Menunggu Kamu Pulang Dari Pesantren

Menunggu Kamu Pulang Dari Pesantren
Malah Bersikap Cuek


__ADS_3

"Itu loh tetangganya gue." Kata Keysa dengan cepatnya menjawab ucapan Debi.


"Lah, ko bisa?" Kata Debi yang langsung menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"Ck... ya bisa dong. Lo, nggak tanya hal lain kah tentang si Ucum ini." Kata Keysa menjawab ucapan Debi dengan santai.


"Buat apa?" Kata Debi yang masih bingung dan bimbang.


"Ya buat lo jadiin pacar lah. Emang buat apa lagi." Kata Keysa dengan gamblangnya menjawab ucapan Debi.


"Ck... lagian gue nggak minat sama si Ucum yang lo bilang itu. Liat aja nggak pernah, tuh wajah si Ucum. Mana bisa langsung gue jadiin pacar. Ngada - ngada nih, lo." Kata Debi dengan cueknya menjawab ucapan Keysa.


"Duh... duh... duh... lo belum tau aja si Ucum. Beh, kalau lo udah tau. Gue yakin, lo pasti..." Kata Keysa yang sengaja menjeda ucapannya itu. Agar Debi yang meminta dirinya untuk melanjutkan lagi ucapannya ini.


Dan pada kenyataannya Debi malah bersikap cuek seperti tak menanggapi ucapan Keysa ini.


"Ih... Deb, lo kenapa nggak minta gue buat lanjutin ucapan gue sih." Kata Keysa yang kesal melihat Debi yang mengabaikan dirinya.


"Kan udah gue bilang kalau gue tuh nggak tertarik sama si Ucum yang lo maksud itu. Apalagi kalau sampai bertanya mengenai dia dengan detail. Nggak ada deh, dalam kamus gue." Kata Debi sambil melipat kedua tangannya di depan dada, saat ia menjawab ucapan Keysa.


"Hem... lo nih, bener - bener deh Deb. gue jambak juga bibir lo." Kata Keysa yang langsung meremas kedua telapak tangannya di depan wajah Debi.


"Nih, jambak aja kalau lo bisa." Kata Debi yang langsung mendekatkan bibirnya di dekat wajah Keysa.

__ADS_1


"Ck... udah nggak minat gue. Awas, gue mau duduk. Capek lama - lama terus debat sama lo, tapi gue malah nggak pernah lo izinin menang. Kan sedih." Kata Keysa yang Debi kira akan marah sejadi - jadinya.


Namun ternyata di luar dugaan dan perkiraannya. Karena saat ini, ia malah melihat Debi seperti sedang bergurau dengan dirinya. Ketika telah mendengar jawaban Keysa barusan.


"Ya ampun Key, gue kira lo akan uring - uringan kaya Alika. Ternyata dugaan gue salah besar." Kata Debi yang langsung merentangkan tangganya ke samping setelah ia mengucapkan kata 'besar' barusan.


"Lah buat apa juga gue uring - uringan. Kaya nggak punya kerjaan aja." Kata Keysa yang terheran - heran dengan ucapan Debi.


"Ya buat melampiaskan ke tidak sukaan lo sama ucapan yang gue lontarkan atau bahkan sikap gue ke lo." Kata Debi menjelaskan apa yang menjadi kebingungan Keysa.


"Ck lagian kalau gue harus lakuin itu. Capek Deb. Ntar nih ya, tenggorokan gue bisa kering terus suara gue bisa habis karena terlalu banyak bicara keras. Di tambah lagi besar kemungkinan gue bisa stres atau sakit kepala karena marah - marah itu. Ih... ngeri amat ngebayanginnya aja. Tapi, gue sempet heran sih sama si Alika. Ko bisa ya, dia tetap baik - baik aja setelah marah - marah." Kata Keysa menjawab ucapan Debi cukup panjang, bahkan ia sempat bertanya mengenai Alika yang suka marah - marah.


"Hem... panjang amat Key. Kaya baca pidato aja. Berapa bait tuh, eh maksud gue berapa paragraf." Kata Debi yang malah mempertanyakan ucapan Keysa yang panjang.


"Entahlah Deb, gue nggak sempat ada waktu buat menghitung paragraf atau bait nya. Yang jelas sih, ucapan gue barusan cukup panjang dan gue rasa juga cukup detail." Kata Keysa menjawab ucapan Debi.


"Ca ela Deb, lo kira ucapan gue itu pengantar tidur apa. Sampai bilang kaya gitu segala lagi." Kata Keysa yang tak menyangka bisa mendengar jawaban seperti itu dari Debi.


"Hehehe... mungkin bisa jadi Key. Kalau suara lo tuh, bisa buat pengantar tidur. Ntar, kalau gue susah tidur. Gue minta lo bicara banyak deh kaya barusan. Biar gue bisa tidur. Kan lumayan nggak perlu cari cara lain buat bisa tidur. Apalagi kalau sampai mengonsumsi obat. Itukan bisa menjadi kebiasaan, kan nggak baik. Jadi gue pilih yang alami aja deh. Biar ntar hubungi lo kalau susah tidur." Kata Debi yang membuat Keysa pusing di buatnya, karena menurut Keysa ucapan Debi ini seperti terus di ulang - ulang yang akhirnya membuat Keysa pusing.


Termenunglah Keysa saat Debi telah selesai berbicara panjang itu. Debi yang melihat pun menjadi khawatir, sehingga dengan cepat ia langsung menepuk pelan lengan Keysa. Sambil berkata.


"Key... lo kenapa diem?" Kata Debi saat ia menepuk tangan Keysa sebelah kanan atas.

__ADS_1


"Hah... apa?" Kata Keysa yang menjadi kebingungan.


Hal ini membuat Debi mengerutkan alisnya sebentar, lalu mulai menjawab ucapan Keysa.


"Ck... lo ngelamun Key?" Kata Debi yang curiga pada Keysa.


"Hem... sepertinya iya." Kata Keysa yang langsung menjawab jujur ucapan Debi.


"Ya ampun, nggak habis pikir gue sama lo. Ko bisa ya, lo seperti ini." Kata Debi yang langsung menepuk jidat nya.


"Ya bisa lah Deb, asal lo tau nih. Gue ngelamun kaya gini tuh karena gue nggak habis pikir aja. Lo bilang ke gue, kalau gue itu bicara nya panjang kaya baca pidato. Sementara lo barusan, bahkan ngalahin ucapan gue. Kan aneh." Kata Keysa yang langsung menjawab ucapan Debi.


"Oh jadi lo terdiam dan ngelamun gini tuh. Karena ucapan gue." Kata Debi yang memastikan lagi ucapan yang ia dengar dari Keysa adalah bener adanya.


Dengan cepat Keysa pun menjawab ucapan Debi dengan menganggukkan kepala nya.


"Ck... ada - ada aja sih lo, Key. Masa karena gue bicara panjang kali lebar kaya barusan, lo sampai kaya gitu. Gimana jadi nya, kalau gue ceramahin lo satu hari satu malam. Bisa - bisa lo langsung tepar. Ck... nggak sanggup deh, gue ngebayangin hal itu terjadi pada lo. Apalagi penyebab lo seperti itu gue sendiri. Oh ya ampun, gue... gue... sampai..." Kata Debi yang langsung berpikir jauh.


"Ih... Deb, lo ko jadi lebay gini sih. Ya, kalau itu sampai terjadi sama gue. Mending gue pergi aja saat lo ceramah dari pada harus tepar." Kata Keysa yang langsung memotong ucapan Debi.


"Parah lo, Key. Giliran di kasih ceramah lo malah pergi. Tapi, giliran di kasih uang. Lo akan paling depan." Kata Debi yang langsung menajwab ucapan Keysa.


"Eh... lo Deb, ko bener banget sih." Kata Keysa yang malah setuju dengan ucapann Debi tanpa membantah ucapan Debi sedikit pun.

__ADS_1


"Parah banget lo, Key. Masa lo pilih uang dari pada dapat ceramah." Kata Debi yang tak habis pikir dengan ucapan Keysa.


Bersambung...


__ADS_2