
Tingkat Kultivasi Dunia Fana:
-Body Formation
-Qi Gathering
-Foundation Core
-Core Formation
-Nascent Soul
-Soul Transformation
-Great Ascention
-Dao Realm
-Immortal
Ranah Kultivasi Memiliki tingkatan 9 Level dan 4 Tahapan yaitu:
Level 1 - Level 9.
Awal, Menengah, Akhir, Puncak.
Untuk teknik dibagi menjadi 4 tingkat yaitu:
-Tingkat Manusia
-Tingkat Bumi
-Tingkat Langit
-Tingkat Surga
Dibagi menjadi 4 tingkatan kecil yaitu:
Bawah, Menengah, Atas, Puncak.
Dunia Fana Terbagi 2 Planet Yaitu:
-Planet Alam Bintang(Tempat Asal Lin Feng di Kehidupan sebelumnya).
-Planet Alam Tagia(Tempat Asal Lin Feng Atau Bai Feng di Kehidupannya yang sekarang).
*****
Waktu berlalu dengan cepat, sudah 2 tahun setelah kelahiran putra dari pemimpin Klan Bai. Bai Feng yang telah berumur 2 tahun tumbuh menjadi anak yang kuat, Bai Feng terkejut dengan fisik barunya sekarang, meskipun baru berumur 2 tahun dia sudah bisa berlari seperti anak yang sudah berumur 6 tahun dan dia sudah menyerap beberapa bagian dari ingatan Leluhur.
Bai Feng sedang duduk bersila diatas kasurnya "Sudah dua tahun aku dilahirkan kembali di klan ini. Sekarang aku sudah bisa mengkultivasi jiwaku, aku harus bisa memanfaatkan waktuku dengan semaksimal mungkin, Di kehidupanku ini aku berjanji akan membalaskan dendam guruku!" Wajah Bai Feng berubah menjadi serius ketika dia mengingat apa yang terjadi dengan gurunya.
Akan tetapi dia langsung menyadari dirinya. Bai Feng menarik nafas panjang lalu jiwa yang ada di dalam tubuh Bai Feng bersinar putih terang karena menyerap Qi yang ada di udara.
Karena saat sebelumnya dia adalah alkemis nomor 1 jadi dia tidak memerlukan teknik untuk mengkultivasi jiwanya, dengan pengalaman tahunan sebagai alkemis dia sudah mencapai puncak kultivasi jiwa pada kehidupan sebelumnya. Hanya dia seoranglah yang pernah mencapai ranah itu. Dan dengan ingatan dari kaisar dewa absolut di alam dewa pengetahuannya sudah mencapai ranah yang mengerikan.
Untuk berkultivasi setiap Manusia harus berusia paling tidak 6 tahun. Karena pada saat berumur 6 tahunlah tubuh manusia sudah cukup kuat untuk berkultivasi jika manusia mencoba berkultivasi sebelum 6 tahun meridian di tubuh mereka akan rusak karena belum cukup kuat manahan Qi di dalam tubuhnya tetapi beda dengan jiwa,manusia dapat mengkultivasi jiwanya saat sudah berumur 2 tahun , semakin awal memulai mengkultivasi jiwanya maka semakin bagus fondasi kekuatan jiwanya.
Pada kehidupan sebelumnya, jiwa Bai Feng sudah setengah langkah menuju Alam Kosong itu adalah tingkat jiwa yang hanya ada di alam dewa.
Dan syarat terendah untuk menjadi alkemis adalah memiliki jiwa Alam Bulan Level 1 Awal.
Ruangan Bai Feng dipenuhi dengan aliran Qi dan jiwa yang ada di tubuhnya semakin bersinar karena menerima asupan Qi yang sangat banyak.
__ADS_1
Setelah berlatih selama 3 jam, jiwa Bai Feng sudah mencapai Ranah Alam Bulan Level 1 Menengah
Akan tetapi terdengar suara ketukan pintu ditengah latihan Bai Feng " Tuan muda apa Anda sudah bangun. "
Mendengar suara itu Bai Feng langsung mengakhiri kultivasinya. "Aku sudah bangun Bai Yuan."
"kalau sudah bangun ayo cepat ini waktunya makan pagi, orang tua Anda sudah menunggu di ruang makan."
"Baiklah" Bai Feng pun keluar dari ruangannya dengan wajah tersenyum.
Orang yang memanggil Bai Feng adalah Bai Yuan dia adalah pengikut yang paling dipercaya oleh orang tuanya. Orang tua Bai Feng pertama kali bertemu dengan Bai Yuan saat mereka berkelana dan berhenti di sebuah desa yang hancur lebur akibat serangan hewan iblis, dan Bai Yuan yang saat itu hanya berumur 6 tahun adalah satu-satunya yang tersisa di desa itu.
Melihat jarak desa dari desa lain sangat jauh jadi Orang Tua Bai Feng membawa Bai Yuan ke klan Bai dan tinggal dengan orang tua Bai Feng. Sejak saat itu dia mulai dibawah oleh orang tua Bai Feng dan ikut berburu dan menjadi salah satu orang terkuat yang ada di klan. Akan tetapi sekarang dia ditugaskan untuk menemani Bai Feng karena orang-orang sibuk mengurus klan.
Pada awalnya Bai Feng tidak terbiasa dengan keadaan ini. Karena pada kehidupan sebelumnya dia tidak pernah menerima kasih sayang orang tua seperti sekarang, dulu dia harus mencari dari tempat sampah atau mayat bekas perang agar bisa makan tetapi sekarang dia memiliki orang tua yang menyayanginya, dia tidak perlu mencari makan sendiri lagi semuanya sudah disiapkan di rumahnya . Sekarang dia sangat bersyukur memiliki orang tua yang penyayang di kehidupannya kali ini.
"Apa Anda tidur nyenyak tadi?" tanya Bai Yuan.
"Iya tidurku malam tadi sangat nyenyak."
"Baguslah itu, Anda harus makan dan tidur yang baik agar Anda tumbuh menjadi kultivator kuat nanti dan menjadi pemimpin yang lebih kuat dari ayah Anda" Kata Bai Yuan sambil berjalan di belakang Bai Feng.
"Kalau tentang itu, Sudah pasti" jawab Bai Feng sambil tertawa.
Mendengar kata-kata Bai Feng, Bai Yuan ikut tertawa lepas.
Sesampainya di ruang makan. Orang tua Bai Feng sudah duduk di kursinya, Black dan White sedang tidur di belakang kursi ayah.
"Hei, anakku kamu sudah bangun" dia pun berdiri dari kursinya dan menghampiri Bai Feng lalu mengangkatnya. "Ayo cepat kita makan." Ayah nya meletakkan Bai Feng di atas kursi makannya.
"Iya ayah"
"Bai Yuan ayo duduk" kata Ayah Bai Feng menyuruh Bai Fan untuk duduk bersama mereka.
Setelah selesai makan.
"Bai Feng apa kamu ingin berlatih pedang denganku?" tanya ayah.
"Sayang apa itu tidak terlalu cepat?"
"Benar, apa itu tidak terlalu cepat untuk Tuan muda?."
Jawab ibu Bai Feng dan Bai Yuan saat mendengar apa yang dikatakan ayahnya Bai Feng.
"Tidak apa-apa karena dia adalah anak kita berdua, kita tidak bisa menyamakannya dengan yang lain."
"Bai Feng apa kamu ingin berlatih pedang dengan ayahmu?" tanya sang ibu.
"Aku ingin mencoba berlatih pedang dengan ayah" jawab Bai Feng dengan semangat.
"Baiklah jika kamu memang mau, tapi ingat kamu tidak boleh melatihnya dengan berlebihan" jawab ibu Bai Feng dengan serius kepada suaminya.
" Tenang saja aku tidak akan menggunakan kekuatanku, ayo Bai Feng kita ke halaman belakang" jawab ayahnya lalu kemudian bawa Bai Feng.
Di halaman belakang Bai Feng dan ayahnya memakai pedang kayu untuk latihan. Sedangkan ibunya dan Bai Yuan duduk di kursi samping area latihan bersama dengan Black and White.
"Kau harus memegang pedang seperti ini" sambil menunjukkan cara memegang pedang "Dan ayunkan pedangnya seperti ayahmu ini" ayahnya mempraktikkan cara mengayunkan pedang ditangannya dengan percaya diri.
"Baik ayah" Bai Feng sambil meniru gerakan ayahnya.
Ayahnya dan semua yang ada di samping tempat latihan terkejut karena Bai Feng dapat meniru hal yang lebih baik dari yang di contohkan.
melihat itu ayahnya pun tertawa "hahaha! Anakku memang hebat, kau bisa menirukan dengan sangat hebat!"
__ADS_1
Jika ayahnya tahu kalau yang di ajarinya adalah pendekar pedang nomor satu di dunia, yang pernah mengguncang dunia. Dia pasti tidak akan berani menantang teknik teknik pedang kepada Bai Feng malah dia yang akan meminta untuk diajarkan oleh Bai Feng.
"Tapi ingat berpedang tidak hanya ayunan pedang akan tetapi pergerakan kaki juga penting agar saat bertarung kau bisa menghindar dan menyerang dengan baik" kata ayahnya sambil mengingatkan.
Latihan pun berlangsung sampai siang hari, ayah dan ibunya tidak henti-hentinya melihat apa yang dilakukan oleh Bai Feng karena setiap gerakan yang dilakukan oleh ayahnya Bai Feng pasti bisa menirunya dengan sangat cepat.
"Bai Feng apa kamu mau melawanku" tanya ayahnya mencoba bersemangat.
"Sayang apa yang kamu katakan, dia baru berumur 2 tahun!" teriak istrinya yang sedang duduk dipinggir.
"Tidak apa aku tidak akan menggunakan kekuatanku sama sekali" jawabannya
"Ayolah aku tidak akan menyerangnya sama sekali." pinta suaminya.
"Apa kamu mau anakku?" tanya ibunya sambil tersenyum.
"Aku mau" jawab Bai Feng dengan semangat.
Mendengar jawaban dia Cuma bisa tersenyum.
"Baiklah, tapi tetap berhati hati" lalu dia menatap ke arah suaminya dengan wajah serius. " ingat kau tidak boleh menggunakan kekuatanmu!"
"ya aku setuju" jawab ayah.
"Ayo kita mulai Anakku"
Bai Feng pun memasang kuda-kuda untuk bersiap menyerang. "Ayo kita coba bagaimana kekuatanku saat ini." Dia langsung berlari zig-zag mendekati posisi ayahnya lalu menyerang dari berbagai sudut.
"Meskipun aku tahu dia jenius tapi apa kemampuan ini berlebihan untuk anak seusianya" pikir ayahnya setelah menangkis serangan anaknya tiada hentinya dari segala sisi.
"Masih belum cukup, tubuh ini masih belum mencapai batasnya" Bai Feng terkejut dengan kemampuan tubuhnya meskipun berumur 2 tahun kemampuan tubuhnya sudah bisa menyamai orang yang berumur jauh diatasnya, dan ditambah dengan pengalaman di kehidupan sebelumnya keterampilan Bai Feng tidak bisa diukur hanya dengan melihat umurnya saja. Mungkin ini karena dia lahir di klan pemburu dan tubuh orang tuanya yang sudah sangat kuat sehingga tubuhnya sudah kuat dari yang lain.
"Kalau terus berlanjut seperti ini aku akan keluar dari lingkaran, ini saja masih belum 5 menit sejak dia mulai menyerang, jika aku kalah dengan cepat aku akan kehilangan kehormatan ku sebagai orang tuanya. Tapi kalau aku mencoba menyerangnya, istriku pasti akan membunuhku" dia sadar karna dia sudah berjanji tidak menggunakan kekuatannya sama sekali.
Ketika Bai Feng akan menyerang tidak sengaja mengeluarkan kekuatannya saat mau menangkis, pedangnya malah mengenai badan Bai Feng dan membuat badan Bai Feng terjatuh "Sial, kekuatanku keluar dengan sendirinya." ucap ayahnya didalam hati.
Dia segera menghampiri Bai Feng yang terjatuh di sampingnya dengan penuh keringat. "Apa kau tidak apa-apa?"
Saat badan Bai Feng terjatuh ke tanah. Badan langsung bergetar karena dia merasakan hawa membunuh yang sangat kuat di belakangnya.
"Sayang mengapa malah menggunakan kekuatanmu saat bertarung dengan anak umur 2 tahun." mendengar suara itu dia langsung menoleh ke arah istri yang sudah terlihat sangat marah.
"Maafkan aku, kekuatanku keluar dengan sendirinya." dia berusaha menjelaskan kepada istrinya dengan ketakutan.
"Kekuatanmu keluar dengan sendirinya? Banyak alasan!" istrinya lalu berlari dan memukul kepalanya sampai dia terpental dan menabrak pohon di samping area latihan.
Meskipun dia lebih kuat dari istrinya tapi dia tidak berani menggunakan kekuatannya untuk menahan pukulan istri karena dia tahu itu semua salahnya jadi dia menerima pukulan itu tanpa berusaha menangkisnya.
Ibunya pun berlari menghampiri Bai Feng yang terjatuh di tanah "Apa kau tidak apa-apa anakku?! Sudah kubilang kau tidak perlu bertarung dengan ayahmu itu!" tanya ibunya sambil membantu Bai Feng untuk berdiri.
"Aku tidak boleh membuat ibu marah bagaimana pun!" Setelah melihat apa yang terjadi dengan ayahnya akhirnya tahu yang paling menakutkan dari keluarganya adalah ibunya sendiri bukan ayahnya.
"Aku tidak apa-apa bu." jawab Bai Feng sambil memaksa tersenyum.
"Jangan berbohong kamu tidak mungkin tidak apa-apa setelah terjatuh seperti tadi." Meskipun Bai Feng bilang dia tidak apa-apa tetapi ibunya masih tidak percaya dan memeriksa seluruh tubuh.
"Aku tidak berbohong bu, aku tidak apa-apa" jawab Bai Feng untuk jadwal ibunya.
"Baiklah kalau kamu tidak apa-apa, tapi hari ini cukup sampai di sini" ibunya pun akhirnya berhenti khawatir dan membawa Bai Feng untuk kembali ke rumah.
"Black dan Yuan'er bawa suamiku masuk ke dalam rumah" memerintahkan Black dan Bai Yuan untuk mengangkat suaminya dan White berjalan di belakang.
Ibunya mengobati Bai Feng saat berada di dalam Rumah.
__ADS_1