
hari sudah pagi, berhubung hari ini adalah hari minggu, aku masih berada diatas tempat tidurku, memeluk bantal guling yang ada disampingku membuatku sangat nyaman dan rasanya ingin tidur kembali.
tok...tok... tok
Sayup-sayup kudengar suara ketukan pintu dari luar rumahku.
" siapa sih pagi-pagi udah bertamu ke rumahku? " kata selly kesal.
aku keluar dari kamarku dan mencari kamar mandi untuk mencuci wajahku.
setelah selesai mencuci wajah, aku pergi untuk membukakan pintu, melihat siapa yang datang.
" hah, haris..." kataku terkejut.
" hai, selly... " kata haris menyapa dengan melambaikan tangannya kepadaku.
" darimana kamu tau alamat tempat kostku? " aku mengernyitkan dahiku menatanya heran.
" tadi aku nanya sama ayu." kata haris tersenyum.
" huh... dasar ayu, kenapa sih pake kasih tau segala, akukan malu. apalagi dia datang pas aku lagi baru bangun tidur seperti."
gerutuku kesal dalam hati.
" selly... apa kamu gak mau mempersilahkanku untuk masuk. " kata haris.
" oh iya ris, silahkan masuk. dan duduklah. "
kataku menunjuk kearah kursi kecil yang ada dirumahku.
" oke, terimakasih... " kata haris dan dia pun duduk disana.
" kamu mau minum apa ris... ? kataku yang masih berdiri didepan haris.
" hmmm... apa saja. yang penting kamu yang membuatnya. " kata haris menatap selly sambil tersenyum.
" ya jelaslah aku yang buat ris, aku kan tak punya pembantu, lagian disinikan aku cuma tinggal sendiri. "
kataku datar kepada haris.
" oh ya, jadi kamu disini sendiri. orang tua kamu kemana sel?" tanya haris serius.
" aku disini cuma merantau ris, orangtuaku ada di kampung. " kataku sendu.
haris berdiri dari duduknya dan tiba-tiba saja dia berjalan mendekatiku.
" selly, maafkan aku ya, ternyata kamu tinggal sendiri disini." kata haris. sepertinya dia merasa kasian kepadaku.
" iya, itu tak masalah. aku sudah terbiasa koq. " kataku.
" tapi tenang saja, selly... mulai saat ini kamu tak akan kesepian lagi. aku akan selalu datang kesini untuk menemanimu. " kata haris dengan santainya dan merangkul bahuku tersenyum.
" hah... apa... ?" aku benar-benar terkejut mendengar ucapan haris barusan.
__ADS_1
"apa-apaan nih haris, masa' sih dia mau nemanin aku terus, tidak-tidak, itu tak boleh terjadi. "
ucapku dalam hati.
" tidak perlu ris, aku gak mau menyusahkanmu. " kataku.
" ya sudahlah selly, sana kamu mandi dulu. kamu bau tau, mana rambutmu berantakan gitu lagi, " kata haris sambil menutup hidungnya.
memang keadaanku masih berantakan karena setelah mencuci wajahku. aku tidak merapikan rambut dan pakaianku.
" iya, aku mandi dulu. tapi kamu gak mau minum ris. " kataku lagi.
" tidak sel, lagian aku gak mau dibuatkan minuman oleh kamunya yang belum mandi. "
gurau haris kepadaku.
" baiklah... aku mandi dulu, kamu silahkan duduk. " kataku.
aku pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badanku.
setelah selesai aku keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian santai ku karena hari ini adalah hari libur.
aku menemui haris di ruang tamu.
" maaf, lama. " kataku.
" nah, begini kamu baru selly beneran, cantik."
" jadi tadi aku seperti apa memangnya. "
" yang tadi itu, selly jadi-jadian. ahahahhh... "
kata haris dan ia pun tertawa.
ya begitulah haris, haris itu orangnya sangat blak-blakan, dan berani.
" apa kedatangan ku menganggu hari liburmu selly... " tanya haris serius.
" ah, tidak ris. " kataku.
" tak mungkin aku mengatakan kalau dia mengganggu hari liburku, walaupun kenyataannya dia memang mengganggu. "
gerutuku dalam hati.
" baguslah, oh ya... kamu pasti belum sarapan pagi kan?... gimana kalau kita keluar cari makan, aku juga lagi laper nih. belum sarapan juga." kata haris mengajakku.
"gimana ya... aku tolak atau ikut saja. tapi gimana kalau nanti mas bima mencariku kesini. "
gumamku dalam hati.
aku masih diam, dengan perasaan bingung. aku juga tak enak hati kalau harus menolak ajakan haris. karena dia sudah jauh-jauh datang ke tempat kostku.
" baiklah, aku mau. " kataku dengan melebarkan senyumanku kepada haris.
__ADS_1
" oke, kalau begitu, yuk sekarang kita keluar."
kata haris menarik tanganku.
aku mengikuti langkah kaki haris keluar dari rumah.
haris membukakan pintu mobilnya untukku.
aku masuk kedalam mobil haris.
didalam mobil haris banyak bercerita tentang hal-hal yang lucu, sehingga aku pun tertawa dibuatnya, ternyata haris itu orangnya juga sangat humoris berbeda dengan mas bima yang selalu bersifat dewasa dan serius.
haris menghentikan mobilnya disebuah restoran besar.
dia mengajakku masuk kesana.
tempat ini sangat ramai pengunjung, haris mengajakku duduk disebuah meja makan yang masih kosong dia arah pojok restoran.
" kamu mau makan apa selly... " tanya haris kepadaku.
" apa aja ris, terserah kamu. " kataku pasrah.
" oke, kalau begitu kita pilih yang ini saja ya, "
kata haris menunjukkan daftar menu makanan yang dipilihnya.
aku hanya menganggukkan kepalaku tanda setuju.
tak berapa lama aku dan haris selesai sarapan.
" terimakasih banyak ya ris, kamu baik sekali."
kataku kepada haris.
" tidak masalah selly... ini tidaklah seberapa. "
kata haris.
" oh ya ris, apa kamu tinggal bersama orang tuamu? tanyaku.
" iya. kenapa? kamu bertemu orangtuaku... " kata haris meledekku.
" ah, tidak ris. aku hanya bertanya saja. "
jelasku.
" kamu mau nonton gak? " kata haris.
" duh, maaf ris, lain kali saja ya. aku mau pulang , ada sedikit pekerjaan yang belum kuselesaikan dirumah. " kataku.
" oke, aku tak akan memaksamu. baiklah, ayo kita pulang. " kata haris.
ternyata haris orangnya sangat baik dan pengertian, aku suka berteman dengan dia.
__ADS_1
aku dan haris keluar dari restoran itu, dan melangkah masuk kedalam mobil. haris pun mengantarku pulang ke rumah.