Mentari Terbenam Di Pulau Surga

Mentari Terbenam Di Pulau Surga
Kesepian Sejak Kecil


__ADS_3

nama ku mentari ,ayah ku bilang aku lahir di saat mentari terbit di pagi hari,menghangatkan ,selalu bersinar dan ceria


tetapi aku memang seperti mentari yg selalu sendiri dan kesepian


karena ibuku yang seharus nya menemaniku , dia telah pergi ketika melahirkan aku


kadang aku berfikir aku lah pembunuh ibu ku,karena ibu melahirkan ku, ayah ku harus kehilangan cinta nya


tetapi ayah selalu bilang ,itu sudah menjadi takdir nya


jadi ,sejak itu aku di rawat dan di besarkan oleh ayah ku seorang diri


memandikan ku , merawat ku ,menjaga ku ,menyuapi ku ,menghibur ku ketika ku sedih ,bermain bersama di taman bermain dekat rumah ku, dan mengajarkan ku apa itu artinya kehidupan


Kadang aku berfikir ,apakah belaian kehangatan telapak tangan ibu sama seperri ayah ?


kami berdua sangat bahagia, kadang aku berrfikir akan lebih baik jika terus bisa seperti itu


ayah selalu membawaku ke makam ibu ,setiap ayah merindukan nya ,lalu berdoa , kemudian bercerita di hadapan makam ibu bahwa kami berdua hidup dengan sangat baik


tetapi sejak umur ku 7 tahun sinar mentari itu perlahan memudar karena ayah selalu meninggalkan ku untuk bekerja


bekerja tiada henti ,bekerja tanpa memperdulikan kesehatan nya,kata ayah jika ia lengang sedikit saja akan teringat kepada ibuku ,itu sebab nya ayah menjadi gila kerja untuk mengalihkan fikiran nya


untuk mehilangkan ke gundahan di hati ku karena kesepian,aku hanya bisa meluangkan waktu ku untuk berlatih piano sepeninggalan ibu ku


saking sering nya aku kesepian semakin sering pula aku memainkan nya hingga aku sangat mahir bermain piano peninggalan ibu ku itu


ayah ku bilang ,ketika ibu ku hidup, ia juga sangat lihai bermain piano


Kata ayah ,ketika aku menekan satu persatu piano itu sangat persis seperti ibu ku

__ADS_1


sedari kecil aku hanya bisa bermain sendiri ,pergi ke sekolah sendiri ,di sekolah pun aku tidak terlalu banyak memiliki teman ,karena aku iri melihat teman-teman ku yang selalu datang dengan ayah ibu mereka


sedangkan ku hanya ada seorang ayah yang selalu gila kerja dan juga seorang bibi, yaitu sepupu ayah ku yang tinggal nya tidak jauh dari rumah ku untuk sesekali melihat ku untuk mengantarkan makanan, dan memperhatikan segala kebutuhan ku di rumah


ya hanya sesekali karena kondisi keluarga nya juga tak mampu jika di tambahkan beban dengan aku


kadang ketika luang ,bibi akan mengantarkan ku hingga depan gerbang sekolahan ku


bisa di katakan di hidup ku kala itu ,aku hanya memiliki dua orang terdekat yaitu ayah dan bibi saja


di rumah ku yang tidak terlalu besar ini ,di sudut ruangan di situ ayah ku meletakan piano ibu ku


ada satu lagu kesukaan ibu ku yang selalu ku mainkan, seingat ku ketika ingatan ku sewaktu kecil mulai berfungsi, nada dan buku not itu sudah terletak di atas piano itu


jika aku rindu pada ibu ,aku akan bermain perlahan memejamkan mata untuk merasakan kehadiran nya


dan ber angan !


akan indah jika kami bertiga bisa bersama ,ayah ibu dan aku , ketika pagi sekali ibu ku akan memasak makanan kesukaan ku , kemudian membangun kan ku untuk pergi ke sekolah ,sedangkan ayah tengah sarapan kemudian berangkat bekerja


Kehidupan ku berlanjut hingga aku dewasa, lalu aku memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan


setelah aku dewasa ayah semakin tua , tetapi ia masih sama, yaitu masih gila bekerja


sebagai putri ayah ku satu-satu nya aku lah yang mengatur keuangan di dalam rumah


ini sudah terbiasa semejak usia ku 8 tahun


hasil gila kerja ayah ku ,aku bisa merenovasi rumah ,membeli motor listrik , dan membeli beberapa set piano untuk ku membuka les piano di rumah ku sendiri, lalu sisa nya aku simpan di tabungan ku


ayah ku semakin hari semakin tua ,kesehatan nya tak sperti dulu lagi ,aku hanya berharap setelah ayah berhenti dari pekerjaan nya, ayah bisa beristirahat di rumah dengan nyaman dan aman ,lalu aku akan menghidupi nya dari hasil ku mengajar les piano

__ADS_1


setelah tiga tahun aku mengajar les piano ,murid² ku semakin hari semakin berkembang dan bertambah satu persatu


hasil kerja ku selama tiga tahun ini, aku bisa memperbesar ruangan mengajar les piano ku ini


sedangkan ayah,ia telah berhenti bekerja lalu menghabiskan waktu di kampung halaman ibu ku untuk menghilangkan kerinduan nya ke pada ibu


di daerah pegunungan yang sangat dingin itu ayah bilang pertama kali bertemu dengan ibu


sangat di sayangkan ,aku selalu berfikir jika aku tidak ada,pasti ayah masih bersama wanita yang sangat ia cintai itu


kini aku di rumah benar² hanya berteman sepi ,tapi tidak selama nya sepi karena ada murid² ku yang riang gembira yang selalu menemani ku,hanya saja aku harus herpisah dengan ayah karena ayah memilih untuk menghabiskan waktu tua nya di kampung ibu


kini umur ku telah menginjak kan usia 26 tahun, usia yang telah matang untuk mencari pasangan hidup


aku bertemu se orang pria ,yang sangat istimewa dalam hidup ku


pasti nya pria yang istimewa setelah ayah ku


pertama kali aku bertemu dengan nya ,ketika aku di undang dengan murid² ku untuk menampilakan pertunjukan piano di acara pesta tahunan di kota ku


ketika aku memainkan piano itu ,aku seakan melihat sinar di mata nya


dari sudut mata ku, aku melihat bahwa pria asing itu terus tanpa henti untuk melihat ku


tetapi aku hanya bisa membalas nya dengan senyuman


setelah acara pesta selesai ,dan benar saja pria itu datang menghampiri ku untuk berkenalan


dia bilang nama nya feri


kami pun saling bertukar nomor telepon

__ADS_1


dari sejak itu ,kami saling bertukar kabar ,lalu berteman dan sangat dekat


seiring berjalan nya waktu tumbuh perasaan hangat yang semakin besar di antara kami


__ADS_2