
feri tega sekali tak membiarkan ku menemani nya di saat terakhir nya
rasa kaki ku tak bertulang ,malas berdiri ,berbicara pun tak mau
aku benar² patah ,sayap ku patah menjadi dua
aku pejamkan mata ku untuk mengingat saat bersama nya
aku pejamkan mata ku hingga dalam ,hingga aku membayangkan merasakan nafas feri menyentuh kulit ku ,memeluk angin membayangkan diri ku memeluk diri nya, aku membayangkan nya datang pada ku ,menggenggam tangan ku ,memeluk diri ku
dalam gelap aku tersenyum sangat senang melihat feri datang pada ku dengan senyum di wajah nya
tapi seketika aku membuka mata semua itu hanya angan ku saja
senyum ku hilang kembali , air mata menetes kembali
ini adalah hari ke sembilan aku mengetahui feri telah pergi ,selama sembilan hari ini aku berdiam di kamar tamu di rumah fiki , selama sembilan hari ini aku tidak makan ,tidak minum ,tidak mandi dan tidak tidur
aku sangat lemas ,aku mengunci pintu kamar ku
sesekali fiki datang ke kamar ku untuk membawakan ku makanan tapi aku hanya pura² mengatakan aku akan memakan nya ,padahal yang terjadi aku membuang nya di jendela
selera makan ku tak ada ,aku tak berdaya,tak ingin hidup lagi
aku tak ingin hidup lagi
pemandangan nya gelap ,hari semakin hari penglihatan ku semakin kabur ,untuk menggerakan jari pun tak berdaya
terdengar dari luar kamar seperti ada orang yang berteriak ,seperti ada orang yang berusaha mendobrak pintu kamar ku
setelah itu aku tak tahu apa pun lagi
gelap
dalam gelap aku bermimpi feri ,saat bersama nya
feri datang dengan senyum di wajah nya ,dengan pakaian kesukaan nya ,cahaya di wajah nya begitu terang
dia membawa ku ke sebuah tempat yang indah sekali ,tempat yang belum pernah ku lihat sebelum nya
apa kah itu surga
__ADS_1
tapi seketika di dalam mimpi itu feri mengatakan bahwa aku harus hidup dengan baik ,hidup baik baik walaupun tanpa nya
bulatan cahaya di tempat itu semakin besar , menelan feri bersama cahaya itu
feri berteriak bahwa aku harus hidup dengan baik
seketika cahaya itu hilang menelan feri
hingga aku tersadar dari mimpi itu ,lalu aku terbangun ternyata aku sudah berada di rumah sakit
kepala ku sangat sakit ,aku ingin sekali bangun tetapi tak berdaya
fiki datang melihat ku , dengan wajah yang sangat cemas
dia mengatakan apa kah aku baik² saja ,apakah aku sudah sadar
fiki bilang ,aku sudah tertidur di rumah sakit selama tiga hari
dokter bilang ,aku stres mental karna kejadian ini
tak makan ,tak tidur ,tak minum selama sembilan hari ini membuat ku menjadi sakit seperti ini
fiki kesal pada ku ,dia bilang jika terjadi sesuatu pada ku apa yang harus ia katakan nanti ke pada feri kelak di surga nanti
dua hari kemudian ,aku merasakan ada sedikit perubahan pada tubuhku ,karena aku memaksakana diri ku untuk makan dan minum yang sebenar nya tak ingin aku menelan nya
fiki bilang ,bahwa dokter sudah memperbolehkan ku untuk kembali pulang
fiki membawa ku kembali kerumah nya
setelah tiba di rumah nya ia memapah ku untuk beristirahat kembali di kamar
tetapi kali ini ia tak membiarkan ku untuk mengunci pintu kamar
ia menyembunyikan pintu kamar nya ,ia hawatir aku akan mengurung diri ku lagi setelah ini
fiki membantu ku untuk merawat diri ku
tapi makan dan minum yang ia berikan tak pernah ku habiskan karena tak ada nafsu makan yang kunjung datang pada diri ku
pagi ini fiki kedatangan tamu dari seorang notaris ,notaris itu mengatakan bahwa sebelum feri meninggal ,dia telah membeli sebuah rumah di pulau seberang itu ,tetapi ia hanya baru membayar separuh nya
__ADS_1
katanya ,rumah nya sangat besar ,terletak di kota
notaris itu juga memberikan ku sebuah surat ,yang di dalam nya terdapat tulisan feri
aku sangat senang melihat surat itu ,bagaimana pun itu di tulis sendiri oleh feri ketika ia masih hidup
walaupun orang nya telah tiada ,melihat tulisan tangan nya sedikit menghilangkan kerinduan di hati ku pada nya
di dalam surat itu ia mengatakan ,bahwa ia ingin sekali membeli rumah impian nya untuk aku tinggal bersama nya,menikah ,lalu mempunyai anak tinggal di rumah itu
bahkan surat kepemilikan rumah itu ,feri siapkan dengan nama ku
tetapi impian nya itu tak sampai ia laksanakan ,karena azal telah dulu datang menjemput nya
notaris itu mengatakan pada ku dan pada fiki bahwa feri sebelum nya hanya baru membayar separuh uang untuk membeli rumah itu
kedatangan nya menemui fiki dan aku untuk menjelaskan jika rumah itu tidak di bayar samapai lunas ia akan menjual nya kembali ke orang lain ,sedangkan uang feri yang telah masuk itu ia hanya bisa mengembalikan separuh nya
aku sangat senang mendengar nya ada harapan terakhirku untuk mencapai impian feri
yaitu memiliki rumah impian itu
aku mengatakan pada notaris itu untuk memberikan ku waktu untuk melunasi rumah itu
ada sedikit harapan dalam hidup ku ,jika aku bisa melunasi nya aku akan tinggal di rumah impian feri walaupun harus tinggal bersama bayangan nya saja
tapi kali ini aku sangat bingung mendengar harga rumah itu , harga yang sangat mahal
karena desain rumah itu di desain sendiri oleh feri
aku tak tahu harus kemana mencari uang sebanyak itu untuk melunasi nya
walaupun sangat banyak uang nya aku harus melunasi nya ,agar aku bisa menggapain impian feri yang tertunda itu ,apa lagi desain rumah nya kusus di buat oleh nya
notaris itu memberikan aku waktu selama dua minggu untuk melunasi nya
selama itu aku harus mengumpulkan uang sebanyak lima ratus juta
sedangkan tabungan ku di gabung dengan tabungan hasil gila kerja ayah ku pun masih kurang terlalu banyak
fiki mencoba untuk membantu ku dengan meminjamkan uang tabungan nya ,tapi aku menolak nya
__ADS_1
aku berfikir jika dengan hasil kerja keras ku sendiri aku akan lebih puas memiliki rumah itu