
Erza dan yang lain bersiap bertarung
"Bertambah satu orang itu tidak akan mengubah apa pun" Kata raja serigala
"Oh benarkah" Kata erza
"Jika kau tidak percaya maka akan kubuktikan bocah" Kata raja landak raksasa
"Bocah ini berani kurang ajar dengan tuan" Kata leo dengan marah
"Tenanglah leo biar aku saja yang melawannya" Kata erza
"Baiklah tuan" Kata leo
Landak pum menyerang menggunakan durinya, tapi erza berhasil menghindar, erza langsung membalas menggunakan teknik perangkap air, landak pun terperangkap didalam air.
"Hey bocah kau pikir kau bisa mengalahkan aku hanya karena kau memerangkap ku didalam sini" Kata raja landak raksasa
"Aku belum selesai" Kata erza
Erza langsung menggunakan teknik telapak petir dan menggarahkan ke perangkap air itu, yang membuat raja landak raksasa tersengat oleh listrik, dan membuatnya pingsan.
"Bocah kurang ajar" Kata raja serigala
Serigala menyerang erza tapi dihadang oleh riko.
"Lawan mu adalah aku" Kata riko
"Bocah sombong" Kata raja serigala
Serigala pun menyerang riko menggunakan cakarnya tapi berhasil di tahan oleh riko menggunakan tombaknya, serigala dan riko mundur.
"Boleh juga kau bocah" Kata raja serigala
"Kau juga sama" Kata riko
__ADS_1
Riko menyerang serigala menggunakan teknik tusukan tombak petir, tapi serigala berhasil menghindar, serigala membalas menggunakan teknik seribu cakaran, teknik ini berhasil membuat luka ditubuh riko.
"Hanya segitu kemampuan mu" Kata raja serigala
"Sial" Kata riko
Riko langsung menyerang serigala menggunakan tombaknya, tapi berhasil dihidari oleh serigala.
"Kau itu sanggat lambat, kau tidak mungkin bisa melukai ku" Kata raja serigala sambil menghindari serangan riko
"Apa kau bilang" Kata riko
Riko mengangakat tombaknya
"Teknik dewa petir" Kata riko
Petir pun menyambar tombak riko, yang membuat tubuh riko mengalirkan aura petir disekucur tibuhnya
"Teknik apa itu?" Kata erza
Riko menyerang serigala dengan membabi buta dan melukai tubuh serigala, serigala membalas dengan teknik seribu cakaran, tapi berhasil ditepis oleh riko menggunakan tombaknya. Riko kembali menyerang serigala menggunakan teknik tusukan tombak petir dan berhasil membuat serigala mengalami luka parah.
Serigala yang terluka parah pingsan, ular yang melihat itu berusaha kabur secara, tapi berhasil dihadang oleh aneska.
"Mau kemana kau" Kata aneska
Ular menyerang aneska, menggunakan gas beracun, saat ular sudah yakin aneska sudah mati, tiba-tiba aneska muncul di atas dan membuat ular terkejut.
"Bagaimana mungkin, aku melihat kau sudah terkena gas beracun ku" Kata raja ular raksasa
"Kau pikir apa gunanya masker ini, ya untuk melindungi diri dari gas beracun" Kata aneska
Ular pun berusaha untuk menggigit aneska, tapi aneska berhasil menghindar dan menyerang dengan melempar pisaunya ke arah ekornya ular yang membuat ular kesakitan
"Tolong lepaskan itu, tolong" Kata raja ular raksasa
__ADS_1
Aneska pun melepaskan pisaunya
Erza dan yang lainnya pun membangunkan landak dan
serigala.
Setelah landak dan serigala bangun
"Sesuai perjanjian kita, jika kalian kalah kalian akan menjadi pengikut kami" Kata erza
"Tuan, kami bersedia menjadi pengikut kalian" Kata serigala, landak, ular
"Riko kau pilihlah, siapa yang ingin kau jadikan pengikut" Kata erza
Riko memilih serigala sebagai pengikutnya, riko meneteskan darahnya, dan memberi nama
Alarick.
"Baiklah sekarang aneska" Kata erza
Aneska memilih ular sebagai pengikutnya, aneska meneteskan darahnya, dan memberi nama Ghidorah.
"Baiklah yang terakhir amanda" Kata erza
"Eh, aku juga dapat" Kata amanda
"Tentu saja, aku sudah memiliki pengikut jadi kuserahkan landak ini kepada" Kata erza
"Baiklah" Kata amanda
Amanda memilih landak sebagai pengikutnya, amanda meneteskan darahnya, dan memberi nama Reko
"Baiklah, sekarang semua sudah ada pengikut, sekarang kita tinggal mencari bunga lotus es" Kata erza
"Tuan erza, kami memiliki bunga itu, didesa zodiak, bagaimana jika mengambilnya yang disana saja" Kata Alarick
__ADS_1
"Baiklah kita akan mengambilnya" Kata erza