saat pulang sekolah. Orang tua dewi sangat khawatir dikarenakan putrinya itu berubah menjadi gadis yang tidak menghormati waktu dan tidak pernah pulang tepat waktu. Sesampainya di rumah, dewi dipanggil oleh orang tuanya dan dewi di nasehati agar ia tidak mengulangi untuk pulang tidak tepat waktu. Orang tua dewi tidak mengetahui bahwa dewi sudah menjalin hubungan pacaran dengan seorang pria yang memiliki keyakinan berbeda dengan anaknya. Dewi tidak berani untuk bercerita kepada orang tuanya, ia takut orang tuanya tidak menyukai hubungan yang telah dewi jalin dengan dimas. Dewi memilih untuk menyembunyikannya dan tidak menceritakannya kepada siapapun. Tetapi lambat laun hal tersebut terbongkar, orang tua dewi mengetahui bahwa anaknya berpacaran dengan pria yang telah melakukan hal yang tidak senonoh kepada anaknya tersebut, hal tersebut membuat orang tua dewi sangat marah dan akan mengusir dewi dari rumah apabila ia tidak memutuskan lelaki tersebut. " Pergi saja kamu dari rumah kalo ga nurut sama mama dewi! " ujar orang tua dewi. Dewi pun menangis di dalam kamar dan ia kebingungan harus melakukan apa agar orang tuanya menerima hubungan dewi dan dimas, dewi sudah terlanjur mencintai dimas dan tidak bisa untuk meninggalkannya tetapi ia sangat takut akan orang tuanya dikarenakan orang tua dewi tidak suka jika dewi membantah dan tidak menuruti perkataan orang tuanya.