Merajut Cinta Terlarang

Merajut Cinta Terlarang
4. jalan-jalan


__ADS_3

aku masuk kekantin, ternyata haris sudah menunggku disana, aku pun melangkahkan kakiku gontai dengan sebuah senyuman yang tersungging dibibirku untuk haris, begitu juga dengan dia. dia terus tersenyum sambil menatapku.


" hai ris, sudah lama menunggu ya. " sapaku yang berdiri didepan haris.


haris juga berdiri dan menarik sebuah kursi dimeja itu dan menyuruhku untuk duduk disana.


" duduklah selly...! kata haris mempersilahkan untuk duduk. aku pun duduk.


" terimakasih ris... " ucapku., dan dia membalasku dengan senyuman.


" kamu mau makan apa, selly...?"


" apa aja, terserah kamu aja deh ris, " ucapku.


" oke deh, " kata haris.


tak berapa lama makanan pun datang dan kami menghabiskan makan siang kami itu.


setelah itu kami pun sedikit mengobrol bersama.


" terimakasih ya ris, untuk makan siangnya."


ucapku kepada haris.


" tidak masalah, aku senang bisa makan bareng kamu. " kata haris menatap ku.


" ya sudah, yuk kita masuk. jam makan siangnya sudah habis nih. " kataku sambil melihat jam jam di dinding kantin.


" ayo !" kata haris.


kami pun melangkah masuk keruang kerja kami masing-masing. karena aku dan haris berbeda bagian.


*********


" ayu, gue pulang duluan ya, " aku membereskan semua pekerjaanku.


" gak mau gue anter nih. " ayu menawarkan.


" gak usah, gue pulang sendiri aja, ada urusan sedikit. " kataku.


" oke deh kalau begitu, bay... " ayu melambaikan tangannya padaku.

__ADS_1


" bay...." aku pun membalas lambaian tangannya.


aku melanjutkan langkah kakiku keluar dari gedung perkantoran ini.


aku berjalan menuju pinggir jalan tempat mas bima menurunkanku tadi pagi.


aku berdiri menunggunya disana, tak berapa lama mobil mas bima pun datang menghampiriku. aku pun membuka pintu mobilnya dan segera masuk, aku tak mau kalau ada teman-teman kantorku yang melihatku.


" sorry... lama ya nunggunya. " ucap mas bima lembut.


" gak koq mas, aku juga baru keluar dari kantor," ucapku sambil tersenyum kepadanya.


" oh ya selly, ini kamu ganti pakaian dulu, sepertinya tidak cocok kalo kamu memakai pakaian kantor seperti ini. "


kata mas bima sambil memberikan sebuah tas belanjaan berisi pakaian.


" tapi mas, dimana aku akan mengganti pakaianku. "


" nanti saja kita cari toilet didekat sini. "


aku pun menganggukkan kepalaku tanda setuju.


" baiklah, kalau begitu kita pergi sekarang ya."


tapi sekarang berbeda, seperti ada rasa getaran yang kurasa di hatiku.


" selly, kamu gak nanya kita akan kemana. "


tanya mas bima kepadaku.


" untuk apa aku bertanya, aku percaya koq sama mas. " ucapku jujur.


mas bima tersenyum kearahku, aku bahagia sekali. hatiku seperti sedang berbunga-bunga.


tak berapa lama, mobil yang dikendarai mas bima sampai di tempat tujuan.


kumelihat ini adalah pintu masuk menuju pantai.


" kita ke pantai mas ?" tanyaku.


" iya, kenapa? apa kamu gak suka tempat ini? tanya mas bima kepadaku.

__ADS_1


" justru aku suka sekali mas, koq sepertinya mas tau sih aku suka tempat seperti ini. "


tanyaku.


" gak tau sih, asal nebak aja. " jawabnya.


" ya sudah, yuk kita turun. " ajak mas bima


aku pun turun dari mobil, mas bima menyuruhku untuk mengganti pakaianku di sebuah toilet yang ada disana.


aku pun pergi mengganti pakaianku, setelah selesai aku keluar dari toilet itu.


aku sangat terkejut melihat mas bima menungguku didepan pintu toilet dan dia tersenyum kearahku.


" selly... kamu cantik, tapi lebih cantik lagi kalau rambutmu di biarkan tergerai saja."


kata mas bima, dia membuka ikat rambutku dan membuat rambut panjang ku tergerai lembut.


" nah seperti, kamu kelihatan sangat cantik."


kata mas bima, membuat jantung berdegup kencang.


aku tak menjawab perkataannya, aku hanya tersenyum dan menunduk malu.


" yuk..." ajak mas bima.


aku dan mas bima berjalan mendekati pantai, aku berdiri dipinggir pantai, aku merentangkan kedua tanganku , menutup mataku, dan menikmati hembusan angin yang menyapa tubuhku, dan sesekali rambutku juga ikut menutupi wajahku.


suasana sore hari yang tidak terlalu panas membuat hembusan angin dipantai ini terasa sangat segar.


suara deburan ombak bagaikan nyanyian yang seakan-akan membuatku terlena dibuai olehnya.


ku memutar wajahku menghadap mas bima yang ada disampingku, dia hanya terus memperhatikanku dalam diam, sesekali dia juga tersenyum kepadaku.


" sepertinya kamu sedang menikmati sekali suasanya, " kata mas bima kepadaku.


" iya mas, suasana dan pemandangan alam disini begitu sangat indah, dan ini juga adalah untuk pertama kalinya aku pergi ketempat ini disini." ucapku.


aku memejamkan mataku menikmati suasana di sekelilingku. dan merasakan hal yang berbeda sekali yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.


" apa aku sedang jatuh cinta kepada mas bima?

__ADS_1


ah, itu tidak mungkin. lagian juga dia memperlakukan aku selembut itu karena aku adalah adik iparnya. "


kataku dalam hati.


__ADS_2