Mentari Terbenam Di Pulau Surga

Mentari Terbenam Di Pulau Surga
Mewujudkan Impian Nya


__ADS_3

Pagi ini aku mengemasi barang ku


lalu berpamitan ke pada fiki untuk kembali ke kampung halaman ku


tetapi fiki mencegah ku karena aku baru saja keluar dari rumah sakit


ke pulangan ku kali ini yaitu untuk menjemput uang tabungan ku ,dan juga mengurus tempat mengajar les piano ku


aku tak menghiraukan fiki yang mencegah ku


aku tau fiki sekarang memikul taggung jawab untuk menjaga ku atas perintah feri ,tapi aku tau bagai mana kondisi tubuh ku sendiri


tanpa di jaga oleh nya aku pun masih sanggup


ke esokan hari nya aku pun tiba di kampung halaman ku


selama ku tinggalkan tempat mengajar les piano ku ini telah di jaga oleh salah satu murid kesayangan ku ,yaitu ranti


selama aku pergi ,ranti lah yang menggantikan ku untuk mengajar


sebenar nya kaki masih terasa lemas dan gemetar jika aku paksakan untuk berjalan ,tapi aku harus kuat karena waktu ku tidak banyak lagi


aku harus mulai menyusun dan menyelesaikan satu persatu urusan ku


makan dan minum pun masih belum teratur karena aku harus cepat mewujudkan impian feri


sudah tak sempat lagi untuk beristirahat


aku mengambil tabungan ku yang aku simpan di bank


gabungan antara uang tabungan ku dengan tabungan hasil gila kerja ayah ku ternyata belum cukup

__ADS_1


kemudian aku meminta ranti untuk mengumpulkan uang pemasukan mengajar les piano selama sebulan terakhir ini


tetapi juga belum cukup ,kurang nya masih sekitar 280 juta lagi


jika hanya mengandalkan uang les piano saja untuk menghasilkan uang sebanyak itu mengajar les selama dua tahun baru bisa terkumpul


sedangkan waktu nya hanya tersisa 11 hari lagi


aku tak tahu harus mencari kemana, pinjam pun aku tak memiliki saudara aku hanya anak tunggal


jika menggadaikan rumah juga tak mungkin itu adalah rumah peninggalan orang tua ku ,aku tak mau menggadaikan nya


malam ini aku berjalan sendiri di taman kota ,kaki yang masih lemas ini duduk di bangku panjang yang dahulu pernah aku duduki bersama feri


aku pejamkan mata untuk mengingat saat bersama nya di sini kala itu


aku berjalan lagi hingga terhenti di sebuah kedai mie yang dahulu aku pernah memakan nya bersama feri


aku duduk sendiri di sana tapi aku memesan dua mangkuk mie ,sama seperti dahulu yang satu ku letakan untuk ku ,yang satu ku letakan di hadapan ku untuk feri ,tapi kini bangku itu kosong


aku memakan nya dengan lahap hingga aku tersadar kebodohan ku ,memesan dua mangkuk mie ,yang satu untuk ku ,yang satu ku letakan di hadapan ku tapi tidak ada lagi orang yang duduk di hadapan ku


aku santap mie itu dengan cepat dan lahap ,hingga aku menangis tak tahan


aku hanya rindu saat saat seperti itu ,kini tak ada lagi orang yang menemani ku untuk memakan mie itu


aku kembali ke rumah ,melihat tanggal di kalender untuk menghitung berapa hari lagi aku harus mengumpulkan uang sebanyak itu ,tetapi aku malah tak sengaja melihat tanggal yang aku tandai sendiri ,ternyata aku baru meningat nya itu adalah hari ulang tahun feri


ternyata tanggal yang di berikan oleh notaris itu juga bertepatan dengan hari ulang tahun feri


aku berfikir, aku semakin harus berusaha untuk memberikan hadiah terbaik untuk feri yaitu memperjuangkan rumah itu untuk nya

__ADS_1


walaupun dia telah tiada jika dia melihat ku berhasil memiliki rumah impian nya pasti ia sangat senang di surga sana


pagi ini aku berpamitan pada ranti untuk menggantikan posisi ku sementara untuk mengajar murid² hingga aku selesai menjalankan urusan ku


siang ini aku terbang kembali ke sberang pulau,untuk membawa uang tabungan ku untuk ku berikan ke pada notaris ,setelah aku bayar uang yang tidak sampai separuh nya ini ,aku berharap notaris itu bisa memberikan ku waktu yang lebih lama lagi


aku tiba di seberang pulau ,aku bergegas menemui fiki dan notaris itu


notaris itu mengambil uang ku ,tetapi tak bisa memberikan ku kelonggaran waktu


fiki ingin membantu ku tetapi dengan pekerjaan nya hanya sebagai manejer di perusahaan ayah nya ,uang nya juga belum cukup untuk melunasi nya


aku berkata pada fiki bahwa ia tak usah membantu ku , ini adalah urusan ku dengan feri di atas sana ,aku tak ingin merepotkan siapa pun


aku meninggalkan fiki di sana , aku bergegas pergi dari tempat itu , dengan sisa sedikit uang di dompet ku ,aku mencari rumah kontrakan di sana untuk ku beristirahat


aku berkeliaran setengah hari untuk mencari kontrakan yang terbilang murah


hari² ini aku masih belum makan dengan baik , bahkan obat pun tak sempat ku minum lagi


Sebenar nya kaki ku masih gemetar dan lemas tapi aku harus tetap berdiri dengan kokoh demi mencapai tujuan ku


setelah berjalan seharian akhir nya aku menemukan rumah kontrakan yang agak murah, aku mengemasi barang² ku ,merapikan rumah kontrakan itu sendiri


terbilang murang karena rumah nya sangat sempit ,tapi tak papa ini hanya sementara ,setelah urusan ku selesai aku akan menepati rumah impian feri itu


fiki memaksa ku untu tinggal di rumah nya tapi aku menolak nya ,karena dia adalah fiki bukan feri ,aku tak ingin terus² berhutang pada nya karena janji nya pada feri


aku tak mau karena dia adalah fiki bukan feri , yang ku cintai adalah feri bukan fiki


aku juga tidak mau untuk tinggal bersama nya karena dia adalah kembaran feri ,wajah nya sama,suara nya pun sama,semua sama ,semakin aku melihat nya semakin aku teringat pada feri,semakin aku sedih melihat nya karena yang di hadapan ku kenapa bukan feri ,kenapa harus kembaran nya

__ADS_1


itu alasan ku


__ADS_2