
Dewi yang menangis di dalam kamar sangat kebingungan harus melakukan apa agar orang tuanya menerima hubungan dewi dengan dimas. Orang tua dewi yang sedang menahan amarah secara langsung ingin mendobrak pintu kamar dewi " Dewi buka pintunya kalo engga ayah dobrak nih pintu" ujar ayah dewi. Dewi pun hanya bisa menangis, ternyata mama dewi telah memberi tahu ayah dewi bahwa dewi telah menjalin hubungan oleh seorang pria bernama dimas dan pria tersebut memiliki keyakinan yang berbeda dengan keluarga dewi. Dewi pun membuka pintu kamarnya dan terlihat wajah dewi yang pucat serta mata dewi terlihat sembab dikarenakan dewi menangis terlalu lama. Orang tua dewi pun tak tinggal diam, mereka merencanakan suatu hal agar dewi memutuskan hubungannya dengan lelaki tersebut, " Putusin aja ya laki laki itu ayah gasuka sama laki laki itu apalagi dia beda agama sama kita ". Dewi hanya bisa pasrah dan terdiam dengan kata kata ayahnya tersebut. " Ayah sudah punya calon lelaki yang baik buat kamu " Orang tuanya terpandang dan kaya sama seperti keluarga kita, pria itu juga sekolah di luar negri pasti dia mempunyai wawasan luas dibanding dimas. " Pokonya kamu harus nurut sama ayah bulan depan kamu lulus sekolah ayah kenalin sama anak teman ayah. Gaada penolakan harus nurut! Ujar ayah dewi. " Keesokan harinya dimas langsung menemui dewi seperti biasa, tetapi dewi mulai berubah menjadi dingin dan tidak seperti dewi yang selama ini dimas kenal. Dewi yang sedang berjualan donat dan nasi uduk selalu menghindar ketika dimas membantu dewi. Dewi bergumam didalam hati " Maafin aku ya dimas, tapi aku harus ngelakuin ini biar kamu benci sama aku, aku gamau nanti kamu tau kalo orang tua aku gasuka sama kamu ". Dimas kamu gausa bantuin aku lagi ya mulai sekarang, aku mau fokus aja sama sekolah kan bentar lagi kita lulus, aku mau dapat peringkat lagi seperti tahun tahun lalu. Untuk itu aku mau hubungan kita udahan aja ya sampai disini. Dimas yang mendengar perkataan itu pun langsung terdiam dan tidak berkata apapun. Dimas sontak pergi dan meninggalkan dewi yang sedang berjualan. Dimas sangat terpukul mendengar ucapan dewi yang meminta untuk menyudahi hubungan keduanya. Dewi hanya bisa menangis dan terdiam. " Aku tega banget sama dimas hiks..hiks..hiks.. Ujar dewi sambil menangis ". Sepulang sekolah orang tua dewi menanyakan terkait hubungan dewi dan dimas, "Gimana sudah kamu putusin kan si dimas?" Ujar ayah dewi. Dewi hanya bisa mengangguk pasrah dan tidak mengucap kata lain, ia langsung bergegas masuk kedalam kamar dan menghitung hasil penjualan kue donat dan nasi uduknya. Dewi merasakan keterpurukan yang amat samat dalam karena dewi sudah terlanjur mencintai dimas, tetapi dewi tidak bisa melakukan apapun karena bulan depan ia akan diperkenalkan dengan teman anak dari kedua orang tuanya. Dewi tidak bisa menolak perjodohan tersebut, dewi hanya bisa berpasrah dan menerima keadaaan bahwa ia akan segera di jodohkan. Hari demi hari berlalu saat yang dinanti orang tua dewi pun tiba. Ahmad dan orang tuanya berkunjung ke rumah dewi untuk memperkenalkan diri dan bersilaturahmi ke kediaman dewi. Dewi pun sangat terkejut ketika melihat ahmad, ternyata ahmad adalah seorang yang sangat tampan. Ia memiliki badan yang gagah dan sangat humoris bersikap kepada dewi.