
" Hallo dewi " ujar ahmad. " waduh langsung deket aja ini sepertinya anak kita " Ucap orang tua ahmad. Hahaha sini dewi duduk. Ternyata dewi anaknya cantik sekali ya. "Gimana kesibukan apa aja saat ini yang lagi di lakuin?" Tanya orang tua ahmad. Dewi pun menjawab " Saya kesibukannya hanya bersekolah dan berjualan kue donat dengan nasi uduk pak " Jawab dewi atas pertanyaan orang tua ahmad. Wah dewi hebat bgt ya anaknya ternyata. Tak lama setelah obrolan itu orang tua dewi dan ahmad berbincang mengenai perjodohan. Ahmad pun menatap wajah dewi dan dewi mengetahui dari raut wajah ahmad tersirat suatu hal bahwa ahmad sangat tertarik dengan paras dewi. Dewi hanya tersipu malu akan hal tersebut, tetapi dewi masih memikirkan dimas dan perlakuannya kepada dimas ketika di sekolah. Ia takut perkataan dan sikapnya itu membuat dimas sakit hati dan memiliki dendam kepada dewi. Disaat dewi sedang memikirkan dimas, Ahmad pun mencoba melakukan pendekatan dengan dewi. " Dewi kamu ambil jurusan apa sih di sekolah ?" ucap dimas, Dewi pun menjawab dengan nada cuek " Aku ambil jurusan Biologi ahmad " Wih bagus dong " Ucap ahmad kembali. Tetapi dewi hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya. Dewi yang tidak menyukai suasana itu langsung bergegas ke dapur dengan beralasan membuatkan teh untuk orang tua ahmad. " Ayah dewi buatkan teh dulu ya " Ujar dewi kepada ayahnya. Dewi pun bergegas ke dapur dan bergumam di dalam hati " ya ampun kenapa si ahmad itu sok deket banget sama aku, padahal baru juga pertama ketemu tapi kok udah berani berani nya sok ngedeketin aku " Ucap dewi di dalam hati. Tak lama selang dewi membuatkan teh untuk orang tua ahmad, Ternyata ahmad ada di belakang dewi dan menanyakan toilet. Sontak dewi kaget dan dewi terkena air panas saat ahmad menanyakan toilet kepada dewi. " Aduh panas, panas banget, itu ahmad kamu belok kiri trs lurus aja disitu toiletnya " Ujar dewi yang kaget melihat ahmad. Ahmad yang melihat tangan dewi terkena air panas sontak kaget dan terlihat khawatir kepada dewi. " Ya Ampun dewi maaf ya, aku ngagetin kamu ya tadi ? Maaf ya dewi mana sini aku liat tangan kamu ya ". Dewi pun tersipu malu ketika tangannya di pegang oleh ahmad. Ahmad tersenyum kepada dewi dan berkata " Kamu itu hati hati kalo buat teh kan jadinya sakit gini tangan kamu. Kalo udah kena air panas gini siapa yang sakit ? Kan kamu juga apalagi tangannya sampe merah gini. Dewi hanya bisa terdiam dan tersenyum kepada ahmad. Tak lama akan kejadian tersebut dewi selalu memikirkan ahmad, ia mulai memikirkan ahmad dikarenakan ahmad sangat humoris dan memiliki pendekatan yang baik dengan dewi. Dewi mulai terbiasa untuk melupakan dimas dan tidak memperdulikan dimas lagi pada saat disekolah. Orang tua dewi pun mulai menyadari bahwa dewi juga memiliki ketertarikan kepada ahmad. Sejak perkenalan itu dewi mulai terbiasa bersekolah seperti biasa dan tidak pernah menjalin hubungan lagi dengan dimas. Meski begitu di dalam hati dewi terdapat kesedihan yang membuat hati dewi menjadi tidak tenang. Ia merasa kasihan dengan dimas, karena dewi tidak memikirkan perasaan dimas dan memutuskan hubungannya secara langsung tanpa memikirkan kata kata yang dewi ucapkan kepada dimas. Dewi bergumam di dalam hati " Kenapa ya aku setega itu sama dimas , tapi ya udahlah mau gimana lagi kan, tapi...aku ga tega banget sama dimas aku harus apa yah, tapi....akuuuuu... Ah udahlah nanti juga dimas mulai terbiasa gaada aku" Gumam dewi di dalam hatinya.