
nama ku mentari ,ayah ku bilang aku lahir di saat mentari terbit di pagi hari,menghangatkan ,selalu bersinar dan ceria
tetapi aku memang seperti mentari yg selalu sendiri dan kesepian
karena ibuku yang seharus nya menemaniku , dia telah pergi ketika melahirkan aku
kadang aku berfikir aku lah pembunuh ibu ku,karena ibu melahirkan ku, ayah ku harus kehilangan cinta nya
tetapi ayah selalu bilang ,itu sudah menjadi takdir nya
jadi ,sejak itu aku di rawat dan di besarkan oleh ayah ku seorang diri
memandikan ku , merawat ku ,menjaga ku ,menyuapi ku ,menghibur ku ketika ku sedih ,bermain bersama di taman bermain dekat rumah ku, dan mengajarkan ku apa itu artinya kehidupan
Kadang aku berfikir ,apakah belaian kehangatan telapak tangan ibu sama seperri ayah ?
kami berdua sangat bahagia, kadang aku berrfikir akan lebih baik jika terus bisa seperti itu
ayah selalu membawaku ke makam ibu ,setiap ayah merindukan nya ,lalu berdoa , kemudian bercerita di hadapan makam ibu bahwa kami berdua hidup dengan sangat baik
tetapi sejak umur ku 7 tahun sinar mentari itu perlahan memudar karena ayah selalu meninggalkan ku untuk bekerja
bekerja tiada henti ,bekerja tanpa memperdulikan kesehatan nya,kata ayah jika ia lengang sedikit saja akan teringat kepada ibuku ,itu sebab nya ayah menjadi gila kerja untuk mengalihkan fikiran nya
untuk mehilangkan ke gundahan di hati ku karena kesepian,aku hanya bisa meluangkan waktu ku untuk berlatih piano sepeninggalan ibu ku
saking sering nya aku kesepian semakin sering pula aku memainkan nya hingga aku sangat mahir bermain piano peninggalan ibu ku itu
ayah ku bilang ,ketika ibu ku hidup, ia juga sangat lihai bermain piano
Kata ayah ,ketika aku menekan satu persatu piano itu sangat persis seperti ibu ku
__ADS_1
sedari kecil aku hanya bisa bermain sendiri ,pergi ke sekolah sendiri ,di sekolah pun aku tidak terlalu banyak memiliki teman ,karena aku iri melihat teman-teman ku yang selalu datang dengan ayah ibu mereka
sedangkan ku hanya ada seorang ayah yang selalu gila kerja dan juga seorang bibi, yaitu sepupu ayah ku yang tinggal nya tidak jauh dari rumah ku untuk sesekali melihat ku untuk mengantarkan makanan, dan memperhatikan segala kebutuhan ku di rumah
ya hanya sesekali karena kondisi keluarga nya juga tak mampu jika di tambahkan beban dengan aku
kadang ketika luang ,bibi akan mengantarkan ku hingga depan gerbang sekolahan ku
bisa di katakan di hidup ku kala itu ,aku hanya memiliki dua orang terdekat yaitu ayah dan bibi saja
di rumah ku yang tidak terlalu besar ini ,di sudut ruangan di situ ayah ku meletakan piano ibu ku
ada satu lagu kesukaan ibu ku yang selalu ku mainkan, seingat ku ketika ingatan ku sewaktu kecil mulai berfungsi, nada dan buku not itu sudah terletak di atas piano itu
jika aku rindu pada ibu ,aku akan bermain perlahan memejamkan mata untuk merasakan kehadiran nya
dan ber angan !
akan indah jika kami bertiga bisa bersama ,ayah ibu dan aku , ketika pagi sekali ibu ku akan memasak makanan kesukaan ku , kemudian membangun kan ku untuk pergi ke sekolah ,sedangkan ayah tengah sarapan kemudian berangkat bekerja
Kehidupan ku berlanjut hingga aku dewasa, lalu aku memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan
setelah aku dewasa ayah semakin tua , tetapi ia masih sama, yaitu masih gila bekerja
sebagai putri ayah ku satu-satu nya aku lah yang mengatur keuangan di dalam rumah
ini sudah terbiasa semejak usia ku 8 tahun
hasil gila kerja ayah ku ,aku bisa merenovasi rumah ,membeli motor listrik , dan membeli beberapa set piano untuk ku membuka les piano di rumah ku sendiri, lalu sisa nya aku simpan di tabungan ku
ayah ku semakin hari semakin tua ,kesehatan nya tak sperti dulu lagi ,aku hanya berharap setelah ayah berhenti dari pekerjaan nya, ayah bisa beristirahat di rumah dengan nyaman dan aman ,lalu aku akan menghidupi nya dari hasil ku mengajar les piano
__ADS_1
setelah tiga tahun aku mengajar les piano ,murid² ku semakin hari semakin berkembang dan bertambah satu persatu
hasil kerja ku selama tiga tahun ini, aku bisa memperbesar ruangan mengajar les piano ku ini
sedangkan ayah,ia telah berhenti bekerja lalu menghabiskan waktu di kampung halaman ibu ku untuk menghilangkan kerinduan nya ke pada ibu
di daerah pegunungan yang sangat dingin itu ayah bilang pertama kali bertemu dengan ibu
sangat di sayangkan ,aku selalu berfikir jika aku tidak ada,pasti ayah masih bersama wanita yang sangat ia cintai itu
kini aku di rumah benar² hanya berteman sepi ,tapi tidak selama nya sepi karena ada murid² ku yang riang gembira yang selalu menemani ku,hanya saja aku harus herpisah dengan ayah karena ayah memilih untuk menghabiskan waktu tua nya di kampung ibu
kini umur ku telah menginjak kan usia 26 tahun, usia yang telah matang untuk mencari pasangan hidup
aku bertemu se orang pria ,yang sangat istimewa dalam hidup ku
pasti nya pria yang istimewa setelah ayah ku
pertama kali aku bertemu dengan nya ,ketika aku di undang dengan murid² ku untuk menampilakan pertunjukan piano di acara pesta tahunan di kota ku
ketika aku memainkan piano itu ,aku seakan melihat sinar di mata nya
dari sudut mata ku, aku melihat bahwa pria asing itu terus tanpa henti untuk melihat ku
tetapi aku hanya bisa membalas nya dengan senyuman
setelah acara pesta selesai ,dan benar saja pria itu datang menghampiri ku untuk berkenalan
dia bilang nama nya feri
kami pun saling bertukar nomor telepon
__ADS_1
dari sejak itu ,kami saling bertukar kabar ,lalu berteman dan sangat dekat
seiring berjalan nya waktu tumbuh perasaan hangat yang semakin besar di antara kami