
Sesampainya di kantor Ayah dan Novia langsung keluar dari mobil dan menuju ruangan Ayahnya Cyintia.
" Silahkan nona " ucap satpam yang berdiri di depan pintu masuk perusahaan mempersilahkan untuk masuk
" Iya terimakasih pak jangan sungkan " ucap Cyintia tersenyum manis sambil berjalan menuju lift untuk ke ruangan CEO Ayahnya Tomi.
Ketika sampai di depan ruangan Ayahnya, sekertaris Ayahnya menghampirinya.
" Maaf Nona ada yang bisa saya bantu " ucap Sekretaris sang ayah yang bernama Mira
" Apakah Ayah ada di ruangan? " tanya Cyintia kepada sang seketaris
" Ada Nona " ucap sang sekretaris
"Saya ingin bertemu dengan Ayah " ucap Cyintia yang ingin mengetuk pintu ruangan sang ayah
" Tapi Nona.. " ucap sekretaris sang Ayah
"Tapi Nona, Tomi Pratama sedang ada tamu saat ini di ruangannya " ucap sekretaris Ayahnya kembali
" Siapa Tante Mira? " tanya Cyintia heran karena biasanya ketika ada klient atau tamu penting yang berurusan dengan kerjaan akan bertemu di ruangan sebelahnya, kecuali anggota keluarga.
" Nandike dan Louis Wijaya Nona " ucap Sekretaris Mira
" Siapa mereka Mira?" Tanya Cyintia yang tidak pernah mendengar bahwa dia punya kerabat yang bernama Louis ataupun Nandike
" Mereka adalah tamu penting nyonya ari keluarga Wijaya " ucap Sekretaris sang Ayah
" Baiklah Mira, coba katakan kepada Ayah bahwa aku datang berkunjung untuk membawakan makan dan membawa kan baju untuk sang Ayah " ucap Cyintia, Ya walaupun sudah ingin menjelang malam Cyintia yakin bahwa ayahnya belum makan dan akan memutuskan untuk lembur kembali karena sang Mamah yang belum keluar dari RS.
" Baiklah, tunggu sebentar Nona " ucap sang sekretaris mempersilahkan Cyintia dan Novia untuk duduk sambil menunggu dan dia segera kembali ke tempatnya untuk mengabari sang CEO bahwa sang anak telah datang mengujungi
Tutt Tuutt
" Halo, Ada apa? " ucap tegas sang CEO dibalik telepon
" Maaf tuan menganggu pertemuan Anda " ucap Mira yang meminta maf karena sudah menelpon disaat ada tamu penting
" Saya hanya ingin memberitahukan bahwa ada Nona Cyintia dan Nona Novia yang datang Tuan " ucap Sang Sekretaris
__ADS_1
" Dimana mereka sekarang? " tanya sang CEO
" Ada di ruangan tunggu Tuan, Nona membawakan makan Anda dan pakaian ganti Anda Tuan " ucap Sang Sekretaris memberitahukan tujuan Cyintia datang
" Suruh mereka masuk " ucap tegas sang CEO sambil menutup telepon dengan rahang yang sudah mengeras menahan geram
" Baik Tuan " ucap sang sekretaris menutup telpon yang sudah terputus dan segera beranjak menghampiri Nona Cyintia dan Nona Novia
" Nona .. " ucap sang sekretaris
" Iya Mira, kenapa? Ayah bilang apa? " tanya Cyintia
" Nona Tuan menyuruh Nona Cyintia dan Nona Novia untuk masuk " ucap sang sekretaris sambil berjalan menuju ruangan CEO
Tok tok tok
" Permisi Tuan ada Nona Cyintia dan Novia " ucap sang sekretaris sambil mengetok pintu dan meminta izin untuk masuk
" Masuk " ucap Sang CEO dari dalam
" kenapa suara Ayah seperti sedang marah ya" ucap batin Cyintia
" Aya......" ucap Cyintia terputus ketika melihat seseorang yang dia kenal berada di ruangan sang Ayah
" Ada apa mereka kesini?? Atau jangan jangan kan aku sudaha menjelaskan bahwa itu semua salah paham apa Djody tidak menjelaskan ya??? Tapi ya sudahlah mana mungkin itu hanya fikiran ku saja, mungkin saja memang sang Ayah sedang ada urusan " ucap batin sang Cyintia yang terus terpaku melihat kedua orang tersebut
" Tia.. tiaa " panggil Novia kepada Cyintia yang masih terpaku di depan pintu dan tidak berjalan ke arah sang Ayah
" Ha.. Iya Via " ucap Cyintia yang tersadar
" Mm.. Maaf menganggu aku akan menunggu di ruang sebelah " ucap Cyintia menundukan kepala dan beranjak pergi mengajak Novia untuk keluar dari ruangan sang Ayah
" Tidak, kamu harus disini Cyintia " ucap tegas sang Ayah yang menahan sesuatu
" Tapi Yah... " ucap Cyintia yang sudah merasakan aura tidak enak disekitarnya
" Ada hal yang harus kamu bicarakan dan kamu dengar disini Tia " ucap tegas sang Ayah
" Tia.. kamu tunggulah disini biar aku yang menunggu diluar " ucap Novia yang merasakan memang ada hal pribadi yang harus mereka semua bicarakan
__ADS_1
" Permisi Om " ucap Novia pamit kepada sang Ayah Tomi dan segera beranjak dari ruangan tersebut
.
.
.
.
.
.
--‐-----------------------------------------------------------
Nb : yups yups kalian pasti pada penasarankan gimna ending yaa haha..
Atau bisa jdi thor kok cepet bangatt alur ceritanya gini maju mundur maju mundurr...
yaa itu karena aku harus menjelaskan secara detail tentang siapa tokoh tokohnya haha..
Tenangg.. tenang para readers ...
Disini baru ada satu konfliknya haha nty akan kita lanjut lagi yaa...
Tunggu aja keseuruannyaa yuhuuuuu..
Hay hayyy para readerrss..
Nama saya sindy tapi biasa dipanggil cenen. Pasti kalian binggung kann kenapa dipanggil cenen jauh bangatt dari nama aslii kenapa karna ada suatu kejadian yang kalau diceritakan akan panjangggg ceritaanyaaa dan nty malah cerita novel pertamakuu akan jadi ceritakuhh haha...
Ini adalah novel pertama ku tentang imajinasikuhh maaf yaa para readers kalau ada penulisan atau kosa kata yang jelas ...
Tolong bantu diberi komentar dan masukan agar saya bisa lebih baik lagiii...
Semoga kalian suka dengan novel pertamaa kuhh jangan lupa kasih likee dan coment dan vote ya guys biar semangatt update ke episode selanjutnyaaa..
Terimakasihhh para readers tersayanggg....
__ADS_1
Luv luvv luvv 💕💕💕