Menunggu Kamu Pulang Dari Pesantren

Menunggu Kamu Pulang Dari Pesantren
Teman Atau Musuh


__ADS_3

"Ih... nggak jelas banget sih kamu." Kata Keysa menjawab ucapan Debi.


"Bentar, bentar Key. Lo sejak kapan bisa rubah gitu manggilnya. Biasanya aja bilang gue. Sekarang ko jadi kamu. Nerpes ya, em... maksud gue gerogi." Kata Debi menjawab ucapan Keysa.


Dengan terkejut dan jengkel, Keysa langsung meninggikan suaranya saat menjawab ucapan Debi.


"Ap sih lo, Deb. Sekarang gue setuju Lik. Ternyata Debi makin ke sini, beneran makin nyebelin. Gue ulek juga ntar bibirnya itu." Kata Kesya penuh dengan penekanan saat menjawab ucapan Debi.


"OMG, lo bilang gue nyebelin. Ck... lo sendiri gimana kabarnya. Pake mau ulek bibir gue segala lagi. Dasar ya, punya teman lacnat banget sih." Kata Debi yang langsung emosi.


Sementara Alika hanya bisa menggelengkan kepalanya itu. Setelah melihat perdebatan kedua temannya ini.


"Ckckck... kalian nih, teman atau musuh sih. Malah makin kaya toa bicaranya. Padahal, jarak aja deketan kaya gitu. Nggak sakit apa? tuh telinga kalian bicara dengan nada tinggi seperti barusan." Kata Alika setelah menggelengkan kepalanya sambil melipat kedua tangannya di depan dada dengan wajah yang sulit untuk di artikan.


"Debi yang mulai tuh, Lik. Makannya gue jadi kebawa emosi." Kata Keysa yang langsung menyalahkan Debi.


Debi yang tak terima dirinya di salahkan oleh Keysa, kini mulai mengeluarkan suaranya untuk protes.


"Hey... ko jadi gue sih." Kata Debi yang protes.


"Iya kan, ini memang salah kamu. Jadi, terima aja kesalahan kamu itu. Ingat, jangan lepas dari tanggung jawab." Kata Keysa menjawab ucapan Debi.


"Mana bisa, ini kan lo yang mulai Key. Gue hanya membela diri." Kata Debi yang masih tetap tak mau menyerah.


"Lo Deb." Kata Keysa semakin menunjuk Debi.

__ADS_1


Debi yang di tunjuk seperti itu pun tak mau kalah. Sehingga saat ini, Ia mulai menunjuk Keysa juga.


"Lo Key yang salah bukan gue." Kata Debi sambil menunjuk Keysa.


"Elo." Kata Keysa.


"Elo." Kata Debi.


Ucapan mereka yang saling tunjuk ini pun membuat Alika nyaris meledakan amarahnya. Jika saja Baim tak langsung ada di dekat mereka bertiga.


"Ar... yank, udah beres kelilingnya?" Kata Alika yang awalnya berniat untuk memunculkan amarah miliknya. Namun, tak jadi karena Baim sudah berada di hadapan nya.


"Udah yank. Kamu nunggunya lama ya." Kata Baim menjawab ucapan Alika dengan rasa tak enak karena ia pergi terlalu lama.


"Em... nggak ko yank. Masih bisa di toleransi lah. Ya udah, yank. Sini duduk. Ehem... Key, kamu ambil kursi lagi ya. Please." Kata Alika menjawab ucapan Baim sambil meminta Baim untuk duduk di tempat duduk Keysa. Dan Keysa pun langsung di minta Alika untuk mengambil kursi lain.


"Nggak papa yank, iya kan Key nggak papa kursi kamu di duduki Baim." Kata Alika sambil mencubit pelan, belakang tubuh Keysa untuk segera menyetujui ucapannya.


"Aw... em.. maksud gue, iya Lik boleh. Baim duduk aja di sini." Kata Keysa yang awalnya akan berteriak kesakitan tapi karena ia melihat tatapan Alika yang mengintimidasi. Akhirnya ia pun langsung setuju saja ucapan Alika. Karena Keysa berpikir jika ia terus duduk yang ada, ntah bagian tubuhnya yang mana lagi yang akan menjadi korban kekejaman Alika.


Sehingga keputusan untuk beranjak dari kursi pun adakah pilihan yang tepat.


"Eh, tapi... kamu gimana?" Kata Baim yang canggung. Pasalnya ia cowok tapi malah cewek yang mempersilahkan ia duduk. Ntar, apa kata orang kan.


"Udah Baim, lo nggak usah khawatir. Gue bisa ambil kursi lagi ko. Sekalian di antar Debi atau bisa juga gue sama Debi pindah tempat aja. Biar kalian ngobrolnya lebih enak. Iya kan Deb." Kata Keysa yang langsung menjawab ucapan Baim sambil berkata juga pada Debi.

__ADS_1


"Ca ela, tadi aja nyolot banget salahin gue. Giliran udah kaya gini, wajahnya langsung berubah manis. Untung aja nggak ada semut rangrang. Kalau ada abis lo Key di gigit sama tuh semut. Eh, tapi emangnya semut itu mau gigitin tubuh si Key kalau ternyata pahit yang ada, ntar tuh semut pada mati. Ah... nggak bisa bayangin gue kalau hal itu sampai terjadi." Kata Debi yang malah keasyikan berbicara di dalam hatinya.


Hal ini akhirnya membuat Keysa kembali mengeluarkan suaranya lagi.


"Ck... Deb, lo itu kalau gue tanya suka diem deh. Ntar, kalau sampai mulut lo terbuka nih. Pas sambil diem kaya gini, bisa - bisa ada lalat masuk ke mulut lo. Terus, ntar lo tuh di bilang kaya kodok suka makan lalat. Hahaha..." Kata Keysa yang malah ketawa tak jelas.


"Apa sih Lo, Key. Masa iya, gue di samain kaya kodok. Jahat bener deh." Kata Debi yang langsung bedmood.


"Hehehe... berchada... Deb. Udah yuk, kita ke sana aja. Dari pada di sini kan, yang ada ntar kita kaya kambing cong'ek. Emang lo mau." Kata Keysa yang langsung menarik tangan Debi.


"Ck... nggak harus di tarik gini kali Key. Ntar, kalau tangan gue putus karena lo terlalu kencang tarik tangan gue ini. Bisa - bisa lo akan..." Kata Debi yang belum sempat menyelesaikan ucapannya itu malah di potong oleh Keysa.


"Udah deh, jangan banyak protes. Ntar, yang ada keburu ada yang marah. Ayo pergi." Kata Keysa yang langsung menarik tangan Debi setelah ia melirik Alika sekilas ketika menyebutkan kata 'ada yang marah'. Saat itulah Keysa melirik Alika. Sehingga kalian pun sudah mengetahui bahwa orang yang marah tersebut tentunya adalah Alika.


"Hem... iya deh iya, gue ikut lo." Kata Debi yang akhirnya pasrah.


Keysa pun langsung berkata pada Alika dan Baim.


"Lik, Baim. Gue sama Debi pergi ke sana dulu ya. Kalian silahkan nikmati aja ngobrolnya. Dah." Kata Keysa yang langsung pergi meninggalkan Alika dan Baim tanpa menunggu jawaban dari keduanya.


Sementara Debi yang awalnya ingin berpamitan juga. Tak ia lakukan karena tangan nya langsung di tarik oleh Keysa.


"Ck... Key, lepas nggak. Lagian gue kalau di tarik kaya gini malah risih. Mana tadi gue nggak sempet pamit lagi sama si Alika sama si Baim. Karena lo tarik tangan gue kaya gini." Kata Debi saat mereka telah berada cukup jauh dari Alika dan Baim.


"Sut... jangan berisik, ntar gue kasih lo ke tuh si Ucum. Mau?" Kata Keysa yang langsung meminta Debi untuk diam.

__ADS_1


"Lah ko malah mau kasihin gue ke si Ucum sih. Lagian siapa si Ucum?" Kata Debi yang aneh dan bingung dengan ucapan Keysa. Sehingga ia pun bertanya pada Keysa.


Bersambung...


__ADS_2