Mentari Terbenam Di Pulau Surga

Mentari Terbenam Di Pulau Surga
Aku Lelah


__ADS_3

Tak terasa waktu sebentar lagi aku harus berangkat ke diskotik


warung nasi itu pun juga sebentar lagi akan tutup


bos kedai nasi itu bilang ,jika aku masih ingin menggantikan pembantu nya yang masih sakit ,aku masih bisa datang besok siang


aku mengatakan pada bos itu bahwa aku akan datang lagi besok


aku sangat senang ,masih ada orang yang mau membantu ku di saat seperti ini


alamem membantu ku,aku tahu feri telah bertemu dengan tuhan ,mereka tak akan membiarkan ku kesusahan


bosa kedai nasi memberiku sejumlah uang


aku hitung uang nya luamayan untuk ku menambah uang yang sedang ku kumpulkan


aku bergegas kembali pulang untuk berganti pakaian ,aku tahu fiki terus membuntuti ku kemana pun aku pergi


hingga tepat pukul 7 aku tiba di diskotik itu dia tetap masih membuntutiku hingga masuk ke dalam


tetapi aku pura² tak tahu saja


aku segera menjajakn bir bir itu lagi


melihat aku menjajakn bir bir itu ada bekerja di diskotik itu ,fiki datang memarahi ku ,dia menyeret ku keluar


ia sangat marah pada ku , karena demi kembaran nya aku harus bekerja seperti ini


menurut nya pekerjaan yang aku lakukan sangat hina


ia ingin membawa ku pergi tapi aku menolak nya lagi dan lagi


lagi dan lagi dia berkata bahwa aku kini adalah tanggung jawab nya ,karena dia harus menepati janji nya pada feri


tetapi lagi dan lagi aku mengingatkan nya bahwa aku tidak ingin menjadi beban untuk nya hanya karena sebuah janji


aku ingin hubungan ku dengan nya adalah sebuah ketulusan ,jika ia tulus maka tak akan ada lagi beban yang ia pikul untuk ku


dia marah mendorongku ,memgatakan terserah ku saja


ia tak ingin memperdulikan nya lagi


dia pergi dengan penuh kebencian untuk diri ku


aku tak menghiraukan nya


aku kembali bergegas bekerja ,seperti kemarin berjalan menaiki dan menuruni anak tangga di dalam diskotik itu menjajakan bi bir itu hingga pagi hari lagi

__ADS_1


hasil nya luamayan tetapi aku kali ini begitu ekstra menaiki dan menuruni anak tangga nya hingga membuat kaki bengkak dan lecet


sakit sekali feri ,aku lelah gumam ku


tapi aku tak boleh menyerah ,sedikit lagi kerja keras ku membuahkan hasil


hari berikut nya aku kembali ke diskotik untuk bekerja dan di selingin dengan pekerjaan sambilan ku untuk bekerja di kedai nasi


aku tak tidur ,aku jarang makan ,terus berdiri dan berjalan ,kaki seperti akan patah menjadi dua ,lecet dan bengkak


tapi rasa sakit di kaki dan tubuh ku ini tak sebanding dengan sakit di hati ku karena telah di tinggal mati oleh feri


juga tak sebanding dengan penyakit yang feri idap selama hidup nya


ini bukan apa², aku kuat !


tak terasa uang yang telah ku kumpulkan masih kurang 50 juta lagi ,seharus nya dalam waktu dua hari ini aku bisa mengumpulkan nya


tapi aku merasakan sedikit pusing di kepala ku ,suhu badan ku panas ,kaki ku pun semakin bengkak


aku tak sabar ingin segera melunasi rumah itu untuk hadiah ulang tahun feri


aku mencoba untuk menguatkan diri ku kembali untuk bekerja


tapi hal yang tak di ingin kan terjadi !


aku benar² lelah karena tenaga yang harus keluarkan tiga kali lipat dari hari biasa nya ,dalam ke adaan tubuh seperti ini


darah dari kaki yang lecet mulai bertetesan di lantai


panas di badan semakin menjadi ,sesekali pemandangan akan kabur dan akan jatuh tapi aku mencoba untuk berpegangan


tepat pukul 4 pagi aku sudah tak tahan


aku tak tahan feri ! aku lelah !


aku benar² lelah ,dan jatuh


kemudian gelap seketika


ketika aku membuka kan mata aku sudah berada di rumah sakit , di antarkan oleh teman kerja ku


ia juga memberikan uang hasil kerja ku semalam yang telah di titipkan oleh bos


setelah menjaga ku ,teman kerja ku itu bergegas pergi karena ia juga belum beristirahat sejak bekerja malam tadi tambah lagi harus menjaga ku di rumah sakit


aku membuka amplop uang itu ,uang nya sudah cukup ,uang cukup

__ADS_1


aku sangat senang melihat nya ,hingga tak sabar untuk bertemu dengan notaris itu untuk melunasi pembayaran nya


rasa sakit di tubuh ku sudah terobati dengan melihat uang yang sudah cukup itu ,aku tak menghiraukan kaki yang masih luka dan berdarah itu


aku paksa untuk mencabut infus di tangan ku ,lalu aku mencoba menapakan kaki ku memang rasa mya sakit sekali


sakit bukan main


bahkan darah nya masih terus keluar


kepala ku pun masih begitu berat


tak terasa ini adalah hari terakhir ku untuk melunasi rumah itu


aku bergegas untuk bertemu dengan notaris itu


menahan rasa sakit di seluruh tubuh ku hingga aku gemetaran


akhirnya aku bertemu dengan notaris itu ,dan ia membawa ku kerumah impian feri itu


aku melunasi pembayaran nya ,kemudian notaris itu menyerahkan kunci rumah itu dan memberikan sertifikat nya pada ku


aku tak tahu harus senang atau sedih


setelah itu aku segera pergi ke kuburan feri,untuk menunjukan nya kunci rumah nya


aku menangis sejadi² nya tak tahu harus senang atau sedih


feri !aku lelah ! Lelah sekali ! lelah sampai tak ingin hidup lagi !


aku lelah !


aku berhasil ! mewujudkan impian terakhir mu


selamat ulang tahun !


selamat ulang tahun feri !


aku bawakan kunci rumah kita yang dulu kita impikan untuk tinggal di dalam nya


aku menceritakan semua yang terjadi di atas kuburan nya


Tetapi saat itu tiba² kaki ku semakin mengeluarkan banyak darah


tak hanya di kaki dari telinga dan hidung pun mengeluarkan banyak darah


sekita pemandangan gelap gulita tak tahu apa apa lagi

__ADS_1


aku hanya melihat feri datang membawa ku pergi


__ADS_2