Menikahi CEO Dingin

Menikahi CEO Dingin
Episode 78


__ADS_3

Djody yang melihat hal tersebut pun langsung menghampiri Cyintia dan mengendongnya ala Bridal Syle menujubkamar mandi. Setelah itu ia meninggalkan Cyintia di kamar mandi dan segera beranjak keluar.


" Ah shittt " ucap Djody segera mengambil baju gantinya dan memutuskan mandi di kamar sebelah.


 x@^^@x


Cyintia dsn Djody memutuskan sarapan di balkon atas villa tersebut. Cyintia berdiri di dekat pembatas balkon tersebut. Kedua matanya menyampu keindahan pantai Bali tersebut. Suasana di Bali sangat disukain oleh Cyintia, degan hembusan ombak dari pantai tersebut dan suasana yang tenang dan udara yang menyejukan.


" Djody pemandangannya sangat indah sekali " ucap Cyintia sambil merentangkan kedua tangannya sambil menghirup dalam dalam udara tersebut


" Bukannya kau lapar? Ayo cepat kemari dan makanlah " ucap Djody menarik tangan Cyintia dan mengajaknya duduk dimeja yang memang sudah disiapkan begitu banyak makanan disana.


Cyintia duduk berhadapan dengan Djody dan memperhatikan Djody yang sedang mengikis lengan bajunya karena saat itu Djody mengenakan kemeja panjang berwarna hitam.


" Hem .. kenapa aku bisa senyaman ini dengan Djody padahal dahulu dengan Ronald saja yang notabane ya sudah lama sekali bersama tidak senyaman rasa ini saat ini. Dan semalem akhirnya Djody meminta hakknya padaku dan aku memberikannya begitu saja " batin Cyintia sekaligus tidak berkedip memperhatikan Djody, Djody pun mengetahui bahwa pada saat ini Cyintia sedang memperhatikannya.


" Ada apa kau menatapku seperti itu? Apa yang kau fikirkan? " tanya Djody yang memang tidak bisa menebak pikiran Cyintia


" Tidak siapa juga yang menatapmu " ucap Cyintia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia mulai mengambil makanan untuk Djody dan dirinya sendiri.


Cyintia dan Djody mulai menyantap makanan mereka dan menikmati semilir angin yang menari nari mengoyangkan beberapa pohon kelapa disana, hingga membuat rambut Cyintia yang tergerai menjadi berantakan.


Djody makan secara perlahan lahan sembari memperhatikan Cyintia yang sedang makan dengan begitu lahapnya seperti orang yang benar benar kelaparan. Tiba tiba senyuman kecil muncul di wajah Djody sambil memikirkan apa yang telah terjadi sehingga membuat Cyintia kelaparan seperti ini.


" Ehm.. Djody .. " panggil Cyintia di sela sela makannya


" Hm.. " jawab Djody yang memang sudah selesai makan dan sedang memainkan ponselnya


" Dimana Bunda Daddy Mamah Ayah Zayn Novia dan eh.. pa..pa Jordan ? " tanya Cyintia membuat Djody menaikan satu alisnya


" Dia sudah memikirkan semunya dan memilih menerimanya dia juga sudah menemukan nama panggilan yang tepat untuk Paman Jordan " batin Djody sambil menatap Cyintia

__ADS_1


" Haloo lohaa haloo ...." ucap Cyintia sambil menggoyangkan salah satu tangannya di wajah Djody yang sempat diam menatapnya


" Ehmm iya kenapa? " ucap Djody tersadar


" Huh kenapa kau bengong menatapku? Aku bertanya yang lainnya keluarga kita pada kemana?? " tanya Cyintia yang memang agak sebal mengulang pertanyaannya


" Oh.. mereka semua sudah pulang pagi tadi? " jawab Djpdy santai


" Apaaa??? " ucap Cyintia sedikut tersedak dan Djody pun segera memberikan segelas air minum kepada Cyintia


" Kau bisa tidak makan pelan pelan dan lain kali jangan berbicara atau berteriak ketika sedang makan..! " seru Djody sembari mengelus punggung Cyintia


" Ba..ik Maafkan aku, Aku hanya kaget ketika kau bilang semua keluarga sudah kembali dan kita masih disini ... " ucap Cyintia


" Oh itu, kan memang jadwal kita pulang pagi karena memang Ayah dan aku sedang ada urusan dengan Klien " ucap Djody santai


" Apa?? Lalu kenapa kita masih disini? " tanya Cyintia membuat Djody kesal dengan pertanyaannya


" Kau fikir apa yang tadi pagi kita lakukan " seru Djody membuat Cyintia terkesiap dan wajah Cyintia memerah.


" Oh.. Lalu kenapa yang lain tidak berpamitan kepada kita? " tanya Cyintia kembali sedih karena kemaren dia benar benar merasa bersalah bersikap sedikit acuh dengan Paman Jordan tidak dia adalah Ayah kandungku Papa Jordan maksudnya.


Djody yang melihat ada raut kesedihan pada wajah Cyintia pun mengerti bahwa Cyintia ingin bertemu dengan Ayah kandungnya.


" Tadi sempat Bunda datang ke kamar karena aku melihat kau begitu kelelahan aku pun begitu, jadi Bunda hanya pamit kepadaku dan aku meminta maaf bahwa aku dan kau akan menyeusul pulang nanti dan urusan bisnis ku dengan Klien sudah ku minta untuk ku tunda pada sekretarisku " Jelas Djody yang menjelaskan kepada Cyintia


" Baiklah " ucap Cyintia yang sedikit kecewa dan segera berlalu meninggalkan Djody yang masih berada di Balkon tersebut.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


‐-----------------------------------------------------------


Nb : yups yups yey kalian pasti pada penasarankan gimna ending yaa haha..


Atau bisa jdi thor kok cepet bangatt alur ceritanya gini maju mundur maju mundurr...


yaa itu karena aku harus menjelaskan secara detail tentang siapa tokoh tokohnya haha..


Tenangg.. tenang para readers ...


Disini baru ada satu konfliknya haha nty akan kita lanjut lagi yaa...


Tunggu aja keseuruannyaa yuhuuuuu..


Hay hayyy para readerrss..


Nama saya sindy tapi biasa dipanggil cenen. Pasti kalian binggung kann kenapa dipanggil cenen jauh bangatt dari nama aslii kenapa karna ada suatu kejadian yang kalau diceritakan akan panjangggg ceritaanyaaa dan nty malah cerita novel pertamakuu akan jadi ceritakuhh haha...


Ini adalah novel pertama ku tentang imajinasikuhh maaf yaa para readers kalau ada penulisan atau kosa kata yang jelas ...


Tolong bantu diberi komentar dan masukan agar saya bisa lebih baik lagiii...


Semoga kalian suka dengan novel pertamaa kuhh jangan lupa kasih likee dan coment dan vote ya guys biar semangatt update ke episode selanjutnyaaa..

__ADS_1


Terimakasihhh para readers tersayang


luvv luvv luvvv 💕💕💕💕


__ADS_2