Menjadi Pahlawan Di Dunia Lain

Menjadi Pahlawan Di Dunia Lain
Chapter 6


__ADS_3

Keesokan harinya


Erza yang mau pergi ke tempat guild, tiba-tiba di hadang oleh nana yang ingin ikut erza


"Kakak nana mau ikut" Kata nana


"Nana, kakak hanya pergi sebentar saja" Kata erza.


"Iya, nana kan aku ada kita bisa bermain bersama" Kata gio


"Tidak, kakak tidak boleh pergi jika tidak mengajak nana, nana mau main sama kak erza" Kata nana


Erza yang bingung karena nana tidak mengizin dia pergi, tiba-tiba tigris berbicara ke erza


"Tuan biar aku saja yang menemani nana bermain" Kata tigris


"Kau serius tigris" Kata erza


"Iya tuan" Kata erza


"Baiklah, tapi kau itu sangat besar jika aku mengeluarkan kamu nana bisa-bisa ketakutan" Kata erza


"Tuan tenang saja aku bisa jadi kecil, sekecil kucing" Kata tigris


"Baiklah" Kata erza


Erza pun mengeluarkan tigris, dan menyembuyikannya dibelakang tubuhnya


"Nana, bagaimana kalau main sama temannya kakak" Kata erza


"Temannya kakak dimana" Kata nana


Erza pun menunjukan tigris yang sudah menjadi kecil


"Uwaa...lucu sekali" Kata nana


"Dia temannya kakak namanya tigris, dia juga bisa bicara, jika nana mau cerita bisa sama dia" Kata erza


"Uwaa...hebat" Kata nana


"Apakah sekarang kakak boleh pergi nana" Kata erza


"Iya boleh" Kata nana


"Gio, jaga nana baik-baik ya" Kata erza


"Iya, kakak tenang saja aku akan menjaga nana" Kata gio


"Tigris, jaga baik-baik mereka" Kata erza menggunakan telepati


"Baik tuan" Kata tigris menggunakan telepati


Erza pun pergi ketempat guild


Di tempat guild

__ADS_1


Erza langsung pergi ke buletin, dan melihat misi yang tidak di usik oleh orang lain. Erza pun melihat misi itu


"Misi membunuh serigala bertanduk dua hadiah 10 koin emas" Kata erza


"Tuan, serigala bertanduk dua itu hewan yang lemah bagi kita tapi sangat kuat bagi petualang lain" Kata leo


"Baiklah, kita akan mengambil misi ini" Kata erza


Erza pun mengambil misi itu, tapi dari belakang ada yang sedang membicarakannya.


"Nyonya aku mau mengambil misi ini" Kata erza


"Apakah tuan yakin, jika tuan bisa menyelesaikan misi ini, tuan bisa langsung dipromosikan ke kelas B" Kata nyonya pelayan


"Ya, aku yakin" Kata erza


"Baiklah tuan" Kata nyonya pelayan


"Lihat, orang bodoh itu, dia mengambil misi yang paling sulit" Kata petualang lain


"Iya, sangat bodoh diambil misi yang bahkan tidak bisa diselesaikan oleh petulang kelas B" Kata petualang lain


"Biarkan saja dia" Kata petualang lain


Erza tidak menghiraukan mereka dan pergi untuk menyelesaikan misinya


Sampai di hutan


"Mereka ada 6" Kata erza


Saat erza mau maju tiba-tiba leo dan arend berbicara ke erza


"Iya, tuan kami mulai merasa tubuh kami mulai melemah karena sudah beberapa bulan tidak bertarung


"Baiklah" Kata erza


Arend dan leo pun maju melawan mereka


15 menit kemudian


"Tuan kami sudah selesai" Kata arend


"Baiklah, aku akan memasukan kalian lagi" Kata erza


Erza pun mengambil tandung para serigala itu sebagai bukti


"Akhirnya selesai juga misi ini, saatnya pulang


Tapi saat erza mau pergi dari gua para serigala. Dari sebelah kiri di dalam hutan erza mendengar suara pertarungan. Erza pun mencari sumber suara itu dan dia menemukan sumber suara itu, ternyata itu karena pertarungan antara seorang petualang dan seekor monster


"Tuan itu raja orc" Kata leo


"Apa itu raja orc?" Kata erza


"Raja orc adalah salah satu raja para monster. Mereka sedikit lebih kuat dari kami

__ADS_1


"Gruoahhh... Manusia lemah matilah" Kata raja orc


Petualang yang sudah tidak bisa melawan karena sudah mengalami luka yang saat parah akhirnya pasrah.


Erza yang melihat petualang itu tidak


bisa bertarung lagi langsung menahan serangan raja orc itu


"Siapa yang berani menahan serangan ku" Kata raja orc


"Aku" Kata erza


Petualang yang terluka itu yang sudah melihat wajah erza pun, jatuh dan pingsan karena kehabisan banyak darah.


"Siapa kau" Kata raja orc


"Hanya seorang petualang yang kebetulan lewat" Kata erza


Erza pun langsung mengeluarkan leo dan arend


"Apa, apa yang kalian lakukan disini" Kata raja orc dengan terkejut


"Kami hanya mengikuti tuan kami" Kata leo


"Tuan, bocah ini tuan kalian. Hahahaha kalian sudah kehilangan harga diri ya sampai-sampai menjadikan bocah itu tuan kalian.


"Kau tidak tau seberapa kuatnya tuan kami" Kata arend


"Majulah aku akan melihat kekuatan kalian" Kata raja orc


Leo pun langsung menembakakan bola api dari mulutnya, tapi berhasil di hadang oleh pedangnya raja orc. Arend yang melihat itu langsung mengeluarkan kibasan level 2 nya dan berhasil melukai raja orc


Raja orc pun marah, dan langsung mengayunkan pedangnya ke arend tapi berhasil ditahan oleh erza. Erza dan raja orc akhirnya beradu pedang dan akhirnya keduanya mundur


"Kau kuat juga bocah" Kata raja orc


Erza pun langsung menggunakan langkah kilat dan berada telat di depan mata raja orc dan langsung menusuk mata sebelah kiri raja orc


"Aaarrggh...mata kiri ku" Kata raja orc


Raja orc pun menyerang erza dan berhasil membuat erza terpental mundur


"Aku harus lari jika tidak aku akan kalah oleh mereka" Kata raja orc di dalam hati


Raja orc pun melarikan diri


"Dasar penakut" Kata leo


"Tuan, apakah perlu kita kejar" Kata arend


"Tidak perlu lebih baik kita tolong orang ini dulu" Kata erza


"Tuan lihat plakatnya dia petualang kelas S" Kata leo


"Dan coba lihat identitasnya" Kata arend

__ADS_1


Erza pun mengecek identitasnya dan ternyata namanya adalah riko


Erza pun langsung menggendongnya dan membawanya keluar dari hutan


__ADS_2