Mentari Terbenam Di Pulau Surga

Mentari Terbenam Di Pulau Surga
Lentera Kadang Hidup Terkadang Mati


__ADS_3

Feri pria yang sangat baik ,tulus, dan juga tampan


ketika ia melihat ku ,terlihat jelas mata nya memantulkan cahaya yang sangat hangat


ia sangat menjaga ku ,dan memanjakan ku


hubungan kami sangat baik sekali ,hingga dunia bagaikan di taburi bunga² yg bermekaran di mana²


aku sangat suka ketika aku memandang wajah nya yang begitu tampan ,bahkan ketika kami berjalan berdua di taman banyak gadis yang melirik nya


aku sangat cemburu ,kemudian mengatakan padanya bahwa ketampanan wajah nya hanya aku saja yang boleh melihat nya,tidak boleh wanita lain manapun yang memiliki mata jahat pada nya


lalu feri berjanji pada ku bahwa diri nya,tubuh nya ,seluruh yang di miliki oleh nya hanya milik ku se orang


Tetapi !


sangat di sayangkan Pertemuan antara aku dan dia itu sangat singkat


Karena tiba² saja dia mengatakan bahwa ia harus pergi bekerja ke seberang pulau


entah mengapa aku bisa sangat menyukai pria asing misterius tersebut , hingga aku tak merelakan nya untuk pergi ke seberang itu


aku mencoba untuk menolak nya untuk pergi ke seberang


tetapi dia memkasa ku dan memohon ke padaku untuk ia tetap pergi ke seberang karena ia akan bekerja di perusahaan ayah nya sendiri


jika ia tak pergi maka ia akan kehilangan kesempatan emas itu


aku hanya bisa pasrah ,melepaskan langkah kaki nya


pertemuan aku dan nya sangat singkat


Tetapi butuh seumur hidup untuk melupakan kenangan bersama nya


setelah bertemu dengan nya cahaya mentari di hidupku kadang² redup kadang² terang


karna aku harus berjauhan dengan nya

__ADS_1


segila ini berpisah dengan nya , aku berfikir karena mungkin selama ini aku selalu sendiri lalu tiba² dia datang membawa lentera cahaya mentari itu tetapi dengan singkat lentera itu ia padamkan lagi


seperti berjalan di awang-awang ,ingatan terkunci pada masa-masa singkat itu bersama nya,masih tak percaya bahwa kini aku dan nya harus berhubungan jarak jauh


setiap melewati tempat² di kala itu bersama nya ,ingatan ku tak pernah lupa sedikit pun pada nya


kadang ingin menyerah dengan hubungan ini tetapi aku sadar kita hanya di pisahkan oleh ruang dan waktu saja


kadang hati berusaha untuk berpaling ke pada yang lain ,lalu melupakan nya tetapi tak bisa


kadang mencari jejak nya di diri orang lain,tetapi tak pernah kutemukan lagi orang yg seperti nya


manusia hanya bisa sekali jatuh cinta , sisa nya karna harus menjalani kehidupan ke depan nya saja


apakah itu yang di namakan jatuh cinta pada pandangan pertama


memang benar dia adalah pria yang sangat baik hingga aku sangat sulit untuk berjauhan dengan nya


Sebelum pergi ,dia berjanji pada ku ,bahwa setelah kembali dari seberang ia akan datang melamarku


dia bilang seberang pulau itu adalah kampung halaman ayah nya


ketika ia kecil dulu ia pernah datang kesana untuk melihat pulau nya yang begitu indah itu


dia bilang jika kami hidup bersama di sana pasti kami akan sangat bahagia


Melihat kilas balik tiga bulan sebelum nya hubungan kami sangat baik ,tiga bulan itu sangat berati bagi ku ,bahkan kini butuh waktu seumur hidup untuk melupakan nya


tiga bulan itu , cukup bagi kami untuk mengenal satu sama lain


memakan mie di kedai mie ,pergi ke danau ,jalan-jalan di taman ,mendengarkan ku bermain piano ,dan masih banyak hal lain nya lagi yang kami lakukan bersama


aku tau cerita keluarga nya ,tetapi keluarga nya tak pernah tau aku ,karena ia selalu menceritakan keluarga nya ke pada ku ,tapi tak pernah membawaku ke pada keluarga nya


entah mengapa ketika aku meminta nya untuk membawaku bertemu dengan anggota keluarga nya ia selalu saja beralasan ,tapi aku menganggap nya bahwa feri mungkin saja belum siap memperkenalkan ku kepada keluarga nya


sering kali ia mengatakan bahwa aku adalah wanita terbaik yg pernah ia temui ,serasa dunia ini berbeda ketika ia bertemu dengan ku ,hingga ia berani mengucapkan sumpah untuk sehidup semati dengan ku

__ADS_1


tak hanya ia saja yang merasakan seperti itu ,aku pun sama sepertinya


kadang aku dan nya berfikir bahwa memang kita adalah jodoh yang sudah tuhan takdirkan


tapi siapa sangka ,setelah tiga bulan kami menjalani hubungan itu,ia harus pergi ke sebrang untuk bekerja


waktu itu ,sebelum kapal nya berlayar, ia menemui ku dahulu


dia berjanji bahwa selama ia bekerja di seberang ia akan setia pada ku ,dan meminta ku untuk bersabar untuk menunggu nya kembali pulang


dia bilang, saat ini ia masih belum memiliki bekal yang cukup untuk membangun rumah tangga bersamaku ,makanya ia harus bekerja terlebih dahulu ke pulau seberang


aku tak menahan nya lagi ,aku berfikir ucapan nya ada benar nya juga


ia mencium kening ku ,menangis di pelukan ku ,tak rela harus pergi meninggalkan ku


Ia memberikan ku sebuah kalung kesayangan nya pada ku


dia bilang, kalung itu adalah kalung pemberian ibu nya ,kini kalung itu ia berikan pada ku sebagai tanda pengikat hubungan aku dan dia


dia bilang ,ada tradisi di keluarga nya jika seorang pria telah memberikan kalung leluhur nya maka itu adalah simbol ketulusan nya ,cinta nya ,dan keseriusan nya ke pada wanita itu


di lautan lepas ,di atas kapal besar itu membawa cahaya mentari ku pergi untuk bekerja ke seberang pulau


lentera terang itu perlahan² redup dan menghilang terombang ambing di atas kapal di lautan lepas ,cahaya mentari telah pergi ke seberang


kehangatan yang tiga bulan lalu ia berikan ,kini menjadi dingin lagi


dingin nya hingga menusuk dada hingga jantung dan hati ku


tak terasa air mata telah membasahi pipi yang dingin ini


tapi tidak papa ini hanya sementara


ingin sekali kaki ini melangkah pergi dari dermaga itu karna tak tahan melepaskan kepergian nya


tapi aku mencoba berbesar hati karena kami akan bertemu lagi setelah tiga tahun kemudian

__ADS_1


__ADS_2