Mentari Terbenam Di Pulau Surga

Mentari Terbenam Di Pulau Surga
Setitik Harapan Hidup


__ADS_3

feri tega sekali tak membiarkan ku menemani nya di saat terakhir nya


rasa kaki ku tak bertulang ,malas berdiri ,berbicara pun tak mau


aku benar² patah ,sayap ku patah menjadi dua


aku pejamkan mata ku untuk mengingat saat bersama nya


aku pejamkan mata ku hingga dalam ,hingga aku membayangkan merasakan nafas feri menyentuh kulit ku ,memeluk angin membayangkan diri ku memeluk diri nya, aku membayangkan nya datang pada ku ,menggenggam tangan ku ,memeluk diri ku


dalam gelap aku tersenyum sangat senang melihat feri datang pada ku dengan senyum di wajah nya


tapi seketika aku membuka mata semua itu hanya angan ku saja


senyum ku hilang kembali , air mata menetes kembali


ini adalah hari ke sembilan aku mengetahui feri telah pergi ,selama sembilan hari ini aku berdiam di kamar tamu di rumah fiki , selama sembilan hari ini aku tidak makan ,tidak minum ,tidak mandi dan tidak tidur


aku sangat lemas ,aku mengunci pintu kamar ku


sesekali fiki datang ke kamar ku untuk membawakan ku makanan tapi aku hanya pura² mengatakan aku akan memakan nya ,padahal yang terjadi aku membuang nya di jendela


selera makan ku tak ada ,aku tak berdaya,tak ingin hidup lagi


aku tak ingin hidup lagi


pemandangan nya gelap ,hari semakin hari penglihatan ku semakin kabur ,untuk menggerakan jari pun tak berdaya


terdengar dari luar kamar seperti ada orang yang berteriak ,seperti ada orang yang berusaha mendobrak pintu kamar ku


setelah itu aku tak tahu apa pun lagi


gelap


dalam gelap aku bermimpi feri ,saat bersama nya


feri datang dengan senyum di wajah nya ,dengan pakaian kesukaan nya ,cahaya di wajah nya begitu terang


dia membawa ku ke sebuah tempat yang indah sekali ,tempat yang belum pernah ku lihat sebelum nya


apa kah itu surga

__ADS_1


tapi seketika di dalam mimpi itu feri mengatakan bahwa aku harus hidup dengan baik ,hidup baik baik walaupun tanpa nya


bulatan cahaya di tempat itu semakin besar , menelan feri bersama cahaya itu


feri berteriak bahwa aku harus hidup dengan baik


seketika cahaya itu hilang menelan feri


hingga aku tersadar dari mimpi itu ,lalu aku terbangun ternyata aku sudah berada di rumah sakit


kepala ku sangat sakit ,aku ingin sekali bangun tetapi tak berdaya


fiki datang melihat ku , dengan wajah yang sangat cemas


dia mengatakan apa kah aku baik² saja ,apakah aku sudah sadar


fiki bilang ,aku sudah tertidur di rumah sakit selama tiga hari


dokter bilang ,aku stres mental karna kejadian ini


tak makan ,tak tidur ,tak minum selama sembilan hari ini membuat ku menjadi sakit seperti ini


fiki kesal pada ku ,dia bilang jika terjadi sesuatu pada ku apa yang harus ia katakan nanti ke pada feri kelak di surga nanti


dua hari kemudian ,aku merasakan ada sedikit perubahan pada tubuhku ,karena aku memaksakana diri ku untuk makan dan minum yang sebenar nya tak ingin aku menelan nya


fiki bilang ,bahwa dokter sudah memperbolehkan ku untuk kembali pulang


fiki membawa ku kembali kerumah nya


setelah tiba di rumah nya ia memapah ku untuk beristirahat kembali di kamar


tetapi kali ini ia tak membiarkan ku untuk mengunci pintu kamar


ia menyembunyikan pintu kamar nya ,ia hawatir aku akan mengurung diri ku lagi setelah ini


fiki membantu ku untuk merawat diri ku


tapi makan dan minum yang ia berikan tak pernah ku habiskan karena tak ada nafsu makan yang kunjung datang pada diri ku


pagi ini fiki kedatangan tamu dari seorang notaris ,notaris itu mengatakan bahwa sebelum feri meninggal ,dia telah membeli sebuah rumah di pulau seberang itu ,tetapi ia hanya baru membayar separuh nya

__ADS_1


katanya ,rumah nya sangat besar ,terletak di kota


notaris itu juga memberikan ku sebuah surat ,yang di dalam nya terdapat tulisan feri


aku sangat senang melihat surat itu ,bagaimana pun itu di tulis sendiri oleh feri ketika ia masih hidup


walaupun orang nya telah tiada ,melihat tulisan tangan nya sedikit menghilangkan kerinduan di hati ku pada nya


di dalam surat itu ia mengatakan ,bahwa ia ingin sekali membeli rumah impian nya untuk aku tinggal bersama nya,menikah ,lalu mempunyai anak tinggal di rumah itu


bahkan surat kepemilikan rumah itu ,feri siapkan dengan nama ku


tetapi impian nya itu tak sampai ia laksanakan ,karena azal telah dulu datang menjemput nya


notaris itu mengatakan pada ku dan pada fiki bahwa feri sebelum nya hanya baru membayar separuh uang untuk membeli rumah itu


kedatangan nya menemui fiki dan aku untuk menjelaskan jika rumah itu tidak di bayar samapai lunas ia akan menjual nya kembali ke orang lain ,sedangkan uang feri yang telah masuk itu ia hanya bisa mengembalikan separuh nya


aku sangat senang mendengar nya ada harapan terakhirku untuk mencapai impian feri


yaitu memiliki rumah impian itu


aku mengatakan pada notaris itu untuk memberikan ku waktu untuk melunasi rumah itu


ada sedikit harapan dalam hidup ku ,jika aku bisa melunasi nya aku akan tinggal di rumah impian feri walaupun harus tinggal bersama bayangan nya saja


tapi kali ini aku sangat bingung mendengar harga rumah itu , harga yang sangat mahal


karena desain rumah itu di desain sendiri oleh feri


aku tak tahu harus kemana mencari uang sebanyak itu untuk melunasi nya


walaupun sangat banyak uang nya aku harus melunasi nya ,agar aku bisa menggapain impian feri yang tertunda itu ,apa lagi desain rumah nya kusus di buat oleh nya


notaris itu memberikan aku waktu selama dua minggu untuk melunasi nya


selama itu aku harus mengumpulkan uang sebanyak lima ratus juta


sedangkan tabungan ku di gabung dengan tabungan hasil gila kerja ayah ku pun masih kurang terlalu banyak


fiki mencoba untuk membantu ku dengan meminjamkan uang tabungan nya ,tapi aku menolak nya

__ADS_1


aku berfikir jika dengan hasil kerja keras ku sendiri aku akan lebih puas memiliki rumah itu


__ADS_2