
Malam dingin mencekam , di kampung halaman ibu ku dingin nya hingga menusuk² tulang ku
udara nya terasa masih sangat asri ,dari bebalik pepohonan masih terdengar kicau burung camar
tapi aku sudah tak berani berkicau lagi,aku di hantam ombak keras berkali²
Untuk pertama kali nya aku kuat ,badai seperti apa pun aku lalui ,lalu apakah hari ini aku masih bisa bangkit dari keterpurukan
aku melihat ayah ku di depan mata ku sendiri telah jatuh sakit ,kali ini aku tak mau kehilangan lagi
mengapa tuhan melahirkan aku ke dunia ini , apa kah karena tuhan tau ,bahwa aku adalah orang yang sangat kuat untuk berdiri sendiri
fiki duduk di samping ku untuk memecahkan suasana karena aku masih bersedih
tiba² saja ia mendapatkan sebuah telepon dari ayah nya ,bahwa hari ini ia harus kembali ke kantor karena ada urusan yang sangat penting
fiki berpamitan pada ku karena harus kembali ke seberang pulau segera ,karena jarak nya cukup jauh ia harus segera pulang ,jika tidak ia akan terlambat
aku mengangguk, mengatakan ,bahwa ia harus segera pulang ,jangan sampai tertunda cuma karena aku
fiki mengelus dahi ku yang penuh peluh ,mengatakan bahwa aku harus menjaga kesehatan ku sendiri selama ia tak ada di dekat ku
di saat aku terpuruk seperti ini benar² tak ada orang yang bisa ku jadikan sandaran
aku hanya bisa bersandar pada keteguhan ku sendiri
langkah demi langkah setiap waktu terasa berat sekali untuk menghadapi dunia yang sangat kejam ini
tangga demi tangga ,aku daki dan ku turuni sendiri
jatuh ,bangun lagi
ke esokan hari nya aku mendapat kan kabar dari ranti bahwa rumah ku telah di obrak abrik oleh anak rentenir itu
untung saja mereka tak melukai murid² ku ,hanya saja anak rentenir itu membawa ranti sebagai jaminan nya
__ADS_1
aku sangat kebingungan ,bagai mana aku harus menebus nya
kemana aku cari lagi uang sebanyak 120 juta itu
hari ini ayah telah kembali dari rumah sakit ,aku meminta paman untuk menjaga ayah sementara ,karena aku sendiri akan pulang kerumah ku untuk menyelesaikan semua urusan ku
jalan satu² nya saat ini adalah mencari bukti pembayaran ayah yang pada waktu itu di berikan oleh adik rentenir itu
aku sudah tak banyak waktu lagi ,esok hari aku harus membawa bukti itu ke pada anak rentenir itu
tetapi setiba nya aku di rumah aku tak juga dapat menemukan bukti itu
aku bingung sekali ,sudah ku acak² rumah ku dari depan hingga ke belakang tapi tak ku temukan kertas itu
aku berfikir mungkin saja telah terbuang karena itu sudah terjadi selama berpuluh tahun lama nya ,hampir seusia dengan ku
aku pergi mencari bibi ,adik sepupu ayah ku yang rumah nya tak jauh dari rumah ku untuk meminta bantuan
ternyata bibi juga sudah tua , tak memmiliki uang sebanyak itu
aku menangis seorang diri di pojokan kamar ku ,aku bingung sekali hingga ke esokan hari nya aku tertidur di pojokan itu
tiba² terdengar dari luar rumah yang begitu ramai
aku mengintip dari celah jendela ternyata anak rentenir itu telah datang kerumah ku, bersama anak buah mereka
mereka semua datang untuk menagih , karena ini adalah waktu terakhir yang mereka berikan ke pada ayah
mereka semua mulai mendobrak pintu rumah ku dan menghancurkan jendela² rumah ku
aku pergi ke depan untuk menghalangi nya
tetapi rentenir itu malah berkata ,jika hutang nya ingin di anggap lunas ,maka aku harus menikah dengan nya
aku jawab pada nya ,aku tak mau menikahi pria arogan seperti nya
__ADS_1
anak rentenir itu entah mengapa setelah melihat ku seperti terpikat begitu
ia menyeret ku keluar ,untuk membawa ku pergi ke rumah nya
ia berulang kali mengatakan jika hutang nya ingin di anggap lunas ,maka aku harus menikah dengan nya
aku membalas memaki nya dengan kata² kasar ,membuat nya semakin marah dan kesal
dia menamparku dengan sangat keras hingga aku terjatuh ke tanah, bahkan penglihatan ku agak sedikit menjadi buram
tapi dari belakang ku terdengar suara seseorang mengatakan ,jangan harap kau bisa menyentuh nya, dengan sangat jelas suara itu terdengar seperti suara feri , lalu aku menoleh nya untuk melihat ternyata itu adalah fiki
fiki datang menolong ku , dia menghajar orang rentenir itu
hingga akhir nya fiki ,melemparkan mereka dengan sejumlah uang yang mereka ingin kan
fiki bilang ,rumah itu telah di beli oleh nya ,lalu melemparkan rentenir itu dengan sejuamlah uang
akhir nya rentenir itu pergi dari rumah ku
fiki ,memapah ku untuk berdiri
ia menghapus sedikit darah di sudut bibir ku dengan jari nya
darah itu mungkin saja keluar karena rentenir itu menampar ku dengan sangat keras
fiki meminta maaf pada ku karena datang terlambat
ia datang tak se orang diri ,ia datang bersama pengacara untuk membantu ku untuk melunasi hutang ayah ku
fiki menjelaskan ,bahwa rumah ku telah berganti nama menjadi nama nya ,karena ia telah membayar kan hutang ayah ku
dengan cara ini ia baru bisa membantu ku
tetapi ia mengatakan lagi ,walaupun rumah itu sekarang menjadi rumah nya ,ia tak ada niat merebut nya dari ku karena bagai mana pun juga itu adalah rumah warisan dari orang tua ku
__ADS_1
dia sangat mengerti ,ia hanya membantu ku ,ia juga membiarkan ku untuk tetap tinggal di sana ,dan memberikan ku waktu yang lama agar bisa mengembalikan uang nya yang telah ia berikan ke pada rentenir itu