
Tak terasa waktu sebentar lagi aku harus berangkat ke diskotik
warung nasi itu pun juga sebentar lagi akan tutup
bos kedai nasi itu bilang ,jika aku masih ingin menggantikan pembantu nya yang masih sakit ,aku masih bisa datang besok siang
aku mengatakan pada bos itu bahwa aku akan datang lagi besok
aku sangat senang ,masih ada orang yang mau membantu ku di saat seperti ini
alamem membantu ku,aku tahu feri telah bertemu dengan tuhan ,mereka tak akan membiarkan ku kesusahan
bosa kedai nasi memberiku sejumlah uang
aku hitung uang nya luamayan untuk ku menambah uang yang sedang ku kumpulkan
aku bergegas kembali pulang untuk berganti pakaian ,aku tahu fiki terus membuntuti ku kemana pun aku pergi
hingga tepat pukul 7 aku tiba di diskotik itu dia tetap masih membuntutiku hingga masuk ke dalam
tetapi aku pura² tak tahu saja
aku segera menjajakn bir bir itu lagi
melihat aku menjajakn bir bir itu ada bekerja di diskotik itu ,fiki datang memarahi ku ,dia menyeret ku keluar
ia sangat marah pada ku , karena demi kembaran nya aku harus bekerja seperti ini
menurut nya pekerjaan yang aku lakukan sangat hina
ia ingin membawa ku pergi tapi aku menolak nya lagi dan lagi
lagi dan lagi dia berkata bahwa aku kini adalah tanggung jawab nya ,karena dia harus menepati janji nya pada feri
tetapi lagi dan lagi aku mengingatkan nya bahwa aku tidak ingin menjadi beban untuk nya hanya karena sebuah janji
aku ingin hubungan ku dengan nya adalah sebuah ketulusan ,jika ia tulus maka tak akan ada lagi beban yang ia pikul untuk ku
dia marah mendorongku ,memgatakan terserah ku saja
ia tak ingin memperdulikan nya lagi
dia pergi dengan penuh kebencian untuk diri ku
aku tak menghiraukan nya
aku kembali bergegas bekerja ,seperti kemarin berjalan menaiki dan menuruni anak tangga di dalam diskotik itu menjajakan bi bir itu hingga pagi hari lagi
__ADS_1
hasil nya luamayan tetapi aku kali ini begitu ekstra menaiki dan menuruni anak tangga nya hingga membuat kaki bengkak dan lecet
sakit sekali feri ,aku lelah gumam ku
tapi aku tak boleh menyerah ,sedikit lagi kerja keras ku membuahkan hasil
hari berikut nya aku kembali ke diskotik untuk bekerja dan di selingin dengan pekerjaan sambilan ku untuk bekerja di kedai nasi
aku tak tidur ,aku jarang makan ,terus berdiri dan berjalan ,kaki seperti akan patah menjadi dua ,lecet dan bengkak
tapi rasa sakit di kaki dan tubuh ku ini tak sebanding dengan sakit di hati ku karena telah di tinggal mati oleh feri
juga tak sebanding dengan penyakit yang feri idap selama hidup nya
ini bukan apa², aku kuat !
tak terasa uang yang telah ku kumpulkan masih kurang 50 juta lagi ,seharus nya dalam waktu dua hari ini aku bisa mengumpulkan nya
tapi aku merasakan sedikit pusing di kepala ku ,suhu badan ku panas ,kaki ku pun semakin bengkak
aku tak sabar ingin segera melunasi rumah itu untuk hadiah ulang tahun feri
aku mencoba untuk menguatkan diri ku kembali untuk bekerja
tapi hal yang tak di ingin kan terjadi !
aku benar² lelah karena tenaga yang harus keluarkan tiga kali lipat dari hari biasa nya ,dalam ke adaan tubuh seperti ini
darah dari kaki yang lecet mulai bertetesan di lantai
panas di badan semakin menjadi ,sesekali pemandangan akan kabur dan akan jatuh tapi aku mencoba untuk berpegangan
tepat pukul 4 pagi aku sudah tak tahan
aku tak tahan feri ! aku lelah !
aku benar² lelah ,dan jatuh
kemudian gelap seketika
ketika aku membuka kan mata aku sudah berada di rumah sakit , di antarkan oleh teman kerja ku
ia juga memberikan uang hasil kerja ku semalam yang telah di titipkan oleh bos
setelah menjaga ku ,teman kerja ku itu bergegas pergi karena ia juga belum beristirahat sejak bekerja malam tadi tambah lagi harus menjaga ku di rumah sakit
aku membuka amplop uang itu ,uang nya sudah cukup ,uang cukup
__ADS_1
aku sangat senang melihat nya ,hingga tak sabar untuk bertemu dengan notaris itu untuk melunasi pembayaran nya
rasa sakit di tubuh ku sudah terobati dengan melihat uang yang sudah cukup itu ,aku tak menghiraukan kaki yang masih luka dan berdarah itu
aku paksa untuk mencabut infus di tangan ku ,lalu aku mencoba menapakan kaki ku memang rasa mya sakit sekali
sakit bukan main
bahkan darah nya masih terus keluar
kepala ku pun masih begitu berat
tak terasa ini adalah hari terakhir ku untuk melunasi rumah itu
aku bergegas untuk bertemu dengan notaris itu
menahan rasa sakit di seluruh tubuh ku hingga aku gemetaran
akhirnya aku bertemu dengan notaris itu ,dan ia membawa ku kerumah impian feri itu
aku melunasi pembayaran nya ,kemudian notaris itu menyerahkan kunci rumah itu dan memberikan sertifikat nya pada ku
aku tak tahu harus senang atau sedih
setelah itu aku segera pergi ke kuburan feri,untuk menunjukan nya kunci rumah nya
aku menangis sejadi² nya tak tahu harus senang atau sedih
feri !aku lelah ! Lelah sekali ! lelah sampai tak ingin hidup lagi !
aku lelah !
aku berhasil ! mewujudkan impian terakhir mu
selamat ulang tahun !
selamat ulang tahun feri !
aku bawakan kunci rumah kita yang dulu kita impikan untuk tinggal di dalam nya
aku menceritakan semua yang terjadi di atas kuburan nya
Tetapi saat itu tiba² kaki ku semakin mengeluarkan banyak darah
tak hanya di kaki dari telinga dan hidung pun mengeluarkan banyak darah
sekita pemandangan gelap gulita tak tahu apa apa lagi
__ADS_1
aku hanya melihat feri datang membawa ku pergi