Menurut Mu, Apa Ini Adil?

Menurut Mu, Apa Ini Adil?
Body guard


__ADS_3

Setelah satu jam, Tamarin kemudian terbangun. Dia ketakutan dan memeluk Tuan Kino dengan erat.


"Baby..."


"Aku takut," ucapnya dengan wajah bingung dan takut yang teramat.


"Baby tenang, kamu takut apa?"


"Aku yakin sekali ada yang ingin mencelakai ku. Aku yakin dia ingin membunuh ku. Aku tidak tahu siapa? Karena dia memakai penutup kepala. Aku takut." Tamarin terus dengan ekspresi takut nya dengan mata mengedar ke sekeliling dan merasa jiwa nya terancam.


"Baby kamu tenang baby."


"Bagaimana aku bisa tenang jika ada orang jahat yang ingin membunuhku. Orang jahat itu membekap mulut ku hingga aku lepas tidak bisa bernafas." Tamarin yang menjelaskan semuanya.


Tuan Kino ternganga tidak percaya. Dia segera menghubungi Lotte dan menyampaikan semuanya.


"Cepat kamu rekrut body guard!" Perintah Tuan Kino kepada Lotte.


"Baik Tuan, tapi kalau boleh aku tahu body guard nya untuk siapa?"


"Cepat jalan kan perintah ku. Nanti kita bicara. Kamu segera datang ke rumah karena ini sangat penting."


"Baik Tuan." Lotte yang kemudian menutup panggilan dari bos besar nya. "Body guard," lirihnya hampir tidak percaya mengapa Ruang Lino sampai ketakutan seperti itu. "Apa yang terjadi?" imbuh nya.


Sedangkan Tuan Kino kembali menenangkan istrinya yang bahkan sangat ketakutan dan trauma setelah peristiwa pagi buta yang dialami nya. Tamarin merengek meminta pulang segera karena dia takut dan tidak ingin ditinggal oleh Tuan Kino.


Sementara Choco yang mendengar jelas apa yang disampaikan ayah nya melalui sambungan telepon pada asisten pribadinya.


Ya, dia sengaja menyamar menjadi petugas cleaning servis dan tengah membersihkan ruang rawat Tamarin yang jadi satu dengan Candy.


Maka dari itu dia sangat jelas mendengarkan perintah Tuan Kino.


"Dia ingin merekrut body guard. Dan aku harus di terima menjadi salah satu body guard mereka," batinnya bicara.


Sebelum dia selesai mengepel lantai karena penyamaran nya yang menjadi seorang cleaning servis. Mata Choco melirik ke arah Tamarin yang memeluk ayahnya dengan erat.


"Menjijikkan sekali kamu Tamarin. Kamu pernah berkata cinta mu begitu besar untuk ku, tapi nyata nya sekarang tidak demikian apa yang aku lihat. Kamu bahkan sangat nyaman di pelukan ayah ku."

__ADS_1


Choco yang kemudian pergi meninggalkan ruangan itu. Dimana kedua manusia tanpa dosa dan tidak punya hati nurani itu tengah gelisah karena merasa istri yang paling di cintai nya, terancam.


Sedang di sisi lain. Lotte terlebih dahulu sampai pada rumah besar. Dia sedang menanyakan kepada salah seorang security rumah Tuan nya, jika memiliki saudara atau teman yang ingin melamar untuk menjadi body guard. Tua Kino sedang membutuhkan nya.


"Jati Tuan butuh body guard?" tanya salah seorang security.


"Iya, minimal dua orang untuk menjaga nona Tamarin dan non Candy," jawab Lotte.


Yang dimana beberapa saat setelah nya, Tuan Kino pulang dari rumah sakit dengan Tamarin dan Candy. Mereka meminta dokter untuk memeriksa berkala di rumah saja karena Tamarin sangat ketakutan dan tidak ingin tinggal lebih lama di rumah sakit.


"Kita sudah sampai rumah, jadi kamu tenang ya," pinta Tuan Kino kepada Tamarin untuk tida risau lagi.


Namun tidak pada Tamarin yang masih diliputi rasa takut. Dia masih meminta Tuan Kino untuk hari ini absen kerja dan menemani nya dengan Candy di rumah.


"Baby, di rumah banyak asisten rumah tangga dan di security. Jadi tolong kamu jangan takut lagi. Sebentar lagi juga akan ada body guard yang saya khususkan menjaga kamu dan Candy. Saya sudah perintah kan Lotte."


"Iya nona Tamarin, tolong anda jangan risau lagi. Di rumah ini aman untuk anda," sahut Lotte kepada istri tuan nya.


"Aman kamu bilang? Kalau aman mengapa bisa kue yang dicampur zat berbahaya itu bisa masuk ke dalam rumah ini? Dan apa yang terjadi? Kalian lihat sendiri kan jika aku dan putri ku baru saja meminta pulang paksa karena di rumah sakit aku hampir mati karena di bekap. Apa itu yang anda bilang aman?" Tamarin yang menampakkan wajah marah nya meskipun tidak harus berbicara keras dan terkesan meledak-ledak, namun ucapan dengan tatapan nya, terlihat jelas Tamarin murka dan tidak setuju dengan apa yang disampaikan oleh asisten pribadi suami nya.


"Maafkan saya nona." Lotte membungkuk sebagai tanda hormat dan permintaan maaf.


"Baik Tuan."


Tuan Kino kemudian mengantar Tamarin dan Candy ke kamar mereka masing-masing. Setelah nya itu dia lakukan, dia mengajak Lotte berbicara serius di pinggir kolam renang rumah nya.


"Kapan kamu bisa bawa body guard untuk istri dan putri ku?"


"Dengan segera tuan. Saya sudah tanyakan pada dua security anda mana tahu ada saudara mereka yang jago beladiri dan saya sudah menyuruh untuk melamar nya."


"Bagus, lebih cepat lebih baik."


"Kalau begitu saya permisi tuan."


"Tunggu dulu. Istri saya tadi di bekap di rumah sakit saat hendak saya tinggal pulang sebentar. Namun karena ponsel ku tertinggal, aku akhirnya memutuskan untuk mengambil nya. Tempat tidur pasien sudah berantakan dan cucu saya sudah berteriak menangis histeris. Sedangkan Tamarin tidak sadarkan diri. Apa menurut mu penjahat nya berkaitan dengan pekerjaan?"


Lotte berpikir sejenak. "Saya pikir tidak tuan, tidak ada permasalahan berarti pada perusahaan anda. Bahkan sangat baik. Tidak ada pihak-pihak yang terlihat ingin berbuat sejauh itu," jawab Lotte setelah dia menganalisa.

__ADS_1


Sedangkan Tuan Kino berjalan bolak-balik sembari berpikir.


"Apa anda memiliki musuh di luar urusan pekerjaan?"


Tuan Kino menggeleng.


"Coba anda ingat-ingat Tuan. Kalau begitu akan segera saya selidiki terkait siapa dalang dari semua ini."


"Iya, terimakasih Lotte. Aku harap kamu bisa mengatasi nya. Aku tunggu segera body guard untuk Tamarin dan Candy."


"Iya Tuan."


Lotte kemudian keluar dari rumah bos besar nya. Sampai mobil nya berhenti di sebuah pagar menjulang tinggi, dia menghentikan mobil nya. "Bagaimana?" tanya Lotte perihal mana tahu ada saudara yang mau melamar pekerjaan jadi body guard tuan besar nya.


"Wah, sepertinya sudah tidak ada. Baru saja mereka mendapat kerja," jawab salah seorang security.


"Kalau kamu?" tanya Lotte.


"Sama pak. Orang kampung ku malah tidak ada yang jago bela diri," jawab security lainnya.


"Pak, kalau saya ada pak. Dia adalah teman dari anak tetangga saya," sahut bibi.


Ya, Choco sudah mengetahui rencana itu. Sengaja dia menyuruh bibi supaya dia bisa melamar menjadi body guard Tamarin dan Candy.


Dengan dia menjadi bodyguard di rumah ini, Choco semakin akan leluasa melancarkan aksi balas dendam nya. Bahkan selama dua puluh empat jam, dia bisa sangat mudah menyiksa Tamarin dan menghancurkan kebahagiaan ayah nya dan mantan istrinya.


"Okay, besok suruh orang nya melamar ke rumah ini. Akan saya ajak tanding bela diri," jawab Lotte.


"Baik pak."


Lotte yang kemudian berlalu pergi.


Bibi yang kemudian menginformasikan jika tugas nya sudah dia jalan kan.


Choco kemudian tersenyum setelah membaca pesan dari bibi.


"Bagus, kalian semua dalam genggaman ku."

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2