
"Em... ia in deh biar cepet." Kata Alika menjawab ucapan kedua temannya itu.
Semetara Debi dan Keysa mulai merencanakan sesuatu untuk memberi pelajaran pada Cici.
"Gue beneran kesel Deb, liat tuh cewek malah ngajak ribut. Ayolah kita buat rencana untuk kasih pelajaran sama tuh cewek." Kata Keysa menggebu - gebu.
"Gue apalagi Key, udah pasti gue kesel pake bingit dah, sama tuh cewek. Ya udah, yuk langsung mulai buat rencana." Kata Debi menjawab ucapan Keysa.
"Yank, temanmu kenapa marah - marah sih. Cewek itu tuh, siapa yang mereka maksud. Emang ada masalah atau apa?" Kata Baim bertanya pada Alika.
"Itu yank, biasa lah masalah cewek. Udah ah, jangan bahas lagi. Lebih baik kamu fokusin dulu aja ke acara kumpul hari ini. Ntar, setelah beres aku mau lanjut marahin kamu, mengenai masalah kamu yang kabur ninggalin aku sama teman aku. Awas, jangan sampai kamu beralasan nggak mau bahas hal itu lagi." Kata Alika mengalihkan pembicaraan sambil mengingatkan Baim akan sesuatu hal yang ia bahas nanti setelah acara kumpul selesai.
"Hem... iya deh yank, kalau gitu aku ke sana dulu ya. Kamu sama teman kamu duduk dulu aja di sana." Kata Baim menyetujui ucapan Alika sambil menunjuk tiga kursi untuk Alika dan temannya duduki.
"Iya deh yank, sana gih kalau kamu mau ke sana dulu. Aku sama teman aku juga mau duduk dulu." Kata Alika menjawab ucapan Baim.
"Oke yank, aku pergi dulu. Dah yank." Kata Baim yang berpamitan.
"Iya yank, Dah juga." Kata Alika menjawab ucapan Baim.
Setelah mendengar ucapan Alika, barulah Baim mulai pergi melangkahkan kakinya untuk melihat semua petugas yang bertanggung jawab dalam acara kumpul hari ini. Sambil melihat hasil kerja mereka juga. Dan bertanya sampai sejauh mana persiapan untuk acaranya.
Satu persatu Baim mulai menghampiri semua petugas. Bahkan Cici dan Kevin pun tak lupa ia datangi untuk bertanya hal yang sama.
Terlihat jelas di sana saat Baim bertanya pada Cici dan Kevin mereka berdua bersikap acuh. membuat Baim sampai mengerutkan alisnya karena terheran - heran dengan sikap mereka yang biasanya ramah.
__ADS_1
"Em... Kev, Ci, lo berdua ko jutek amat jawab ucapan gue. Lo berdua lagi ada masalah sama gue." Kata Baim yang sudah tak bisa menahan lagi ingin bertanya. Sehingga ia langsung bertanya pada Kevin dan Cici.
"Menurut lo? gue harus bersikap ramah setelah lo sendiri ngagetin kita berdua." Kata Cici dengan juteknya.
"Maksud lo apa Ci? gue nggak ngagetin kalian gimana sih? gue nggak ngerti hal apa yang lo maksud?" Kata Baim yang masih belum menyadari akan kesalahannya beberapa saat lalu.
"Ck... lo mendadak amnesia atau apa. Udahlah Baim, lo jangan berpura - pura bodoh." Kata Cici yang langsung melipatkan kedua tangan nya di dada.
"Makannya gue tanya ke lo. Itu artinya gue nggak tau apa salah gue. Ayolah Kev, lo kasih tau gue. Apa sebenarnya kesalahan gue, sampai lo berdua malah jutek ke gue. Lagian pertanyaan gue barusan nggak ngajak lo berdua pada ribut kan. Tapi, kenapa malah kalian yang menjawab ucapan gue, udah kaya ngajak gue ribut sih." Kata Baim meminta Kevin untuk berbicara.
"Lo beneran lupa Baim. Lo tadi udah buat kita berdua hampir serangan jantung, kalau gue sama Cici punya riwayat sakit jantung. Tapi, untungnya gue sama Cici nggak punya riwayat penyakit itu." Kata Kevin yang langsung mengeluarkan suaranya.
"Gue lakukan apa emangnya. Udah, lo langsung kasih tau gue aja. Gue beneran nggak tau." Kata Baim yang langsung meminta Kevin menjelaskan ucapannya tanpa bertele - tele.
"Ck... lo tadi udah buat kita kaget setengah mati. Datang - datang langsung membuat jantung hampir copot. Gue sama Cici kan kaget, lo tiba - tiba membuka pintu dengan keras. Lo abis lari kesetanan apa atau gimana?" Kata Kevin yang langsung memberitahu Baim.
Setelah cukup lama mengingat - ingat. Akhirnya ia pun mulai mengingatnya lagi.
"Em... maaf Kev, Ci, gue salah. Udah masuk ke Aula dengan terburu - buru. Bahkan sampai tak memperhatikan kalian yang ada di balik pintu. Maaf banget ya, gue udah buat kalian sampai menaruh kesal sama gue." Kata Baim yang langsung meminta maaf karena ia merasa begitu bersalah sama mereka berdua.
Lagi dan lagi jawaban Cici tetap jutek.
"Udah telat kali Baim, harusnya tuh tadi lo minta maafnya, bukan malah sekarang." Kata Cici yang masih jutek.
"Iya gue tau, ucapan maaf gue memang udah telat. Tapi, setidaknya gue udah mau minta maaf sama lo dan Kev walau terlambat juga. Sekarang gue kembaliin lagi sama kalian berdua. Kalian mau maafin gue atau pun enggak, itu terserah kalian. Tapi, yang jelas hati gue udah sedikit lega bisa ucapin maaf ke kalian." Kata Baim menjawab ucapan Cici.
__ADS_1
"Gue ke sana dulu ya. Sekali lagi gue minta maaf." Kata Baim melanjutkan lagi ucapannya sambil pergi meninggalkan mereka berdua.
Baru saja Baim melangkahkan kaki sebanyak lima langkah. Baik, Cici maupun Kevin mulai mengeluarkan suaranya lagi.
"Tunggu Baim." Kata Kevin mencegah Baim pergi.
"Iya, kenapa?" Kata Baim kemudian membalikan tubuhnya dan langsung menghentikan langkah kakinya. Selain itu, saat ini pandangannya pun menghadap pada Kevin dan juga Cici.
"Gue maafin lo, maaf juga udah bersikap jutek sama lo." Kata Kevin yang langsung memaafkan Baim dan tak lupa meminta maaf juga akan sikapnya barusan
"Em... gue juga maafin lo Baim dan maafin gue juga udah jutek banget sama lo." Kata Cici yang tak jauh berbeda dengan Kevin. Ia pun memaafkan Baim dan meminta maaf akan sikapnya terhadap Baim.
"Makasih ya, udah maafin gue. Gue maklumi ko, lo marah sama gue. Abisnya memang gue yang salah kan. Jadi menurut gue sikap kalian barusan itu wajar. Gue yang harus nya merasa tak enak sama kalian." Kata Baim menjawab ucapan mereka berdua dengan tulus.
"Iya Baim, makasih juga udah memaklumi sikap kita." Kata Kevin mewakili ucapan Cici.
"Iya, kalau gitu gue ke sana dulu ya. Kalian semangat lanjutin tugas kalian ya." Kata Baim langsung berpamitan lagi.
"Iya Baim." Kata mereka berdua hampir bersamaan.
"Oke." Kata Baim yang langsung pergi meninggalkan mereka, setelah satu kata itu ia ucapkan.
Alika yang melihat Baim lama berbicara dengan Kevin dan Cici pun, mulai bertanya - tanya pada teman nya.
"Itu sayangnya aku, ko malah lama bener sih di tempat mereka berdua. Lagi bicarain apa sih kira - kira Deb, Key. Menurut lo berdua sayang gue, lagi bicara apa ya sama tuh dua orang yang kalian maksud tadi." Kata Alika memberitahukan rasa penasaran nya pada Debi dan juga Kesya.
__ADS_1
Sehingga secara otomatis Keysa dan Debi menjawab ucapan Alika dengan menggelengkan kepala secara bersamaan sebagai jawaban atas ucapan Alika barusan.
Bersambung...