MENUJU PUNCAK TERTINGGI

MENUJU PUNCAK TERTINGGI
Ancaman


__ADS_3

Di saat yang sama saat Bai Feng menembus ranah Dasar Inti. Di suatu ruangan bawah tanah di bawah istana kerajaan obsidian. Terlihat raja yang duduk di atas singgasana mengerutkan keningnya karena marah dengan gelas kaca yang berisi anggur di tangannya dan di depannya terdapat orang yang berlutut mengenakan jubah berwarna hitam.


"Di mana Yan Di saat aku ingin membicarakan masalah dengan Paviliun Obat!"


"Aku sudah bilang kalau kita akan rapat malam ini untuk membahas kejadian hari ini dan dia malah menghilang tanpa memberi kabar sama sekali"


"Apa dia pikir masalah Paviliun Obat ini adalah masalah sepele!" Kata raja dengan marah.


"Apa kau melihat dia pergi ke mana?" Tanya Sang Raja pada orang berjubah hitam di depannya.


"Saya tahu ke mana penasehat Yan Di pergi" Jawab lelaki berjubah.


"Dimana dia sekarang cepat katakan! Jika kita berdua saja tidak bisa mengurus masalah Paviliun Obat dan hubungan kita dengan mereka sedang diambang krisis!" Kata Sang Raja pada lelaki berjubah.


"Penasehat Yan Di tadi pergi memeriksa desa orang buangan" Jawab lelaki berjubah.


"Kenapa dia malah ke tempat busuk itu?!" Tanya Sang Raja.


"Dia pergi kesana karena melihat markas Jendral Liu Fan yang kosong dan rumahnya tidak berpenghuni sama sekali"


"Dia takut kalau Jendral Liu Fan mengetahui rencana kita dan kabur"


"Jadi dia memeriksa kalau Jendral Liu Fan kabur dan menghentikannya" Jawab lelaki berjubah.


Mendengar itu Sang Raja langsung membanting gelas anggur di tangannya sampai pecah berserakan di lantai.


"Kenapa dia tidak memberitahu lebih dahulu kalau Jendral Liu Fan kabur dan malah pergi menyelidikinya sendiri!" Marah Sang Raja


"Sebenarnya penasehat tidak pergi sendiri tapi dia pergi dengan sembilan murid saya" Jawab lelaki berjubah.


"Apa kau bilang?! Kenapa kau tidak memberitahuku terlebih dahulu?!" Sang Raja berteriak pada lelaki berjubah tapi dia hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan raja.


"Jika dugaan ku benar, Liu Fan pasti bekerja sama dengan orang yang berada di balik layar saat Paviliun Obat hancur"


"Aku yakin hanya kultivator yang ada di ranah Inti Bumi saja yang bisa mengendalikan ketua cabang"


"Jika dia pergi seorang diri menghadang Liu Fan dan orang itu datang, Yan Di dan murid-muridmu itu akan bernasip sama dengan ketua cabang" Kata Sang Raja.


Orang berjubah itu tersentak kaget dan terkejut karena dia tidak tahu kalau Liu Fan memiliki orang kuat sebagai pelindungnya yang bahkan Raja sekalipun tidak berani bertindak gegabah melawannya tapi dia malah membawa semua murid kesayangannya ke dalam neraka.


"Kita sudah kehilangan banyak orang kuat yang kita miliki dan Liu Fan satu-satunya yang bisa kita jadikan sebagai kambing hitam atas hancurnya Paviliun Obat"


"Jika kita tidak bisa memberikan penjelasan pada cabang utama Paviliun Obat di benua selatan, Kerjaan Obsidian pasti akan habis!" Kata sang raja, matanya sudah memerah karena marah.


"Sekarang kau ikut aku pergi ke desa busuk itu"

__ADS_1


"Aku hanya bisa berharap Yan Di tidak gegabah dalam mengambil tindakan" Sang Raja dan lelaki berjubah langsung bergegas pergi ke desa orang buangan.


Mereka terbang dengan kecepatan maksimal karena dia tahu sudah berapa serius masalah yang kerajaan obsidian alami dari hancurnya Paviliun Obat dan mereka sama sekali tidak bisa menemukan dalang yang membuat itu terjadi.


Tapi satu hal yang dia sangat yakin, yaitu pergerakan tiba-tiba Liu Fan pasti ada sangkut pautnya dengan orang yang menghancurkan Paviliun Obat. Jadi dia harus menangkap Liu Fan hidup-hidup untuk mencari semua informasi yang bisa untuk menenangkan Paviliun Obat.


Tapi yang terjadi malah sebaliknya, penasehatnya malah pergi tanpa menyusun strategi sama sekali karena dia tahu kalau kekuatannya tidak cukup untuk mengendalikan secara paksa ketua cabang Paviliun Obat, tapi orang itu dengan mudahnya mengendalikannya bahkan dari mayat kepala cabang tidak terdapat informasi apapun tentangnya.


Sesampainya di desa orang buangan, Sang Raja dan lelaki berjubah terkejut karena lebih dari setengah desa sudah hancur dan terdapat banyak lubang seperti kawa di tanah akibat pertarungan.


"Sial aku terlambat!" Sang Raja melihat mayat murid-muridnya lelaki berjubah yang terbelah menjadi dua.


"Murid-muridku! Mereka semua mati seperti ini!" Lelaki berjubah sangat marah karena melihat semua mayat muridnya yang terbelah menjadi dua dengan mata yang masih terbuka melotot.


"Aku akan membunuh orang yang melakukan ini semua..!!!" Teriak marah lelaki berjubah.


"Tenangkan dirimu! Kaulah yang membuat mereka seperti ini"


"Jika kalian berdua tidak meremehkan Liu Fan, kejadian ini pasti tidak akan terjadi!"


"Ayo kita cari ke bawah apakah ada yang masih selamat" Sang Raja dan lelaki berjubah turun untuk memeriksa semua mayat.


"Amarah lelaki berjubah kembali memuncak setelah melihat mayat muridnya yang terbelah dua dari dekat. Sang Raja berusaha mencari informasi di jiwa yang tersisa dari kedelapan murid lelaki berjubah tapi semua jiwa mereka telah dihancurkan tanpa tersisa.


"Aku bersumpah akan membunuh orang yang melakukan ini pada mereka semua!" Teriak lelaki berjubah saat melihat semua muridnya mati mengenaskan.


Setelah mencari area sekitar, Sang Raja akhirnya bisa merasakan energi penasehat meskipun sudah sangat lemah. "Cepat, di sana tubuh Yan Di" Sang Raja dan lelaki berjubah bergegas mendatangi tempat tubuh Yan Di tergeletak.


Sesampainya di sana mereka terkejut melihat kondisi tubuh Yan Di yang tidak berbentuk lagi, matanya yang sangat merah dan bergetar hebat.


"Siapa sebenarnya orang ini sampai bisa mengalahkan Yan Di sampai seperti ini" Amarah yang tadinya meledak-ledak dari dalam tubuh lelaki berjubah sekarang berganti dengan rasa takut yang luar biasa, karena dia pernah bertarung dengan Yan Di sebelumnya dan setelah sangat lama mereka berdua bertarung dan hasilnya tetap seri. Dan sekarang Yan Di tergeletak di depannya dengan kondisi sangat tragis.


"Dari kondisinya yang masih hidup ini, sepertinya orang itu tidak membiarkan Yan Di mati dengan mudah dan malah menyiksanya" Kata sang Raja melihat mata Yan Di yang berisi ketakutan dan kesengsaraan.


"Mungkin ada informasi yang terdapat di jiwanya" Sang Raja melakukan teknik pencarian jiwa pada Yan Di, meskipun melakukan pencarian jiwa pada orang yang masih hidup bisa menyebabkan jiwa orang itu rusak tapi Sang Raja tahu kalau Yan Di sudah tidak bisa diselamatkan sama sekali.


Saat jiwa sang Raja menyentuh jiwa Yan Di, jiwanya langsung berpindah ke ruang yang sangat gelap.


"Dimana ini?!" Dia memperhatikan sekelilingnya tidak ada apapun yang dia lihat hanyalah ruang gelap yang sangat besar.


"Aku sudah mengira kalau kau akan datang kesini... Raja dari kerajaan Obsidian..." Terdengar suara dari arah depan.


Sang Raja yang langsung menatap ke arah suara berasal langsung tertegun karena melihat sepasang mata merah dengan senyuman seperti iblis.


Saat matanya bertemu dengan sepasang mata merah di depannya, dia merasa jiwanya seperti tersayat oleh ribuan pedang dan jiwanya langsung kembali ke tubuh aslinya.

__ADS_1


Saat jiwanya kembali ke tubuh aslinya, sang raja langsung batuk darah karena jiwanya mengalami cedera yang serius akibat terkena serangan mental saat menatap wajah sosok misterius tersebut.


Terdengar suara yang sama seperti sebelumnya di dalam pikirannya. "Itu tadi adalah hadiah kecilku untukmu dan aku sarankan kau tidak berpikir macam-macam pada Liu Fan jika kau tidak ingin dirimu menjadi sate bakar..." Suara itu lalu hilang dan tidak terdengar lagi dari dalam pikirannya.


"Apa anda tidak apa-apa Raja?!" Tanya lelaki berjubah terkejut karena Sang Raja tiba-tiba batuk darah dan keringat yang sangat banyak keluar dari tubuhnya.


"Uhuk... Uhuk... Jiwaku terkena serangan yang ditinggalkan oleh orang itu" Sang Raja mengelap darah yang ada di mulutnya dengan lengan bajunya.


"Orang seperti apa yang bisa melukai jiwa anda?!" Tanya lelaki berjubah pada Sang Raja.


"Aku tidak tahu siapa dia tapi satu hal yang aku tahu setelah berpapasan dengannya..." Kata Sang Raja menatap serius tubuh Yan Di.


"Dia memiliki kekuatan jiwa yang lebih kuat dariku dan kita tidak usah berpikir untuk balas dendam pada Liu Fan jika kita tidak ingin tubuh kita menjadi sate bakar dibuat olehnya..."


"Orang itu terlalu berbahaya untuk kita provokasi" Kata sang Raja dengan serius.


"Tapi Liu Fan..." Sebelum lelaki berjubah menyelesaikan perkataannya, sang Raja langsung memotong perkataannya. "Jika kau tidak ingin daging tubuhmu dibakar seperti sate maka tidak usah banyak bicara dan ikuti perkataanku!" Kata Sang Raja dengan serius dan penuh penekanan.


"... Bagaimana dengan Yan Di?" Tanya lelaki berjubah, dia tahu kalau Yan Di masih hidup tapi disiksa oleh orang itu tanpa henti.


"Bunuh saja dia, lebih baik dia mati dari pada merasakan penderitaan itu" Kata Sang Raja.


Lelaki berjubah lalu mengambil pedangnya lalu menebas leher Yan Di. Tapi sesaat lehernya di tebas, bekas tebasan di lehernya langsung menutup sehingga tidak berhasil membunuhnya.


"Apa yang terjadi?! Aku yakin telah menebas lehernya dengan pedangku tapi kenapa tidak putus dan bekas tebasan pedangku kembali menutup di lehernya?!" Lelaki berjubah sangat kebingungan dengan apa yang terjadi.


Sang Raja yang melihat itu hanya bisa menghembuskan nafas panjang. "Kau tidak akan bisa membunuhnya"


"Orang itu sudah memasang suatu teknik pada tubuhnya yang membuat Yan Di tidak bisa di bunuh sama sekali kecuali orang itu sudah puas menyiksa Yan Di"


"Maka kau balaslah dendam pada Liu Fan jika ingin seperti Yan Di dan mungkin lebih mengenaskan dari Yan Di" Kata Sang Raja sambil meledek lelaki berjubah itu.


Lelaki berjubah terkejut mendengar perkataan Sang Raja dan dia merasa beruntung karena dia tidak mengikuti Yan Di untuk mencegat Liu Fan.


"Bereskan semua ini, aku tidak mau jika orang lain melihat ini" Sang Raja lalu pulang kembali ke kerajaan, dia sudah tidak sanggup bertahan lebih lama karena jiwanya yang mengalami cedera berat.


Lelaki berjubah lalu membereskan semua mayat dan meratakan semua bangunan yang ada di desa orang buangan.


.


.


.


.

__ADS_1


Note:


Maaf karena Author tidak update lagi waktu itu karena Author ada urusan di suatu tempat yang signal/jaringannya sangat tidak stabil hingga Author baru bisa update kembali pada hari kemarin🙏🏻


__ADS_2