
Pagi ini aku mengemasi barang ku
lalu berpamitan ke pada fiki untuk kembali ke kampung halaman ku
tetapi fiki mencegah ku karena aku baru saja keluar dari rumah sakit
ke pulangan ku kali ini yaitu untuk menjemput uang tabungan ku ,dan juga mengurus tempat mengajar les piano ku
aku tak menghiraukan fiki yang mencegah ku
aku tau fiki sekarang memikul taggung jawab untuk menjaga ku atas perintah feri ,tapi aku tau bagai mana kondisi tubuh ku sendiri
tanpa di jaga oleh nya aku pun masih sanggup
ke esokan hari nya aku pun tiba di kampung halaman ku
selama ku tinggalkan tempat mengajar les piano ku ini telah di jaga oleh salah satu murid kesayangan ku ,yaitu ranti
selama aku pergi ,ranti lah yang menggantikan ku untuk mengajar
sebenar nya kaki masih terasa lemas dan gemetar jika aku paksakan untuk berjalan ,tapi aku harus kuat karena waktu ku tidak banyak lagi
aku harus mulai menyusun dan menyelesaikan satu persatu urusan ku
makan dan minum pun masih belum teratur karena aku harus cepat mewujudkan impian feri
sudah tak sempat lagi untuk beristirahat
aku mengambil tabungan ku yang aku simpan di bank
gabungan antara uang tabungan ku dengan tabungan hasil gila kerja ayah ku ternyata belum cukup
__ADS_1
kemudian aku meminta ranti untuk mengumpulkan uang pemasukan mengajar les piano selama sebulan terakhir ini
tetapi juga belum cukup ,kurang nya masih sekitar 280 juta lagi
jika hanya mengandalkan uang les piano saja untuk menghasilkan uang sebanyak itu mengajar les selama dua tahun baru bisa terkumpul
sedangkan waktu nya hanya tersisa 11 hari lagi
aku tak tahu harus mencari kemana, pinjam pun aku tak memiliki saudara aku hanya anak tunggal
jika menggadaikan rumah juga tak mungkin itu adalah rumah peninggalan orang tua ku ,aku tak mau menggadaikan nya
malam ini aku berjalan sendiri di taman kota ,kaki yang masih lemas ini duduk di bangku panjang yang dahulu pernah aku duduki bersama feri
aku pejamkan mata untuk mengingat saat bersama nya di sini kala itu
aku berjalan lagi hingga terhenti di sebuah kedai mie yang dahulu aku pernah memakan nya bersama feri
aku duduk sendiri di sana tapi aku memesan dua mangkuk mie ,sama seperti dahulu yang satu ku letakan untuk ku ,yang satu ku letakan di hadapan ku untuk feri ,tapi kini bangku itu kosong
aku memakan nya dengan lahap hingga aku tersadar kebodohan ku ,memesan dua mangkuk mie ,yang satu untuk ku ,yang satu ku letakan di hadapan ku tapi tidak ada lagi orang yang duduk di hadapan ku
aku santap mie itu dengan cepat dan lahap ,hingga aku menangis tak tahan
aku hanya rindu saat saat seperti itu ,kini tak ada lagi orang yang menemani ku untuk memakan mie itu
aku kembali ke rumah ,melihat tanggal di kalender untuk menghitung berapa hari lagi aku harus mengumpulkan uang sebanyak itu ,tetapi aku malah tak sengaja melihat tanggal yang aku tandai sendiri ,ternyata aku baru meningat nya itu adalah hari ulang tahun feri
ternyata tanggal yang di berikan oleh notaris itu juga bertepatan dengan hari ulang tahun feri
aku berfikir, aku semakin harus berusaha untuk memberikan hadiah terbaik untuk feri yaitu memperjuangkan rumah itu untuk nya
__ADS_1
walaupun dia telah tiada jika dia melihat ku berhasil memiliki rumah impian nya pasti ia sangat senang di surga sana
pagi ini aku berpamitan pada ranti untuk menggantikan posisi ku sementara untuk mengajar murid² hingga aku selesai menjalankan urusan ku
siang ini aku terbang kembali ke sberang pulau,untuk membawa uang tabungan ku untuk ku berikan ke pada notaris ,setelah aku bayar uang yang tidak sampai separuh nya ini ,aku berharap notaris itu bisa memberikan ku waktu yang lebih lama lagi
aku tiba di seberang pulau ,aku bergegas menemui fiki dan notaris itu
notaris itu mengambil uang ku ,tetapi tak bisa memberikan ku kelonggaran waktu
fiki ingin membantu ku tetapi dengan pekerjaan nya hanya sebagai manejer di perusahaan ayah nya ,uang nya juga belum cukup untuk melunasi nya
aku berkata pada fiki bahwa ia tak usah membantu ku , ini adalah urusan ku dengan feri di atas sana ,aku tak ingin merepotkan siapa pun
aku meninggalkan fiki di sana , aku bergegas pergi dari tempat itu , dengan sisa sedikit uang di dompet ku ,aku mencari rumah kontrakan di sana untuk ku beristirahat
aku berkeliaran setengah hari untuk mencari kontrakan yang terbilang murah
hari² ini aku masih belum makan dengan baik , bahkan obat pun tak sempat ku minum lagi
Sebenar nya kaki ku masih gemetar dan lemas tapi aku harus tetap berdiri dengan kokoh demi mencapai tujuan ku
setelah berjalan seharian akhir nya aku menemukan rumah kontrakan yang agak murah, aku mengemasi barang² ku ,merapikan rumah kontrakan itu sendiri
terbilang murang karena rumah nya sangat sempit ,tapi tak papa ini hanya sementara ,setelah urusan ku selesai aku akan menepati rumah impian feri itu
fiki memaksa ku untu tinggal di rumah nya tapi aku menolak nya ,karena dia adalah fiki bukan feri ,aku tak ingin terus² berhutang pada nya karena janji nya pada feri
aku tak mau karena dia adalah fiki bukan feri , yang ku cintai adalah feri bukan fiki
aku juga tidak mau untuk tinggal bersama nya karena dia adalah kembaran feri ,wajah nya sama,suara nya pun sama,semua sama ,semakin aku melihat nya semakin aku teringat pada feri,semakin aku sedih melihat nya karena yang di hadapan ku kenapa bukan feri ,kenapa harus kembaran nya
__ADS_1
itu alasan ku