MENUJU PUNCAK TERTINGGI

MENUJU PUNCAK TERTINGGI
Menyelamatkan Para Tahanan dan Kembali Pulang


__ADS_3

"Ampuni saya tu... ARRGGHHH!!!" sebelum pemimpin bandit mengakhiri ucapannya Bai Feng langsung memasukkan bola energi ke tubuhnya. Bola energi yang dia masukkan ke tubuh pemimpin bandit berbeda dari energi yang dia masukkan ke tubuh Anggota bandit yang lain karena daya hancur yang ada di bola itu jauh lebih kuat dan ada energi kehidupan yang akan selalu menyembuhkan tubuhnya saat dia akan mati hingga dia hanya akan merasakan siksaan selama 3 hari sebelum mati.


....


Setelah mengatasi pemimpin bandit, Bai Feng lalu menarik kembali aura niat membunuhnya ke dalam tubuhnya.


Bai Feng lalu melakukan pencarian jiwa pada ingatan pemimpin bandit untuk mengetahui apakah ada orang lain yang mengendalikan bandit.


"Ternyata mereka ini adalah para penjahat yang di usir dari kerajaan obsidian karena melakukan beberapa kejahatan, dan mereka memilih untuk membuat markas di sini karena tingkat kekuatan ketiga klan yang ada di lembah iblis jauh lebih lemah dari yang ada di kerajaan obsidian" semua informasi itu Bai Feng dapatkan dari ingatan pemimpin bandit.


Dia lalu berdiri dan melihat ke arah Bai Yuan yang penuh dengan luka di sekujur tubuhnya.


"Karena aku tidak mengontrol emosiku dan langsung masuk kesini tanpa melihat keadaan"


"Aku kira mereka menyekap kamu di ruangan lain ternyata mereka malah menyekap di ruangan ini juga" kekeh Bai Feng.


"Awalnya aku tidak mau identitas ku diketahui saat masuk kesini tapi..." Bai Feng yang emosi saat menyerang markas bandit tidak menyadari jika Bai Yuan ada di ruangan yang sama dan malah Bai Feng sendiri yang menunjukkan kekuatan yang selama ini Bai Feng sembunyikan dari orang-orang.


Bai Feng berjalan ke arah Bai Yuan untuk menghampirinya.


"Apa itu benar-benar anda, Tuan muda?" tanya Bai Yuan dengan sangat bingung karena Bai Feng yang dia tahu tidak sekuat dan menakutkan seperti yang dia lihat sekarang untuk menyiksa para bandit.


"Sigh... ini memang aku Bai Yuan" ucap Bai Feng.


"Tapi aura niat membunuh kamu sangat jauh lebih kuat dari punya ayah..." ucap Bai Yuan dengan wajah bingung.


"Kamu hanya perlu ingat bahwa aku yang ada di depanmu dan beberapa saat yang lalu adalah Tuan muda yang kamu kenal"


"Sedangkan niat membunuh, suatu saat nanti akan aku jelaskan padamu dan kedua orang tuaku juga." ucap jelas Bai Feng.


"Untuk sekarang aku minta padamu untuk tidak pernah membicarakan apa yang terjadi di sini karena jika ibu tahu maka aku akan dalam masalah besar"


Bai Yuan mengangguk kepalanya dan berhenti bertanya pada Bai Feng.


Setelah itu Bai Feng mengeluarkan energi kehidupannya ke seluruh tubuh Bai Yuan untuk menyembuhkan luka yang ada di tubuh Bai Yuan. Untung saja luka yang ada di tubuhnya hanya luka ringan jadi tidak memerlukan waktu yang lamah untuk menyembuhkan Bai Yuan.


Bai Yuan terkejut setelah merasakan energi yang mengalir di tubuhnya. Seluruh lukanya sembuh dengan sangat cepat, dia ingin bertanya pada Bai Feng energi apa yang dia masukan ke dalam tubuhnya tapi dia ingat apa yang Bai Feng katakan tadi.


"Semua lukamu sudah sembuh" Bai Feng lalu menarik energi kehidupannya kembali.


Bai Feng lalu membuat bola energi kehidupan lalu memberikannya pada Bai Yuan.


"Setelah ini kamu pergi ke ruang bawah tanah dan selamatkan seluruh orang yamg ada di sana"


"Bola energi yang kuberikan itu bisa kamu gunakan untuk menyembuhkan luka yang ada di tubuh mereka"


"Aku tidak bisa ke ruang bawah tanah karena akan terjadi kegaduhan jika terlalu banyak orang tahu aku datang kesini juga"


"Jadi sambil kamu menyembuhkan mereka, bawah mereka semua kembali ke desa dan bilang bahwa kamulah yang menyelamatkan mereka semua." ucap Bai Feng pada Bai Yuan.

__ADS_1


"Tapi anda lah yang menyelamatkan kami semua, saya tidak pantas mendapatkan pujian itu!" Bai Yuan merasa tidak enak karena dia sama sekali tidak melakukan apa-apa.


"Tidak apa-apa, jika kamu tidak menyusup kesini aku juga tidak akan tahu kalau merekalah yang menculik anggota klan kita." ucap Bai Feng.


"Tapi.." Bai Yuan masih enggan melakukannya sebab dia benar-benar tidak enak hati.


"Sudah lah kamulah yang pantas menerima pujian itu bukan aku." potong Bai Feng sambil menyentuh bahu Bai Yuan, lalu Bai Feng pun pergi berjalan keluar dari ruangan.


"Terimakasih telah menyelamatkan kami Tuan muda!" Bai Yuan menundukkan kepalanya pada Bai Feng yang berjalan keluar dari ruangan dengan air mata yang mengalir dari kedua mata Bai Yuan.


"Kamu tidak perlu berterimakasih seperti itu" jawab Bai Feng lalu keluar dari ruangan pemimpin bandit.


Bai Yuan lalu mengusap air matanya lalu berjalan ke ruang bawah tanah untuk menyelamatkan para tahanan.


Pintu ruangan bawah tanah terletak di pojok ruang pemimpin bandit. Sesampainya di sana Bai Yuan melihat lebih 20 orang yang di tahan lalu dikurung dalam sel.


Keadaan mereka sangat penuh dengan luka lebam karena dipukul dan terlihat begitu kurus.


"Siapa itu?... Tolong bebaskan kami..." terdengar suara wanita yang sangat lemah dari sel tahanan yang ada di depan Bai Yuan.


"Bai Yuan, dari klan Bai"


Bai Yuan langsung ke pintu pintu sel itu lalu membuka pintu sel itu dan menyembuhkan luka-luka wanita itu serta para tahanan yang lainnya menggunakan bola energi yang Bai Feng berikan tadi pada Bai Yuan.


Seluruh luka-luka ada di tubuh mereka langsung sembuh dang langsung terlihat dengan tubuh yang begitu normal tidak kurus seperti sebelumnya.


"Tu.... Maaf aku datang sangat lama sehingga kalian merasakan penderitaan ini semua. Tapi tenang saha bandit itu sudah menerima balasan yang begitu sangat menyakitkan karena telah melakukan ini pada kalian!" ucap Bai Yuan.


Bai Yuan lalu membawa mereka keluar dari ruang bawah tanah dan keluar untuk kembali pulang ke desa.


Bai Feng yang berdiri di atas bangunan markas bandit melihat para anggota desa sudah sembuh total, Bai Feng pun langsung menghilang dari tempat itu.


....


Bai Yuan dan para warga yang telah sampai di dekat desa, terlihat warga desa berkerumun di depan gerbang setelah mengetahui bahwa Bai Yuan datang dengan orang yang telah menghilang dari desa beberapa bulan lalu.


Saat mereka sampai di gerbang, warga desa berlarian menuju ke mereka.


"Istriku kamu akhirnya pulang!"


"Anakku kemana saja kamu selama ini!"


"Terimakasih Tuan Bai Yuan telah menyelamatkan anggota keluargaku!"


"Tuan Bai Yuan terimakasih banyak!"


Teriakan kebahagiaan terdengar dari warga desa yang akhirnya bertemu dengan anggota keluarganya yang telah menghilang dari desa.


Bai Yuan memaksa tersenyum karena dia merasa tidak pantas menerima segala pujian yang diberikan kepada dirinya.

__ADS_1


Mendengar kegaduhan yang terjadi di gerbang desa, Bai Feng yang sudah sampai ke desa lebih cepat kini datang bersama dengan orang tua Bai Feng untuk menghampiri Bai Yuan.


"Yuan'er apa kamu tidak apa-apa?" tanya ibu Bai Feng setelah melihat Bai Yuan. Dia sudah menganggap Bai Yuan seperti anaknya sendiri jadi dia sangat senang setelah melihat Bai Yuan kembali ke desa dengan selamat.


"Kerja bagus Yuan'er!" ucap ayah Bai Feng sambil menyentuh bahu Bai Yuan.


"Terimakasih pemimpin!" ucap Bai Yuan lalu melihat Bai Feng ada di belakang dua orang tuanya sambil tersenyum.


"Baiklah untuk merayakan kebahagiaan ini mari kita adakan pesta besar!" teriak ayah Bai Feng.


....


Pesta lalu diadakan sampai tengah malam. Dan teriakan kebahagiaan terdengar sepanjang malam dari warga desa yang menikmati makanan yang disediakan.


Ayah Bai Feng membuat pesta agar sedikit menghilangkan trauma yang dialami wanita-wanita yang diculik.


Bai Yuan sepanjang acara pesta sangat senang tapi jauh di dalam lubuk hatinya dia merasa tidak enak setelah menerima pujian-pujian dari warga desa dan orang tua Bai Feng.


Bai Yuan lalu meminta izin kepada kedua orang tua Bai Feng dan warga desa untuk beristirahat.


Ketika dia sampai ke rumah Bai Yuan langsung mencari Bai Feng yang sudah pulang terlebih dahulu darinya.


Dia mencari di seluruh ruangan tidak ada orang sama sekali. Ketika dia membuka pintu belakang. Bai Yuan melihat Bai Feng yang sedang berdiri sambil menatap bulan purnama yang ada di langit.


"Bai Yuan kamu sudah pulang" ucap Bai Feng setelah mencium aroma Bai Yuan yang membuka pintu sambil tetap menatap bulan purnama yang ada di langit.


"Tuan muda, saya merasa tidak enak menerima semua pujian itu padahal anda lah yang melakukan semuanya." ucap Bai Yuan sambil menundukkan kepalanya.


"Kenapa kamu harus merasa tidak enak dengan segala pujian itu... kamu pantas menerimanya." ucap Bai Feng.


Tapi tetap saja..." Bai Yuan tetap saja merasa jika dia tidak pantas menerima semua pujian yang diberikan padanya.


"Sudahlah kamu harus istirahat tidur setelah semua yang kamu alami hari ini." Bai Feng memotong ucapan Bai Yuan lalu menyuruh Bai Yuan untuk beristirahat tidur.


.


.


.


.


.


Minal Aidzin Wal Faidzin


Mohon Maaf Lahir & Batin🙏🏻


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1443 HIJRIAH

__ADS_1


__ADS_2