MENUJU PUNCAK TERTINGGI

MENUJU PUNCAK TERTINGGI
Malam Pelarian


__ADS_3

Setelah lima menit jiwa Bai Feng yang tadinya tertidur akhirnya terbangun dan langsung membuka matanya. Ketika mata Bai Feng terbuka cahaya yang sangat menyilaukan lalu menghilang dan tubuhnya berhenti melayang di udara dan mendarat di tengah lubang besar.


Bai Feng sangat bingung dengan apa yang terjadi di sekelilingnya karena sebelum jiwanya pingsan, keadaan di sekitar masih baik-baik saja setelah membuka matanya ada lubang seperti kawa yang berdiameter tujuh meter di tempat dia duduk sebelumnya.


Zhao Bai yang tidak terlalu jauh dengan jarak tempat Bai Feng pun langsung menghampirinya.


Melihat Zhao Bai yang datang menghampirinya, Bai Feng langsung bertanya "Apa yang terjadi di sini?"


"Tapi sebelum saya menjawabnya lebih baik anda melihat tubuh anda terlebih dahulu." ucap Zhao Bai yang tidak mengungkapkan Bai Feng sama sekali dengan senyum canggung di wajahnya.


"Tubuhku?" Bai Feng melihat tubuhnya, dan setelah dia melihat tubuhnya dia langsung terkejut dan wajahnya langsung memerah karena malu.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau aku tidak menggunakan pakaian?" ucap Bai Feng yang sangat marah bercampur malu dan dia langsung mengeluarkan pakaian dari cincin penyimpanannya dan langsung memakainya.


"Tapi anda tidak memberi saya kesempatan berbicara..." jawab Zhao Bai.


Wajah Bai Feng masih memerah karena malu meskipun sudah memakai pakaiannya.


""Jangan pernah membahas kejadian ini pada siapapun, jika kamu cerita pada orang lain aku akan menghajarmu, ingat itu." ancam Bai Feng pada Zhao Bai dengan wajah yang masih memerah.


"Baik Tuan!" ucap Zhao Bai.


"Apa anda sudah menembus ranah Foundation Core?" tanya Zhao Bai.


Mendengar pertanyaan Zhao Bai, Bai Feng lalu merasakan energinya dan Bai Feng terkejut karena dia merasakan energinya belum menembus ranah Foundation Core tapi hanya setengah langkah lagi akan menembus ranah Foundation Core.


"Setelah semua yang terjadi di sini, anda masih belum menembus ranah Foundation Core?!" Zhao Bai sangat terkejut dan masih tidak percaya dengan ucapan Bai Feng setelah melihat kejadian tadi namun itulah faktanya.


"Tapi tenang saja aku tidak akan menyebabkan hal seperti ini lagi saat aku menembus ranah Foundation Core." jawab Bai Feng dengan tenang.


"Berapa lama aku berlatih tadi?" tanya Bai Feng.


"Anda berlatih hampir lima jam, kurang lima menit lagi perjanjian kita untuk bertemu dan membawa rombongan jendral Liu Fan." jawab Zhao Bai.


"Baiklah, kita langsung berangkat saja." ucap Bai Feng.


Mereka berdua lalu terbang ke tempat mereka akan berkumpul bersama rombongan jendral Liu Fan.


***


Di dalam ruangan pemimpin jendral Liu Fan dan tiga orang lainnya sedang berkonstraksi.


"Bagaimana laporan prajurit kita? apa mereka sudah menyiapkan semuanya, Karena kita harus bergerak, tidak ada masalah dengan pasukan kalian kan?" tanya jendral Liu Fan pada ketiga anak buahnya yang bernama Wu Yao, Tang Li, dan Xu Deng.


Mereka bertiga adalah pemimpin dari beberapa pasukan yang ada di bawah kendali jendral Liu Fan.


Wu Yao memiliki tubuh yang tidak terlalu besar dengan tongkat di punggungnya. Tang Li memiliki badan yang paling besar di antara mereka bertiga, terdapat luka sayatan pedang dari atas mata sampai pipinya, dan dia adalah pengguna pedang besar sama seperti Zhao Bai yang diletakkan di punggungnya. Sedangkan Xu Deng memiliki badan yang sedikit lebih kecil dari Wu Yao, dan dia layaknya seperti assassin yang menutupi hidung dan mulutnya dan menggunakan dua belati yang ada di punggungnya.


"Pasukan kita tidak ada masalah jendral.." ucap mereka bertiga secara serempak.


"Bagaimana dengan penduduk miskin yang ada di luar kerajaan?" tanya Liu Fan.


"Mereka sudah siap jendral, mereka hanya menunggu waktu untuk berangkat." jawab Xu Deng.

__ADS_1


Dia di tugaskan untuk mengurus orang yang ada di luar kerajaan karena dia sangat handal dalam kecepatan layaknya seperti assassin.


"Bagus, kita akan mulai bergerak sebentar lagi jadi kembali ke pasukan kalian masing-masing dan langsung pergi ke daerah rakyat miskin melalui jalan rahasia." ucap Liu Fan.


"Apa kita benar-benar bisa mempercayai orang itu jendral?" tanya Xu Deng.


"Benar, apakah dia bisa di percaya? anda hanya bertemu dengan dia baru sekali saja." sahut Tang Li.


"Meskipun aku bertemu dengannya, dia sudah memberiku banyak bukti dan entah mengapa instingku harus mengikuti dia." jawab jendral Liu Fan.


"Aku merasa dia pasti akan menepati janjinya, jika dia berniat jahat pasti dia sudah membunuhku hanya dengan sekali tepukan tangan saja di dalam ruang dimensi energinya." ucap jendral Liu Fan sambil mengingat Zhao Bai yang meminta maaf padanya waktu Zhao Bai mengatakan dirinya yang bodoh dan naif.


"Saya akan percaya dan mengikuti perintah anda jendral." ucap Wu Yao.


"Saya juga akan mengikuti perintah anda jendral." ucap Tang Li.


"Meskipun ini jebakan, saya akan tetap mengikuti anda kemanapun anda pergi jendral, sebab karena andalah kami bertiga bisa seperti sekarang ini." ucap Xu Deng.


Mendengar perkataan anak buah kepercayaannya, Liu Fan tersenyum.


"Baiklah kita akan bergerak sekarang, usahakan untuk tidak menarik perhatian sama sekali."


"Jika terjadi masalah, utamakan keselamatan prajurit, rakyat, dan keluarga terlebih dahulu, karena merekalah yang akan melanjutkan perjuangan kita jika kita gugur malam ini." ucap Liu Fan.


"Baik jendral." ucap mereka bertiga serempak lalu pergi meninggalkan ruangan.


Liu Fan berjalan menuju pintu keluar markas, keadaan markas Liu Fan sekarang sangat sunyi karena semua prajurit sedang bersiap-siap untuk berangkat.


Liu Fan berjalan lebih dari dua ratus meter setelah keluar dari markasnya dan sampai di depan rumah yang sangat sederhana.


Rumah itu adalah rumah Liu Fan, meskipun dia sebagai jendral tapi dia hidup sederhana karena dia tidak ingin terlihat memiliki kekayaan yang lebih dari prajurit. Semua pendapatannya dia membagi-bagikan pada rakyat miskin yang ada di luar kerajaan.


Saat Liu Fan membuka pintu istrinya yang cantik dan putrinya yang terlihat baru berusia dua tahun saling bergandengan tangan dan tersenyum pada Liu Fan.


"Apa kalian sudah siap?" tanya Liu Fan pada istrinya.


"Kami berdua sudah siap." jawab istrinya.


"Apa ini akan berhasil?" tanya istrinya.


Mendengar perkataan istrinya, Liu Feng lalu mendekati mereka berdua dan berusaha menenangkannya.


"Aku akan berusaha keras agar rencana kita akan berhasil."


"Jika keadaan tidak sesuai rencana, aku mau kamu pergi dan mengikuti ketiga anak buah kepercayaan ku, mereka akan menyelamatkan kamu dan putri kita, dan jangan hiraukan apapun yang terjadi padaku." ucap Liu Fan sambil mengelus rambut istrinya.


"Tapi..." sebelum mengakhiri perkataannya, putri mereka menarik baju Liu Fan dengan muka cemberut. "Tidak ada yang akan terjadi dengan ayah kan? Liu Mei tidak mau pergi jika ayah tidak ikut!"


Mendengar perkataan putrinya membuat Liu Fan berjongkok dan mengelus pipi putrinya. "Tidak akan terjadi apapun pada ayah jadi kamu bisa tenang." ucap Liu Fan sambil tersenyum pada putrinya.


Dia lalu berdiri kembali dan berkata pada istrinya dengan serius. "Berjanjilah kalau kamu akan menuruti perintahku."


"... Baiklah, tapi usahakan jika keadaan tidak terkendali untuk bertahan hidup dan kembali pada kami berdua!" jawab istrinya.

__ADS_1


"Aku akan berusaha keras agar bisa kembali kepada kalian berdua."


"Sekarang sudah saatnya kita bergerak." ucap Liu Fan lalu menggandeng tangan istrinya dan pergi ke ruang bawah tanah rumahnya.


Di sana Liu Fan langsung menggeser lemari yang sangat besar, ketika lemari itu di geser terlihat lubang-lubang yang cukup besar.


"Ayo kita masuk."


Setelah mereka masuk, Liu Fan lalu menutup kembali lemari itu dan mengeluarkan obor dari cincin penyimpanannya dan langsung menyalakan obor tersebut.


"Hati-hati berjalan di sini dan jangan jauh dariku." ucap Liu Fan sambil memegang tangan putrinya.


Terowongan itu begitu besar dan memiliki panjang kurang dari satu kilo meter dan pintu keluarnya berada di luar tembok kerajaan.


Karena Liu Fan tidak bisa menggunakan kekuatannya agar tidak menarik perhatian, dia membutuhkan waktu lebih dari lima belas menit.


Sesampainya di pintu keluar, Liu Fan melihat Tang Li berserta pasukannya dan keluarga dari pasukannya. Wu Yao, Tang Li, dan Xu Deng adalah orang buangan yang di selamatkan oleh Liu Fan jadi sekali tidak memiliki keluarga selain Liu Fan dan para pasukannya, dan Liu Fan selalu melatih mereka bertiga secara khusus sehingga bisa menjadi seperti sekarang.


"Salam Jendral!" semua prajurit dan keluarga mereka menundukkan kepala dan menyambut Liu Fan yang keluar dari terowongan.


Liu Fan tersenyum dan mengangguk pada mereka semua dan langsung berjalan ke arah Tang Li. "Tidak ada masalah kan saat di perjalanan."


"Tidak ada masalah sama sekali jendral!" jawab Tang Li.


"Bagus, sekarang kita hanya menunggu kedua pasukan yang lain baru berangkat ke tempat penduduk di luar kerajaan." ucap Liu Fan dengan tenang.


Setelah sepuluh menit pasukan Wu Yao dan Xu Deng keluar dari pertemuan dan berkumpul dengan pasukan yang tiba lebih dahulu. Total yang berkumpul hampir empat ratus orang.


Karena semua sudah berkumpul, sekarang mereka berangkat ke tempat Liu Fan lalu memimpin mereka untuk pergi ke tempat para penduduk miskin yang ada di luar kerajaan Obsidian.


Di mata orang lain kerajaan Obsidian adalah kerajaan makmur karena di dalamnya sama sekali tidak ada rakyat penduduk miskin, padahal semua penduduk miskin yang ada di kerajaan Obsidian di paksa tinggal di luar kerajaan dan membangun desa mereka sendiri yang terpisah dua mil dari kerajaan Obsidian.


Mereka di paksa untuk bertani dan berkebun lalu hasilnya sembilan puluh persen mereka serahkan ke kerajaan Obsidian, sepuluh persennya mereka disuruh menyerahkan kepada penduduk yang ada di dalam kerajaan Obsidian. Mereka sama sekali tidak mendapatkan bayaran apapun dari kerajaan Obsidian setelah semua pekerjaan yang mereka lakukan.


Liu Fan dan anak buahnyalah yang sering memberi mereka bahan pangan tambahan dan perlindungan. Yang membuat kehidupan mereka terasa sedikit lebih ringan dari sebelumnya.


Setelah beberapa menit mereka telah sampai. Ketika sampai di sana Liu Fan melihat para penduduk desa berkumpul di tengah desa mereka.


Liu Fan langsung menghampiri Lelaki tua yang ada di depan penduduk desa. Lelaki tua itu adalah kepala desa yang para penduduk miskin tinggal.


"Apa anda dan yang lainnya sudah siap?." tanya Liu Fan. Meskipun Liu Fan adalah seorang jendral tapi dia berbicara dengan sopan terhadap Lelaki tua itu.


"Kami semua sudah siap, kapan kita akan berangkat?" tanya lelaki tua pada Liu Fan.


"Menurut perjanjian, dia akan sampai dan bertemu kita lima menit lagi." ucap Liu Fan.


"Kakek apa rindu dengan Liu Mei?" Putri Liu Fan berlari ke lelaki tua itu.


Melihat Liu Mei, lelaki itu tersenyum lalu menggendong Liu Mei.


"Tentu saja rindu padamu, beberapa bulan ini kenapa Mei'er tidak datang kesini?" tanya lelaki tua itu pada Liu Mei yang dia gendong.


"Ayah sangat sibuk jadi tidak bisa menemani aku datang kesini " jawab Liu Mei polos, dan suasananya pun kini menjadi tenang dan santai.

__ADS_1


Tapi tiba-tiba muncul sepuluh orang yang terbang di atas desa. "Jadi di sini rupanya Liu Fan kabur."


__ADS_2