Menikah Dengan Pria Salah

Menikah Dengan Pria Salah
Perjodohan dewi dan ahmad


__ADS_3

Hari demi hari terlewati begitu saja dan berlalu begitu cepat, akhirnya dewi dan ahmad lulus dari sekolahnya. Dewi sudah mulai melupakan kenangan dirinya dengan dimas sang mantan kekasihnya itu serta hidup dengan tenang didalam kesendiriannya. Sebagai orang tua, mereka sangat senang karena dewi mulai menunjukkan perubahan sikap yang baik dan tidak lagi berdiam diri di dalam kamar untuk menangis memikirkan dimas. Orang tua dewi yang sangat senang oleh perubahan sikap anaknya itu mulai mempertanyakan kembali terkait perjodohan dewi dengan ahmad. " Dewi kamu kan sudah lulus nih, jadi ayah sama orang tua ahmad mau langsung jodohkan kamu sama ahmad ", ucap ayah dewi secara langsung. Dewi pun hanya bisa terdiam dan tidak bisa menolak perkataan ayahnya tersebut. Sejak kecil dewi memang tidak pernah membantah perkataan kedua orang tuanya, dewi selalu menuruti keinginan kedua orang tuanya itu. Suatu hari saat dewi sedang menjaga toko keluarganya, ahmad dengan kedua orang tuanya singgah di kediaman dewi untuk bertemu kedua orang tua dewi. " Eh... Nak dewi mana ayah sama mama?" Ujar ibu ahmad yang turun dari mobil . Dewi pun menjawab dengan nada lirih " itu bu, mama lagi di dalam dengan ayah ". Dewi sangat bingung apakah ia akan dijodohkan saat ini juga oleh keluarganya, ia hanya bisa bergumam di dalam hati terkait hal itu. Orang tua dewi yang melihat keluarga ahmad pun lantas terkejut dan kebingungan dengan kehadiran calon besannya itu.

__ADS_1


" Waduh, ada keluarganya ahmad, Kok ga bilang bilang dulu kalo mau ke rumah, ada apa ini hehehe kok mendadak?"

__ADS_1


Orang tua ahmad akhirnya membicarakan mengenai perjodohan dewi dan ahmad. " Gini pak jadi kami kesini mau bicarain mengenai perjodohan itu loh, soalnya si ahmad udah jatuh cinta dengan nak dewi". Orang tua dewi sangat terkejut dan senang mendengar berita itu, tetapi dewi sangat kebingungan akan hal yang sedang dibicarakan oleh orang tuanya dan keluarga ahmad. " Aku baru saja lulus sekolah, tetapi sudah mau nikah saja, apa aku bisa ya?" Ucap dewi dalam hatinya. " Untuk pernikahannya kita laksanakan minggu depan saja di tanggal 10 bagaimana pak?" Ucap orang tua ahmad kepada ayah dewi. Tanpa berfikir panjang akhirnya orang tua dewi menyetujui hal tersebut, dewi dan ahmad akan dinikahkan secara langsung di kediaman orang tua ahmad. Dewi yang sangat kebingungan akan hal itu hanya bisa berdiam diri dan menuruti kemauan ayahnya. Akhirnya saat yang di nanti oleh keluarga ahmad pun tiba, dewi dan ahmad menikah pada tanggal 10 Agustus tahun 1998, Pernikahan dewi dan ahmad berlangsung sangat megah dan meriah pada zamannya, mengingat orang tua ahmad adalah seorang kepala daerah yang sangat kaya raya, hidangan yang disajikan dalam pernikahan itu pun sangat beragam serta cukup mewah. Orang tua dewi terlihat sangat bahagia menyaksikan anak gadisnya itu menikah dengan seorang pria yang menjadi pilihan kedua orang tuanya. Ahmad dan dewi yang saat itu sedang berada di pelaminan melakukan berbagai upacara adat yang di laksanakan selama pernikahan, tetapi hari itu akan menjadi hari yang selalu di ingat oleh dewi, karena ia akan memulai hidup baru yang penuh dalam kesengsaraan dan kepahitan. Setelah menikah, dewi dan ahmad tinggal di rumah kedua orang tua ahmad. Dewi yang belum mengetahui sikap asli suaminya itu tidak menyadari dan masih terlihat bahagia akan pernikahannya dengan ahmad. Sejak pernikahan itu, awal kepahitan serta kesengsaraan di dalam hidup dewi di mulai dan kehidupan dewi berubah menjadi kehidupan yang berbanding terbalik dengan kehidupannya pada saat bersama kedua orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2