Menjadi Pahlawan Di Dunia Lain

Menjadi Pahlawan Di Dunia Lain
Chapter 2


__ADS_3

Keesokan harinya. Erza dan yang lainnya memutuskan untuk pergi ke kota


"Oh ya bagaimana cara membawa kalian ke kota, tidak mungkin membawa kalian dengan seperti ini" Kata erza


"Tuan tenang saja kami bisa masuk ketubuh anda" Kata arend


"Baimana caranya" Kata erza


"Bukankah ditangan kanan tuan ada sebuah simbol bintang, itu adalah rumah kami sekarang" Kata arend


"Tapi bagaimana cara memasukan kalian kedalam sana" Kata erza


"Tuan hanya perlu bilang masuk, maka kami akan otomatis masuk, dan jika tuan ingin berbicara dengan kami tuan hanya perlu berbicara seperti biasa dan kami akan otomatis merespon" Kata arend


Erza pun memasukan mereka kedalam simbol bintang dan pergi.


Disetengah jalan erza bertanya ke leo tentang kota yang didatangi


"Leo, kota apa yang kita akan datangi" Kata erza


"Maaf tuan saya kurang tahu tapi arend mungkin tahu" Kata leo


Erza pun bertanya kepada arend, tentang kota yang akan mereka datangi.


"Tuan kita akan ke kota gara Ibukota dari kerajaan taruma" Kata arend


"Siapa raja dari kerajaan ini?" Kata erza


"Raja dari kerajaan taruma adalah raja vasilias waliss, dia raja yang bijaksana dia sering membantu rakyatnya yang sedang butuh pertolongan" Kata arend


Erza yang lagi bicara dengan arend tiba-tiba erza melihat sebuah desa didalam hutan, erza pun bertanya kepada arend


"Arend kenapa ada sebuah desa disini" Kata erza


"Tuan sebenarnya desa ini desa baru, orang-orang yang membangun adalah orang yang pernah diusir dari ibukota" Kata arend


"Berarti mereka orang yang jahat?"


Kata erza


"Tidak tuan, orang yang disini adalah orang yang baik. Mereka diusir dari ibukota karena tidak memiliki tempat tinggal sebab itu mereka membuat disini" Kata arend


"Kenapa mereka membuat desa didalam hutan, bukankah mereka bisa membuat di dalam ibukota" Kata erza


"Itu karena disini mereka bisa menagkap hewan untuk di manakan" Kata arend


Erza yang melihat keadaan warga yang ada didesa itu yang terlihat kurus. Erza pun meyumbangkan 90% kekayaan yang dimiliki erza


"Tuan apakah tidak apa-apa meyumbangkan 90% kekayaan tuan" Kata arend


"Tidak apa-apa kita bisa menghangsilkan uang di ibukota nanti


Tak lama setelah pembicaraan antara erza dan arend. Mereka berhasil keluar dari hutan, tapi erza pun melihat ada 4 orang yang sedang bertarung melawan ogre dan goblin.


"Siapa mereka, mereka melawan sekelompok ogre dan goblin" Kata erza


"Tuan sepertinya mereka adalah guild party" Kata arend


"Guild party apa itu?" Kata erza


"Tuan guild party adalah kumpulan dari para petualang yang mencari uang dengan menyelesaikan misi, dan uang yang mereka dapat sesuai dengan seberapa sulit misi itu" Kata arend


"Mereka terlalu kuat dan sangat banyak" Kata orang guild party


Disaat erza sedang melihat orang-orang dari guild party bertarung, mata erza tiba-tiba tertuju ke seorang wanita cantik yang juga sedang bertarung melawan orge, tapi karena kekuatan orge itu lebih kuat dari wanita itu, wanita itu terkena serangan dan terlempar keatas.


Erza yang melihat itu, langsung keluar dari tempat persembuyiannya dan melompat menyelamatkan wanita itu, setelah berhasil menangkap wanita itu erza langsung menurunkannya dan menyerang para orge.

__ADS_1


Erza menebas orge yang menyerang wanita tadi dan membunuh orge lainnya.


"Apakah masih ada yang mau pertarung" Kata erza


Para goblin yang melihat hal itu langsung melarikan diri, erza langsung menuju wanita yang dia selamatkan tadi


"Apa kau baik-baik saja" Kata erza


"Ya, aku baik-baik saja. Terimakasih karena telah menyelamatkan ku tadi


"Terimakasih karena telah menyelamatkan yeman ku yadi" Kata pria yang temannya diselamatkan


"Tidak usah dipikirkan perkenalkan aku erza"


"Aku roy dan wanita yang kau selamatkan tadi bernama arumi,


dan mereka berdua alice dan chiko" Kata roy


" Oh ya bagimana kalian bisa diserang oleh para goblin dan orge" Kata erza


"Kami mendapatkan misi untuk menghentikan para goblin masuk ke ibukota, tapi tidak terduga para goblin juga membawa orge dalam jumlah yang banyak kami bukan lawan mereka" Kata roy


"Erza, apa kau ingin pergi ke ibukota. Bagaimana kalau kita pergi bersama kami juga ingin kembali ke ibukota" Kata roy


"Baiklah" Kata roy


Diperjalanan menuju kota gara


"Hei arumi kenapa kau melihat ke arah erza terus" Kata alice


"Eh...aku tidak melihatnya, siapa juga yang melihatnya" Kata arumi dengan wajah yang merona


"Hehehe...sudahlah jangan membohongiku aku sudah berteman dengan mu sejak kecil, jadi aku tau sifatmu" Kata alice sambil menggoda arumi


"Aku sudah bilang bahwa aku tidak melihatnya" Kata arumi dengan nada sedikit kesal


Sesampai di kota gara


"Hey erza, apakah sudah ada tempat tinggal" Kata roy


"Belum aku adalah seorang pengembara sebelumnya jadi ini adalah kali pertama aku ke kota gara" Kata erza


Roy pun mendekat ke arumi dan meminta tolong


"Arumi tolong kau antarkan erza ketempat penginapan disini, biar kami yang melaporkan misi kita di guild" Kata roy


"ini ke sempatkan yang bagus arumi, kau bisa dekat dengan erza dan mengobrol dengannya" Kata alice


Arumi pun menyetujuinya, diperjalanan menuju ke penginapan. Karena suasana terlalu canggung arumi pun mulai membuka pembicaraan, dengan malu-malu arumi pun mulai membuka pembicaraan


"Erza darimana kau berasal?" Kata arumi


"Dari tempat yang sangat jauh dan bisakah tidak menyinggung tentang hal ini lagi" Kata erza


"Ah maafkan aku apa aku mengganggumu" Kata arumi


"Tidak apa-apa" Kata erza


"Kita sudah sampai erza, kalau begitu aku pergi dulu" Kata arumi dengan wajah sedih


Erza yang merasa telah membuat arumi sedih pun, erza pun mengajak arumi jalan-jalan


"Arumi apa kau bisa mengajak ku berkeliling kota besok" Kata erza


Arumi yang mendengar hal tersebut langsung senang


"Iya tentu saja" Kata arumi dengan terseyum

__ADS_1


Keesokan harinya pun arumi mengajak erza berkeliling


"Terimakasih sudah mengajak ku jalan-jalan" Kata erza


"Tidak apa-apa, aku juga sedang tidak ada kegiatan"


Arumi pun menjelaskan setiap tempat yang ada di kota, tak beberapa lama kemudian erza melihat anak kecil setengah sehewan yang sedang dimarahi oleh dan dipukuli oleh seseorang pedagang.


Erza Yang Melihat Itu Langsung Mendekat Dan Menghentikan Orang Tersebut Memukulnya.


"Berhenti Memukulinya, Memangnya Apa Salahnya Sampai Kau Pukul Dia" Kata Erza


"Dia mencuri dagangan ku" Kata seorang pedagang


"Memangnya berapa yang harus dibayar" Kata erza


"10 koin perunggu" Kata erza


"Aku yang akan membayarnya" Kata erza


Erza pun membayarnya, dan bertanya ke anak kecil itu


"Siapa namamu adik" Kata erza


"Namaku gio" Kata gio


"Kenapa kau mencuri gio" Kata arumi


"Aku terpaksa jika aku tidak mencuri adik ku akan kelaparan" Kata gio


"Dimana adik-adik mu gio apakah boleh aku ketempat mu" Kata erza


"Tentu saja boleh tuan" Kata gio


Gio pun mengantar erza dan arumi ke tempat adiknya.


"ini tempat kami tinggal" Kata gio


Erza pun menanyakan nama adiknya gio


"Gio siapa nama adik mu" Kata erza


"Nama adikku adalah nana" Kata gio


"Dimana orang tua kalian" Kata erza


"Orang tua kami telah meninggal, karena dibunuh oleh monster dihutan demi menyelamatkan kami " Kata erza


Erza yang tidak tega melihat kondisi gio dan adiknya pun mengangkat mereka sebagai adiknya


"Gio,nana apakah kalian mau menjadi adik angkat ku" Kata erza


"Apakah tuan serius" Kata gio


"Iya aku serius apa kalian mau" Kata erza


"Ya kami mau" Kata gio


"Kak apa kamu kakak barunya kami" Kata nana


"Ya, aku adalah kakak barunya kalian" Kata erza


Erza pun langsung mengelus kepala nana dan menggendongnya.


"Ayo kita pulang" Kata erza


Erza, arumi, dan yang lain pun pulang.

__ADS_1


__ADS_2