Menjadi Pahlawan Di Dunia Lain

Menjadi Pahlawan Di Dunia Lain
Chapter 4


__ADS_3

Diperjalanan menuju kota gara


"Hei arumi kenapa kau melihat ke arah erza terus" Kata alice


"Eh...aku tidak melihatnya, siapa juga yang melihatnya" Kata arumi dengan wajah yang merona


"Hehehe...sudahlah jangan membohongiku aku sudah berteman dengan mu sejak kecil, jadi aku tau sifatmu" Kata alice sambil menggoda arumi


"Aku sudah bilang bahwa aku tidak melihatnya" Kata arumi dengan nada sedikit kesal


"Baiklah-baiklah jangan marah arumi" Kata alice


Sesampai di kota gara


"Hey erza, apakah sudah ada tempat tinggal" Kata roy


"Belum aku adalah seorang pengembara sebelumnya jadi ini adalah kali pertama aku ke kota gara" Kata erza


Roy pun mendekat ke arumi dan meminta tolong


"Arumi tolong kau antarkan erza ketempat penginapan disini, biar kami yang melaporkan misi kita di guild" Kata roy


"ini ke sempatkan yang bagus arumi, kau bisa dekat dengan erza dan mengobrol dengannya" Kata alice


Arumi pun menyetujuinya, diperjalanan menuju ke penginapan. Karena suasana terlalu canggung arumi pun mulai membuka pembicaraan, dengan malu-malu arumi pun mulai membuka pembicaraan


"Erza darimana kau berasal?" Kata arumi


"Dari tempat yang sangat jauh dan bisakah tidak menyinggung tentang hal ini lagi" Kata erza


"Ah maafkan aku apa aku mengganggumu" Kata arumi


"Tidak apa-apa" Kata erza


"Kita sudah sampai erza, kalau begitu aku pergi dulu" Kata arumi dengan wajah sedih

__ADS_1


Erza yang merasa telah membuat arumi sedih pun, erza pun mengajak arumi jalan-jalan


"Arumi apa kau bisa mengajak ku berkeliling kota besok" Kata erza


Arumi yang mendengar hal tersebut langsung senang


"Iya tentu saja" Kata arumi dengan terseyum


Keesokan harinya pun arumi mengajak erza berkeliling


"Terimakasih sudah mengajak ku jalan-jalan" Kata erza


"Tidak apa-apa, aku juga sedang tidak ada kegiatan"


Arumi pun menjelaskan setiap tempat yang ada di kota, tak beberapa lama kemudian erza melihat anak kecil setengah sehewan yang sedang dimarahi oleh dan dipukuli oleh seseorang pedagang.


Erza Yang Melihat Itu Langsung Mendekat Dan Menghentikan Orang Tersebut Memukulnya.


"Berhenti Memukulinya, Memangnya Apa Salahnya Sampai Kau Pukul Dia" Kata Erza


"Memangnya berapa yang harus dibayar" Kata erza


"10 koin perunggu" Kata erza


"Aku yang akan membayarnya" Kata erza


Erza pun membayarnya, dan bertanya ke anak kecil itu


"Siapa namamu adik" Kata erza


"Namaku gio" Kata gio


"Kenapa kau mencuri gio" Kata arumi


"Aku terpaksa jika aku tidak mencuri adik ku akan kelaparan" Kata gio

__ADS_1


"Dimana adik-adik mu gio apakah boleh aku ketempat mu" Kata erza


"Tentu saja boleh tuan" Kata gio


Gio pun mengantar erza dan arumi ke tempat adiknya.


"ini tempat kami tinggal" Kata gio


Erza pun menanyakan nama adiknya gio


"Gio siapa nama adik mu" Kata erza


"Nama adikku adalah nana" Kata gio


"Dimana orang tua kalian" Kata erza


"Orang tua kami telah meninggal, karena dibunuh oleh monster dihutan demi menyelamatkan kami " Kata erza


Erza yang tidak tega melihat kondisi gio dan adiknya pun mengangkat mereka sebagai adiknya


"Gio,nana apakah kalian mau menjadi adik angkat ku" Kata erza


"Apakah tuan serius" Kata gio


"Iya aku serius apa kalian mau" Kata erza


"Ya kami mau" Kata gio


"Kak apa kamu kakak barunya kami" Kata nana


"Ya, aku adalah kakak barunya kalian" Kata erza


Erza pun langsung mengelus kepala nana dan menggendongnya.


"Ayo kita pulang" Kata erza

__ADS_1


Erza, arumi, dan yang lain pun pulang.


__ADS_2