Menunggu Kamu Pulang Dari Pesantren

Menunggu Kamu Pulang Dari Pesantren
Lebay Amat


__ADS_3

"Hehehe... bercanda kali Deb. Kalau lo mau kasih gue ceramah sampai selama itu. Oke deh, gue siap mendengarkan." Kata Keysa menjawab ucapan Debi dengan yakin.


Debi bukannya langsung menjawab ucapan Keysa. Kini ia malah terdiam cukup lama sebelum menjawab ucapan Keysa.


Hal tersebut membuat Keysa hampir mati kebosanan. Eh, itu istilah kasarnya ya.


"Deb, lo sampai kapan sih diem. Gue bosen tau, nunggu lo jawab ucapan gue." Kata Keysa yang langsung mengeluh.


"Masa sih, lo sampai bosen kaya gitu. Padahal gue rasa, gue diem nggak sampai satu jam deh. Ko lo malah bilang kaya gitu." Kata Debi menjawab ucapan Keysa setelah cukup lama terdiam.


"Iya sih, memang nggak sampai satu jam. Tapi lamanya itu loh. Udah seperti satu jam tau." Kata Keysa menjawab ucapan Debi.


"Ca ela, lebay amat." Kata Debi menjawab ucapan Keysa.


"Biarin yang terpenting gue nggak ngerugiin orang." Kata Keysa menjawab ucapan Debi.


Suasana pun menjadi hening seketika. Hal ini sangat berbeda dengan Alika dan Baim saat ini.


"Em... yank, itu temen kamu nggak papa pindah ke sana." Kata Baim yang mulai merasa tak nyaman karena Debi dan Keysa pergi. Sehingga ia pun bertanya pada Alika untuk membuat hatinya sedikit lebih nyaman.


"Nggak papa yank, mereka berdua tuh ngertiin kita. Jadi udah, jangan terlalu di pikirin. Lebih baik kamu banyakin mikirin aku aja yank. Biar bucin. Hehehe..." Kata Alika yang mencoba menenangkan Baim agar lebih rileks dengan sedikit bergurau.


"Asal kamu tau yank, kamu nggak suruh juga. Aku selalu mikirin kamu. Tiap detik, tiap menit bahkan tiap jam yang mencapai dua puluh empat setiap hari itu. Aku selalu memikirkan kamu." Kata Baim yang sudah mulai menggombal.


"Ah... bapernya aku yank. Kamu nih, buat aku salting deh. Ih... itu beneran yank?" Kata Alika yang menjadi salah tingkah.


"Iya dong yank beneran, masa bohongan sih." Kata Baim menajwab ucapan Alika.


"Ah... nggak percaya aku." Kata Alika yang pura - pura nggak yakin.


"Ih... yank, kamu tuh harus percaya kalau aku beneran selau inget kamu tau. Kalau kamu nggak percaya nih, coba aja kamu..." Kata Baim yang sepertinya cukup kebingungan saat ingin menjelaskan pada Alika. Sehingga saat ini ia pun menjeda ucapannya itu.


"Kamu apa yang? ko malah berhenti." Kata Alika yang sudah penasaran dengan kelanjutan ucapan Baim.


"Em... itu yank, susah deh kalau harus di jelasin. Intinya aku beneran suka mikirin kamu. Aku berharap kamu juga bisa mempercayainya." Kata Baim yang langsung menjawab ucapan Alika.

__ADS_1


"Iya deh, aku percaya. Tapi..." Kata Alika yang kini sengaja menjeda ucapannya.


"Tapi, apa yank?" Kata Baim yang penasaran.


"Em... nggak jadi deh yank. Hehehe..." Kata Alika yang membuat Baim sedikit kecewa.


"Yah, padahal aku penasaran loh yank. Em... tapi ya sudah deh. Kalau kamu nggak mau kasih tau. Aku nggak bisa berbuat apa - apa lagi." Kata Baim yang kecewa.


"Sebagai ganti dari rasa penasaran kamu ini yank. Nih, aku kasih kamu minum. Pasti kamu haus kan. Sedari tadi banyak bicara sama mereka." Kata Alika yang langsung memberikan Baim sebotol minum.


"Makasih yank, kamu ko tau banget sih kalau aku lagi aus." Kata Baim yang langsung mengambil botol minum tersebut.


"Harus dong, ntar kan kalau aku butuh perhatian kamu. Kamu bisa sepeka ini." Kata Alika yang langsung menaik turunkan alisnya.


"Um... gemesnya, ku cubit juga ntar pipinya." Kata Baim yang langsung mengarahkan tangannya di dekat pipi Alika.


Alika yang sadar pun langsung menjauhkan wajahnya dari tangan Baim yang mendekat itu.


"Ih... yank, ko kamu jahat banget sih. Malah mau cubit pipi aku. Ntar, kalau pipi aku jadi merah dan sakit karena cubitan kamu gimana? emang kamu mau tanggung jawab." Kata Alika yang sepertinya terlalu lebay.


"Not, aku nggak mau. Walau sedikit pun itu." Kata Alika yang langsung menolak.


"Em... ya udah deh, kalau kamu nggak mau. Aku nggak akan maksa ko." Kata Baim yang kini langsung fokus pada botol minum.


Setelah itu, ia pun mulai membuka botol minum tersebut. Lalu ia mulai meminum air yang ada di botol itu.


Glek...


Glek...


Glek...


Tiga kali tegukan, air pun sudah hampir habis setengah dari botol.


Kemudian Baim mulai menutup botol minum itu kembali.

__ADS_1


"Ko nggak di abisin yank." Kata Alika yang melihat air minum itu masih ada.


"Buat nanti aja yank, soalnya udah cukup ko aku minum setengah juga." Kata Baim menjawab ucapan Alika.


"Oh gitu, kirain mau nawarin aku." Kata Alika yang sengaja berkata seperti itu pada Baim.


"Bukanlah yank, masa kamu minum bekas aku. Jangan dong, ntar..." Kata Baim yang menjawab ucapan Alika. Namun, langsung di potong oleh Alika.


"Iya, iya, aku juga tau yank. Barusan hanya bergurau saja. Hehehe..., aku kan juga punya yank air minum mah. Nih, sama kan." Kata Alika yang langsung menunjukkan air minum miliknya pada Baim.


"Hehehe... iya yank sama." Kata Baim menjawab ucapan Alika.


Kemudian mereka berdua pun larut dalam pembicaraan lagi.


Sementara di tempat Debi dan Keysa yang sebelumnya hening. Kini mulai terdengar percakapan lagi.


"Ya ampun Deb, liat tuh si Alika. Sweet banget sih. Jadi pengen deh, bisa ada yang gue perhatiin." Kata Keysa yang kini menujuk Alika dan Baim untuk di lihat oleh Debi.


"Memangnya mereka lagi ngelakuin apa sih. Lo sampai bilang sweet." Kata Debi yang tak langsung melihat arah telunjuk Keysa.


"Lo liat sendiri aja deh Deb. Uh... so sweet nya." Kata Keysa yang langsung menyuruh Debi untuk melihatnya sendiri.


Debi yang penasaran pun, kini mulai melihat arah telunjuk Keysa. Setelah pandangannya mengarah ke telunjuk itu. Ia pun langsung melihat apa yang di bilang oleh Keysa.


"Ca ela, Key. Itu mah nggak seberapa kali. Belum sweet tau." Kata Debi yang tak setuju dengan ucapan Keysa.


"Bagi kamu sih nggak sweet Deb, tapi bagi aku, itu tuh sweet banget." Kata Keysa yang langsung menjawab ucapan Debi.


"Ck... terserah lo aja deh." Kata Debi akhirnya bersikap bodo amat.


"Tumben, nggak beradu argumen dulu." Kata Keysa yang merasa heran.


"Lagi males berdebat, aku juga butuh ketenangan. Eh maksudnya, gue juga butuh ketenangan." Kata Debi menjawab ucapan Keysa.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2