
Saat terdengar suara dari langit, suasana yang tadinya bahagia seketika berubah menjadi tegang kembali. Suara tawa dari seluruh warga desa yang sebelumnya terdengar dimana-mana berubah menjadi hening.
Liu Fan dan pasukannya yang mengenali suara itu langsung menatap serius ke arah langit tempat suara itu berasal.
Mereka semua terkejut setelah melihat tidak hanya satu orang yang berada di langit tapi ada sepuluh orang yang melayang di langit.
"Penasehat Raja!" Liu Fan berbicara sambil menggertakkan giginya karena menahan amarahnya.
"Kau sepertinya tetap memihak dengan orang miskin yang ada di sini ternyata.. Liu Fan." ucap penasehat raja yang ada di tengah-tengah kultivator di langit. "Seharusnya kau memihak dengan keluarga kerajaan."
"Tapi kamu malah memilih memihak orang-orang rendahan ini." ucap penasehat raja yang ada di tengah.
"Kau pikir aku akan memihak dengan orang-orang yang seperti kalian!"
"Mereka yang ada di sini jauh lebih baik dari pada anjing-anjing busuk seperti kalian yang melakukan segala cara busuk agar bisa berhasil."
"Kalian yang seharusnya sebagai keluarga kerajaan memberikan mereka hidup yang layak tapi malah mengusir mereka dan memaksa memenuhi kebutuhan kalian semua tanpa bekerja sama sekali!" Liu Fan lalu membuang ludah ke tanah dengan emosinya.
"Hahaha!" Seluruh kultivator yang ada di langit langsung tertawa setelah mendengar perkataan Liu Fan.
"Kau terlalu naif! Di dunia ini hanya kekuatan yang berkuasa, yang mana yang kuat pemenang dan yang lemah harus tunduk."
"Aku beri kau satu kesempatan terakhir. Bergabung dengan kami, maka kau dan keluargamu akan di ampuni dan akan hidup dengan harta yang berlimpah. Atau..."
"Kau memilih untuk mati bersama semua orang ini dan juga prajuritmu yang sangat kau banggakan." ucap penasehat raja.
Saat penasehat raja mengatakan itu, Liu Fan langsung terdiam karena ini menyangkut keluarganya sendiri.
"Saya akan mendukung pilihan anda tuan!" ucap Wu Yao pada Liu Fan.
"Saya juga mendukung apapun pilihan yang anda ambil!" ucap Tang Li.
"Saya juga mendukung apapun pilihan anda. Karena anda kami bisa seperti ini, anda sudah berkorban lebih dari hanya untuk melindungi kami!" ucap Xu Deng.
"Kalian bertiga..." Liu Fan terkejut dengan perkataan ketiga anak buahnya.
"Benar jendral, kami mendukung semua pilihan anda!"
"Selama kami mengikuti anda, anda sudah berkorban terlalu banyak untuk kami semua!"
Terdengar suara para penduduk miskin serta para pasukannya.
"Kalian semua..."
"Tidak apa-apa, kamu sudah melakukan lebih dari cukup untuk kami semua." ucap lelaki tua itu memotong ucapan Liu Fan.
"Jika bukan karena mu setengah dari kami sudah mati sejak dulu." ucap lelaki tua itu tersenyum.
"Jangan hanya karena melindungi kami hingga kamu mengorbankan keluargamu jendral." teriakan salah satu penduduk miskin hingga bergema.
Jika Liu Fan berpihak pada keluarga kerajaan dia pasti sudah menembus ke ranah Nascent Soul sejak lama tapi karena dia memberikan pendapatannya untuk membantu orang yang ada di desa ini hingga Liu Fan kekurangan sumber daya untuk meningkatkan kultivasinya.
Liu Fan lalu menatap ke arah istrinya yang membawa putrinya. Saat mata mereka bertemu, istri Liu Fan menatapnya sambil tersenyum pada Liu Fan.
Liu Fan lalu menarik nafas panjang lalu menghembuskannya. "Aku tidak akan memihak pada kerajaan, itu sama saja aku seperti mereka yang begitu sangat busuk, lebih baik aku mati dari pada bergabung dengan tikus-tikus busuk seperti mereka." teriak Liu Fan sambil menatap penasehat.
"Jadi kau memilih orang mereka dari pada keluargamu?."
"Aku sungguh kecewa padamu Liu Fan!" ucap penasehat sambil menatap para penduduk dengan tatapan jijik.
Liu Fan tidak menjawab pertanyaan penasehat, dia langsung menghampirinya. "Maafkan aku istri ku, maafkan ayah putriku." ucap Liu Fan dengan wajah bersalah.
__ADS_1
"Aku selalu mendukungmu, dan pilihan yang kamu ambil adalah pilihan yang terbaik." istrinya tetap selalu mendukung Liu Fan apapun pilihan yang Liu Fan pilih.
"Berjanjilah untuk berusaha lari dari sini dan jaga anak kita berdua."
"Dan jika kamu bisa, selamatkan orang yang ada disini sebanyak mungkin." ucap Liu Fan sambil mengelus kepala putrinya dan tersenyum pada mereka berdua.
"Ayah tidak akan meninggalkan Liu Mei dan ibu kan?" putrinya bertanya pada Liu Fan.
"Ayah tidak ke mana-mana, setelah ini jaga ibumu baik-baik dan tumbuhlah menjadi kultivator yang kuat seperti ayah agar bisa melindungi ibumu." Liu Fan hanya bisa berbohong pada putrinya karena dia tidak ingin putrinya khawatir.
"Liu Mei pasti akan menjadi lebih kuat dari ayah! Jadi ayah harus melihat Liu Mei menjadi kuat nanti." ucap Liu Mei pada Liu Fan dengan polosnya dan sambil tersenyum.
"Ini baru putri ayah!" Liu Fan tersenyum pada putrinya.
Lalu Liu Fan kembali menatap istrinya dan berkata "Aku akan mengulur waktu untuk kalian semua."
"Dan jika orang itu telah sampai mungkin kita akan selamat, jika mereka terlambat..."
"Pergilah dari sini dan hidup dengan tenang, dan jika bertemu dengan mereka mintalah perlindungan dari mereka. Namanya Zhao Bai dan dia mempunyai seorang tuan yang katanya begitu kuat." Mendengar perkataan Liu Fan mereka tersenyum lalu menganggukkan kepala mereka.
Entah mengapa insting Liu Fan berkata bahwa Zhao Bai dan Bai Feng adalah orang yang baik dan mereka akan menepati janji mereka meskipun mereka terlambat datang.
"Prajurit, dengar perintah terakhirku untuk kalian!"
"Aku dan ketiga pimpinan kalian akan mengulurkan waktu untuk menunggu kedatangan orang itu, jika mereka belum datang juga... Kalian larilah dari sini dengan keluarga kalian dan bawa warga desa ini dan lindungi mereka semua!" Teriakan Liu Fan pada para prajuritnya.
"Kami tidak mau Jendral!"
"Kami akan bertarung sampai mati melawan mereka bersama dengan anda!"
"Benar! Kami lebih baik mati dari pada menjadi pecundang untuk kabur dari sini."
Suara terdengar dari seluruh prajurit.
"Kalian harus terus hidup dan itu perintah jika kalian masih menganggap aku Jendral kalian!"
"Tapi jendral..." para prajurit masih tidak mau mendengarkan perintah Liu Fan dan berusaha mencari alasan agar bisa ikut bertarung bersama Liu Fan.
"Lihatlah para penduduk, lihatlah para keluarga kalian, merekalah yang nanti akan menjadi generasi baru, dan merekalah yang nanti melanjutkan perjuangan aku dan pimpinan kalian suatu saat nanti." ucap Liu Fan sambil menunjuk para penduduk dan keluarga-keluarga para prajuritnya.
"Jika kalian benar-benar menghormatiku, ikuti perintah terakhirku tanpa banyak bicara." teriak Liu Fan.
Para prajurit Liu Fan berhenti mencari alasan setelah mendengar perkataan dari Liu Fan dan air mata mengalir deras dari kedua mata mereka.
"Terus hiduplah! Meskipun nanti aku tiada, aku akan selalu ada di hati kalian semua."
"Kalian lari dari sini bukan berarti kalian pengecut, tapi kalian justru akan di kenang sebagai pahlawan karena kalian menyelamatkan banyak nyawa dari tempat ini. Terimakasih sudah mempercayaiku sebagai jendral kalian." Liu Fan menahan diri agar tidak mengeluarkan air matanya.
"Terimakasih jendral untuk segalanya!" seluruh prajurit dan warga desa berteriak sambil menundukkan kepala mereka kepada Liu Fan dan ketiga anak buahnya.
Mereka lalu membalikkan badan dan serempak berdiri dengan air mata yang mengalir dari mata mereka.
"Aki tidak mau pergi jika ayah tidak ikut!" putrinya memberontak dari pelukan istrinya untuk pergi ke Liu Fan.
Jadilah putri yang kuat dan lindungi ibumu!" Liu Fan hanya bisa tersenyum pada putrinya.
"Kau pikir kalian berempat bisa menahan kamu bersepuluh?" ujar penasehat pada Liu Fan dan ketiga anak buah Liu Fan.
"Kau yang hanya berada di Core Formation Level Sembilan Akhir dan ketiga anak buahmu yang hanya berada Core Formation Level 5 Akhir bisa melawan kami semua?"
Sembilan orang kultivator yang ada di udara memiliki ranah terlemah di ranah Core Formation Level Satu Puncak berjumlah empat orang, sedangkan lima orang itu berada di ranah Core Formation Level Tiga Puncak, dan yang terakhir penasehat yang memiliki ranah Core Formation Level Delapan Puncak.
__ADS_1
"Kami memang tidak bisa mengalahkan kalian semua tapi itu cukup memberi mereka waktu untuk mereka semua kabur dari sini." ucap Liu Fan lalu mengeluarkan pedang yang ada di pinggangnya dan ketiga anak buahnya juga mengeluarkan senjata mereka masing-masing.
"Baiklah jika itu pilihan kalian berempat."
"Kalian bersembilan hadapi ketiga anak buah Liu Fan dan serahkan Liu Fan padaku." ucap penasehat memerintahkan kesembilan kultivator itu.
"Baik!" mereka semua lalu bergerak untuk melawan ketiga anak buah Liu Fan.
Ketiga anak buah Liu Fan langsung melawan musuh yang mendekati mereka. Meskipun mereka hanya bertiga tapi kekuatan bertarung mereka tidak bisa di remehkan sebab Liu Fan melatih mereka bertiga dengan sangat keras.
Meskipun mereka bertiga cukup kewalahan melawan kesembilan kultivator yang berada di atas ranah mereka akan tetapi semangat bertarung mereka terus bangkit.
Sedangkan Liu Fan langsung menyerang penasehat raja. Penasehat raja langsung menangkis serangan Liu Fan yang tertuju ke arahnya dan pertarungan sengit pun terjadi.
Liu Fan tidak bisa mengungguli penasehat raja sama sekali karena perbedaan kultivasi mereka berdua, Meskipun penasehat raja sudah berada di ranah Core Formation Level Delapan Puncak dan Liu Fan masih berada di ranah Core Formation Level Sembilan Akhir, akan tetapi perbedaan kekuatan bertarung Liu Fan lebih unggul dari pada penasehat sebab Liu Fan seorang jendral tertinggi kerajaan Obsidian yang mana Liu Fan sering berlatih keras dan turun dalam pertempuran.
"Tebasan Angin" Liu Fan menggunakan tekniknya untuk menyerang penasehat raja, saat teknik itu mendekati tubuh penasehat raja dia langsung menggunakan tekniknya yang membuat serangan Liu Fan terbelah menjadi dua.
"Kau tidak akan pernah bisa melawanku hanya dengan kekuatan semutmu."
Penasehat raja tertawa, dia lalu menghilang dan muncul di sebelah Liu Fan dan langsung menyerangnya. Liu Fan yang tidak menyadari itu tidak bisa menangkis serangannya sama sekali dan langsung terjatuh ke tanah seperti meteor. Saat tubuh Liu Fan bertabrakan dengan tanah dia langsung batuk dan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.
Orang yang tadinya berlarian berhenti dan menatap Liu Fan yang terjatuh.
"Ayah!!" Putri Liu Fan berteriak setelah melihat ayahnya jatuh dari atas langit.
Wajah semua orang juga terlihat putus asa melihat Liu Fan yang jatuh dari langit hingga mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.
"Sial, aku bahkan tidak bisa melawannya sama sekali!" batin Liu Fan.
"Jendral!" ketiga anak buahnya berusaha membantu Liu Fan tapi musuh yang mereka lawan tidak memberikan mereka kesempatan sama sekalipun.
Ketiga anak buah Liu Fan dipenuhi luka di seluruh tubuhnya, sedangkan musuhnya tidak mengalami luka apapun.
Saat mereka bertiga mengalihkan perhatiannya pada Liu Fan, musuh mereka langsung menyerang mereka bertiga hingga membuat mereka bertiga terjatuh ke tanah seperti Liu Fan.
Kesembilan kultivator langsung mengepung ketiga anak buah Liu Fan yang terbaring dalam lubang di tanah. Penasehat raja lalu mendarat di dekat Liu Fan.
"Kau terlalu naif dengan kekuatanmu yang sangat lemah seperti itu berani melawan ku." ujar penasehat raja.
Liu Fan tetap diam tanpa menjawab perkataan penasehat raja yang ada di depannya.
"Karena kau tidak mau berpihak pada kami akan ku buat hidupmu penuh dengan penderitaan, mulai dari melihat keluarga yang kau sayangi mati di depan matamu sendiri." ucap penasehat raja dengan senyum jahat.
"Jangan kau berani menyentuh keluargaku!!!" Liu Fan sangat marah dan ingin berdiri menghentikan penasehat raja tapi dia tidak memiliki kekuatan yang tersisa sama sekali akibat luka yang dia alami.
Kau, pergi dan bunuh keluarganya sekarang." penasehat raja menyuruh salah satu kultivator yang mengepung ketiga anak buah Liu Fan untuk membunuh keluarga Liu Fan.
Kultivator itu lalu terbang dengan pedang di tangannya untuk membunuh istri dan putri Liu Fan.
"Ayah selamatkan kami!!!" teriak putrinya. Lalu istri Liu Fan melindungi putrinya dengan memasang punggungnya untuk melindungi putrinya.
"JANGAN!!!" Liu Fan berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan istri dan anaknya tapi untuk berdiri saja dia tidak sanggup karena luka yang dia alami.
"Sebelum pedang itu menyentuh punggung istri Liu Fab, ada bola cahaya yang tiba-tiba muncul dan menghentikan pedang yang akan menyerang mereka berdua.
"Seorang nyamuk seperti kalian berusaha membunuh orang biasa yang sudah tidak berdaya, apakah kalian tidak tahu malu." terdengar suara dari cahaya yang menghentikan pedang kultivator itu.
Note:
Sebelumnya Author minta maaf jika membuat kalian tidak nyaman membacanya karena author menggunakan ranah kultivasi dengan memakai bahasa inggris.ππ»
__ADS_1
Pada episode selanjutnya Author akan merubah ranah Kultivasi tidak menggunakan bahasa Inggris lagi.
Jangan Lupa Like, Komen, Vote, dan Tips biar author tetap semangat mengupdate episode-episode berikutnya ππ»π