Menikahi CEO Dingin

Menikahi CEO Dingin
Episode 24


__ADS_3

Disisi lain Bunda Nandike dan Daddy Louis sedang bergegas untuk ke Jakarta. Bunda dan Daddy Djody memang sengaja tidak memberikan kabar ke Djody bahwa mereka pergi ke Jakarta untuk memberikan kejutan kepada anak semata wayangnya itu.


Bunda dan Daddy memilih untuk menaiki jet peribadinya agar tidak repot untuk mengantri dan membawa banyak barang. Bunda dan Daddy sudah memutuskan untuk pindah ke Jakarta bersama dengan Djody tanpa sepengetahuan Djody.


Tempat tinggal untuk kediaman Wijaya di Jakarta pun sudah selesai di bagun tanpa sepengetahuan Djody. Di kediaman Wijaya juga sudah di atur mobil mobil koleksi Djody dan Louis berserta barang barang pribadi lainnya di Surabaya sudah di pindahkan ke Jakarta.


Sesampainnya di Jakarta Bunda Nandike sangatt tidak sabar untuk bertemu dengan putra semata wayangnya.


" Dad ayoo .. " ajak Bunda Nandike cepat


" Iya Bunda sayang sabar, ini aku juga menghubungi anak buahku dahulu ada dimana Bun " ucap Daddy Louis yang sudah meminta anak buahnya untuk membawa mobil dan menjemputnya.


" Ya sudah dimana sekarang Dad jemputannya " ucap Bunda Nandike sambil cemberut kesal karena ia tidak sabar bertemu anak semata wayangnya dan Daddy ya terlalu santai huhuhu.


" Iya Bunda sayang, katanya dia ada di Gate 1, Ya sudah ayoo Bunda " ucap sang Daddy gemas sambil mencubit pipi Bunda yang sudah cemberut kesal tidak sabar.


" Ayoo.. " ucap sang Bunda tersenyum kembali semangatt.


" Oh itu dia Bunda pak Joko " ucap sang Daddy sambil menunjuk ke arah pak Joko dan mengandeng tangan bunda menuju mobil jemputannya.


Bunda dan Daddy Djody pun memutuskan untuk segera ke Hotel Wijaya Corp's tempat Djody tinggal sementara selama di Jakarta untuk memberikan kejutan.


Sesampainnya di Hotel Wijaya Crop' s tampak semua orang berbaris dan menundukan kepala menyamput sang CEO Wijaya Corp's sambil memberikan salam hormat hangat.


" Selamat datang Tuan Louis di Hotrl Wijaya Crop's " ucap sang manager hotel menyambut sang pemilik hotel


" Ha kamu Lev, jangan begitu kaku sama saya, kita kan teman kamu sudah aku anggap seperti adikku sendiri " ucap sang CEO Louis


" Sudah semuanya suruh bubar Lev, kamu tidak perlu sungkan menyambut ku dan Istriku seperti ini Hahaha " ucap Louis kepada Levin sang manager di Hotel Wijaya Crop's


" Terimakasih semuanya atas sambutan hangatnya " ucap Louis ramah


" Baik kalian semua sikahkan bubar dan bekerja kembali di tempat masing masing" ucap tegas sang manager


" Baik.. " ucap serempak pelayan tersebut sambil membungkukan kepala dan bubar setelah itu kembali ke tempat masing masing pekerjaannya.


" Kamu apa kabar Lev? " tanya Louis masih dalam posisi yang sama memegang tangan sang Istri


" Baik Louis " ucap Levin yang memang hanya berkata sedikit ala kadarnya

__ADS_1


" Istrimu apa kabar Lev? " tanya Louis kembali


" Baik Baik saja Louis.. " ucap Levin dengan sedikit menunduk


" Apa yang kau pikirkan Lev? " tanya Louis lagi yang melihat sepertinya keadaan temannya tidak dalam keadaan yang baik baik saja


" Huhhh " ucap Levin sambil menghela nafas


" Ya kau benar Louis , kau selalu bisa membaca keadaan ku, aku tak pernah bisa berbohong kepadamu Louis " ucap Levin panjang lebar


" Baik, nanti malam kita bertemu ceritakan kembali padaku apa yang terjadi, saat ini aku dan istriku ingin memberika kejutan kepada anak semata wayang kami " ucap Louis tersenyum sambil menatap sang Istri


" Tapi Louis .. " ucap sang Manager Levin


" Kenapa Lev?? " ucap Louis heran karena Levin tidak melanjutkan omongannya


" Ha.. tidak apa apa " ucap Levin yang binggung bagaimana ia menjelaskan kepada sahabatnya, yang ia tau bahwa sahabatnya sangat percaya dan menyanyangi Djody.


Ya Levin mengetahui tentang gosip gosip yang tersebar di Hotel. Tentang Djody yang pernah membawa seorang wanita ke kamar Hotelnya dan tentang Djody yang suka mabuk tapi ia tidak berani untuk memberitahukan kepada sahabatnya.


" Baik ya sudah sekarang aku dan istriku ke kamar Djody dulu ya Lev " ucap Louis sambil menepuk pundak sang manager Levin


" Tidak usah Lev sekarang kita ingin bertemu dengan Djody terlebih dahulu karena sudah setahun lebih kita tidak bertemu " ucap sang CEO Louis


" Baik, biarkan saya antar Tuan dan Nyonya Louis " ucap sopan Levin


" Sudah berapakali saya bilang panggil saja saya Louis dan istri saya Nandike tidak usah formal, kau itu sahabatku Lev sudah ku anggap sebagai adikku " ucap Louis


" Baik Tu.. Louis Nandike " ucao Levin canggung


" Ya sudah lah Lev, ayoo sekarang kita ke tempat Djody " ucap Louis


" Ayo sayang" ajak Louis yang masih memegang erat Nandike dan tersenyum


Levin pun mengantarkan Tuan dan Nyonya Louis di kamar Djody dan memberikan kunci cadangan kamar Djody kepada Louis.


" Terimakasih " ucap Louis kepada Levin


" Baik " ucap Levin tersenyum sambil berjalan pergi menjauh dari Louis dan Nandike

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


-----‐-----------------------------------------------------------


Nb : yups yups kalian pasti pada penasarankan gimna ending yaa haha..


Atau bisa jdi thor kok cepet bangatt alur ceritanya gini maju mundur maju mundurr...


yaa itu karena aku harus menjelaskan secara detail tentang siapa tokoh tokohnya haha..


Tenangg.. tenang para readers ...


Disini baru ada satu konfliknya haha nty akan kita lanjut lagi yaa...


Tunggu aja keseuruannyaa yuhuuuuu..


Hay hayyy para readerrss..


Nama saya sindy tapi biasa dipanggil cenen. Pasti kalian binggung kann kenapa dipanggil cenen jauh bangatt dari nama aslii kenapa karna ada suatu kejadian yang kalau diceritakan akan panjangggg ceritaanyaaa dan nty malah cerita novel pertamakuu akan jadi ceritakuhh haha...


Ini adalah novel pertama ku tentang imajinasikuhh maaf yaa para readers kalau ada penulisan atau kosa kata yang jelas ...


Tolong bantu diberi komentar dan masukan agar saya bisa lebih baik lagiii...


Semoga kalian suka dengan novel pertamaa kuhh jangan lupa kasih likee dan coment dan vote ya guys biar semangatt update ke episode selanjutnyaaa..


Terimakasihhh para readers tersayanggg....


Luv luvv luvv 💕💕

__ADS_1


__ADS_2