
sinar mentari pagi sudah mulai menyinari bumi, daun-daun yang tadinya basah karena embun malam kini sudah mulai mengering .
aku bangun dari tidurku, ku mulai melangkahkan kakiku kearah kamar mandi walaupun mata ini masih terasa mengantuk.
hari ini aku sengaja bangun agak siang, sebab ini adalah hari liburku bekerja.
" uh, sabun mandi sudah habis, sampo juga sudah mulai habis. mana belum gajian lagi. "
aku mulai kesal karena semua perlengkapan mandiku sudah habis tak bersisa.
ku ambil air dan segera kumasukkan air itu kedalam botol sampo yang sudah terasa ringan itu, aku pun mengocok botol sampo itu, aku menuangkannya ke telapak tanganku. dengan begitu aku bisa membersihkan seluruh badanku.
selesai mandi, aku memakai handukku, dan keluar dari kamar mandi.
" aku pakai baju yang mana ya, semua bajuku sudah sering kupakai, seharusnya aku membeli baju baru kalau nanti aku sudah gajian."
aku pun mengambil sebuah dress berwarna pink, dan memakainya.
aku memoles wajahku dengan sedikit make up. setelah semuanya selesai aku segera keluar dari rumah kost ku.
aku baru lulus dari kuliahku, aku diajak oleh kakakku tinggal dikotanya.
awalnya aku tinggal bersamanya untuk beberapa minggu. namun semenjak aku mendapat pekerjaan sebagai karyawan disebuah perusahaan yang lumayan besar dikota itu, aku memilih untuk mencari tempat kos untukku. karena aku merasa tak enak hati, kalau harus menyusahkan kakakku.
" mana sih ayu, dia bilang dia akan menjemputku. "
aku terus menunggu ayu dipinggir jalan, sambil sesekali menoleh kearah kanan dan kiriku.
" sudah jam segini, tapi ayu belum juga datang. kebiasaan ni anak. "
aku terus mengomeli ayu, ayu adalah teman sekaligus sahabatku. walau hanya beberapa minggu berteman dengannya aku sudah merasa sangat nyaman.
ayu adalah temanku yang juga bekerja di perusahaan yang sama denganku.
tak berapa lama, ayu datang menggunakan mobilnya, ayu memiliki kedua orang tua dan kehidupannya juga serba berkecukupan, berbeda denganku, walaupun aku masih memiliki kedua orangtua, namun mereka hanya seorang petani biasa dikampungku.
aku bisa kuliah karena beasiswa yang aku dapat. namun walaupun begitu, aku bahagia mempunyai orang tua seperti mereka.
mencari pekerjaan dikampungku sangatlah susah walaupun aku sudah sarjana, banyak para sarjana dikampungku yang hanya bekerja sebagai buruh biasa, honorer dan lainnya.
Karena tekatku yang kuat ingin membuat orangtuaku bangga denganku dan bisa membahgiakan mereka, makanya aku mau ikut dengan kakakku kekotanya.
kakakku sendiri sudah menikah dan kehidupannya sangat sukses, dia sering memberi uang kepada bapak dan ibu, tapi mereka menolak karena tak mau menyusahkan anaknya.
__ADS_1
" sorry gue telat, ayo masuk"
" gue tau, itu kan sudah kebiasaan buruk elo."
aku pun mentoel keningnya karena kesal.
" ahahhah... iya gimana lagi, sudah takdir. "
" hah... takdir. "
ahahahahh
aku dan ayu pun tertawa.
" mau kemana kita sel? " ayu bertanya kepadaku.
" terserah kamu saja yu, aku juga kan belum terlalu faham daerah ini. " ucapku.
" gimana kalau kita pergi nonton. "
" oke. " aku mengangkat jempol kananku mengarah ke ayu.
ayu pun dengan segera menyetir mobilnya dan melaju ke arah maal besar yang ada dikota itu.
sampai didepan mall, ayu segera memarkirkan mobilnya. kami berdua pun masuk kedalam.
ayu memang orang yang baik, semua dia yang membayar karena dia tau aku tak punya uang untuk itu.
aku memegang satu popcorn dan tiket yang diberikan ayu kepadaku.
tak berapa lama, kami pun segera masuk karena film akan segera di putar.
" aarrrgggh..."
setengah jam film diputar, aku berteriak karena ternyata film yang ku tonton itu adalah film horor, aku sangat takut. sehingga aku menutup mataku dengan kedua tanganku.
" elo takut ya sel, aduh sorry ya...gue gak tau kalo lo itu takut film yang begituan. "
" iya, gak apa-apa koq yu. "
" elo gak marahkan sel, " ayu menatapku dan aku pun Membuka mataku memandangnya.
" iya, gue gak marah koq yu. " ucapku lembut.
__ADS_1
ayu pun tersenyum mendengar ucapanku itu.
setelah film selesai, aku dan ayu segera keluar dari ruangan bioskop.
" sel, kita makan yuk, " kata ayu.
" duh, gue lagi gak punya uang nih yu, maklumlah inikan lagi tanggal tua. "
" sudah, jangan terlalu difikirkan, gue yang traktir lo, kan gue yang ngajak loe jalan-jalan, jadi sudah seharusnya juga gue yang bayarin loe. " kata ayu
" tapi yu, gue kan malu. " aku menundukkan kepalaku.
ayu yang melihatku begitu, diapun tertawa.
" ahahahha..."
ayu menarik tanganku dan membawaku menuju restoran cepat saji yang ada di mall itu.
" itu kan kak vina dan mas bima, "
ucapku pelan, ayu yang mendengar ucapanku memutar kepalanya melihat kearah belakang.
" siapa mereka sel ?" tanya ayu.
" yang perempuan itu kakakku, dan yang itu suaminya." kataku menjelaskan.
" wow, tampan sekali suami kakakmu sel," ucap ayu.
aku yang mendengarpun tersenyum, memang benar yang dikatakan oleh ayu, mas bima memang sangatlah tampan, dan berwibawa. siapapun yang melihatnya pasti akan berkata seperti itu.
aku yang melihat mereka disana, berinisiatif untuk menghampiri mereka.
" yu, aku kesana sebentar ya,"
" pergilah, mungkin kamu sudah sangat merindukan mereka. "
aku pergi menghampiri kak vina dan mas bima yang tak terlalu jauh dari tempat duduk kami.
" hai kak vina, hai mas bima. " sapa ku dengan ramah dan sambil memegang pundak kak vina dari arah belakang.
" selly... " kata kak vina, ia langsung berdiri dan memelukku.
" kamu sama siapa selly...? tanya mas bima.
__ADS_1
" itu mas, sama temanku. " ucapku sambil menunjuk kearah ayu.
" ya sudah kalau begitu, aku permisi dulu kak, mas... " selly pamit dan kembali ketempat duduknya.