Merajut Cinta Terlarang

Merajut Cinta Terlarang
3. berangkat bersama


__ADS_3

aku turun kebawah untuk sarapan pagi, kulihat mas bima sudah ada di meja makan.


" selly... sini duduk, ayo kita sarapan !" kata mas bima mengajakku.


" baik mas. " aku pun duduk di kursi tepat didepan mas bima. kami pun sarapan bersama.


" mana revan ?" tanya mas bima menatap kearah ku.


" dia masih tidur mas, aku sudah menyuruh bi mina untuk menjaganya."


" ooohh... ya sudah. " ucap mas bima.


" kamu kerja dimana sellly ? tanya mas bima, sebab dia memang tak pernah tau tempat kerjaku.


" aku kerja di perusahaan xxx mas. " jawabku.


" ooooh jadi kamu bekerja disana. " jawabnya.


" iya mas, "


setelah selesai makan, aku pun segera berdiri dari dudukku.


" aku duluan ya mas, " pamitku Kepada mas bima.


" tunggu dulu selly, kamu naik apa ?


mas bima bertanya kepadaku.


" naik ojek online mas, " jawabku menatap mas bima yang masih duduk di kursinya.


" batalkan, kamu ikut mas saja, arah kantor kita sama. " kata mas bima sambil menghabiskan secangkir tehnya.


" oke deh, mas. " jawabku tersenyum girang, setidaknya aku bisa menghemat sedikit pengeluaran ku, karena sebenarnya aku belum memesan ojek.


aku dan mas bima berjalan keluar dari rumah menuju garasi mobil. mas bima masuk terlebih dulu.


aku membuka pintu belakang mobil, namun mas bima mengejutkanku .


" kenapa dibelakang, tutup pintunya dan masuklah kedepan. " kata mas bima.


" tapi mas, aku malu kalau harus duduk didepan. " ucapku jujur.


" mas akan lebih malu lagi kalau kamu duduk dibelakang, orang-orang pasti akan mengira kalau mas adalah sopirmu. " kata mas bima.


" hah, sopir. benar juga ya." kataku sambil menganggukkan kepalaku membenarkan ucapannya.


" iya, memangnya kamu mau mas dianggap seorang sopir. " kata mas bima yang masih menatapku.


" ya gak lah mas, tapi kalau sopirnya seganteng mas bima, pasti semua orang ingin punya sopir seperti mas. " kataku bercanda.


" mungkin, tapi mas minta digaji mahal. "


" ahahha... kalau begitu. sesekali boleh donk aku punya sopir ganteng seperti mas. " gurauku.


" boleh, kenapa tidak. " jawabnya yang terus menatapku.


aku yang mendengar ucapannya itu pun langsung tertawa, begitu juga dengannya.


aku pun membuka pintu depan mobil mas bima dan segera duduk di sampingnya.

__ADS_1


didalam perjalanan, aku dan mas bima bercanda dan kami pun tertawa bersama.


aku merasa sangat senang melihatnya tertawa.


" oh ya mas, apakah kak vina sudah menelfon mas ? tanyaku serius.


" belum selly, mungkin dia sedang sibuk. "


tiba-tiba saja raut wajahnya berubah kesal.


" nanti dia pasti akan menelfon mas. "


aku menenangkannya dengan mengusap lembut bahunya. Dia menatap kearahku dan tersenyum.


tak berapa lama gedung perusahaan tempatku bekerja itu sudah terlihat.


" mas, aku turun disini saja." ucapku.


mas bima menghentikan mobilnya, dia melihat kearahku.


" loh, kenapa disini. mas akan membawamu sampai kedalam. " kata mas bima.


" tidak usah mas, aku tak mau nanti teman-temanku mengira kalau mas itu pacarku. "


kami pun saling berpandangan.


"ahahahhh..." kami pun tertawa kembali.


" baiklah, kalau memang itu maumu. " ucapnya sambil menganggukkan kepalanya.


aku pun segera turun dari mobil.


" Iya, kamu tak perlu sungkan sama mas."


kata mas bima.


" oh ya, nanti kamu pulang jam berapa." tanya mas bima serius.


" biasanya sih pukul 2 siang mas, kenapa ?"


" nanti mas tunggu ditempat ini, mas mau ajak kamu jalan-jalan. kamu pasti belum pernah diajak sama kakakmu jalan-jalan kan?


kata mas bima.


" ehehee... iya sih mas. ya sudah kalau begitu nanti aku akan ikut mas. " aku tersenyum kearah mas bima, begitu juga dia.


mas bima pun menjalankan mobilnya dan aku berjalan masuk kedalam kantor menuju meja kerjaku.


" hay selly... "


aku mendengar ada suara lelaki yang memanggilku dari arah belakang.


aku menghentikan langkah kakiku, dengan segera ku menoleh kearah suara itu. ternyata lelaki itu adalah haris, teman kerjaku disini.


" hai, ris... " jawabku ramah.


" nanti siang aku mau mengajakmu makan siang bareng. " kata haris.


" oh, tidak masalah ris. " jawabku lembut.

__ADS_1


" oke, nanti ku tunggu dikantin ya. " ucap haris.


" baiklah. " jawabku.


aku menerima ajakan haris karena aku ingin punya banyak teman disini, selama beberapa minggu disini, temanku hanyalah ayu.


sesampainya dimeja kerjaku, aku duduk di kursi , aku masih mengingat kejadian tadi malam.


" apa aku sudah gila ya, kenapa aku membiarkan dia memeluk dan bahkan menciumku."


aku masih terus mengingatnya, bahkan sentuhannya seolah-olah masih terasa di tubuhku.


" apa mungkin karena itu adalah ciuman pertamaku. "


ucapku dalam hati. aku memang belum pernah berpacaran sebelumnya, karena aku terlalu sibuk kuliah dan tak terlalu memikirkan tentang pacaran.


tengah asyiknya berfikir, tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara dari arah belakangku.


" eh, koq melamun, mikirin apa sih, " kata ayu sambil memukul pundakku.


" hah... ayu. apaan sih loe. " ucapku ketus.


" pasti lagi mikirin cowok kan? kata ayu asal nebak.


" itu bukan urusan loe kali. "


" huh... sombong amat sih loe. "


" biarin, weeek... " aku mengejeknya .


waktu makan siang pun tiba, aku segera membereskan pekerjaanku dan akan pergi kekantin yang ada di perusahaan itu karena sudah ada janji dengan haris.


" loe mau kemana sel, koq buru-buru githu. "


tanya ayu.


" maaf ya yu, gue gak bisa makan siang bareng loe hari ini. " kataku.


" kenapa, emangnya loe mau kemana? tanya ayu.


" tadi haris ngajakin gue makan siang bareng, kasian kalau gue tolak. "


" apa, haris yang ganteng itu. " ucap ayu sedikit terkejut.


karena menurut ayu semua cowok yang pernah dijumpainya itu semuanya ganteng.


" iya, yu. "


" wah... loe beruntung banget bisa makan bareng sama dia. pantesan tadi loe melamun terus, jadi habis mikirin dia ya. "


" hah, gak koq yu, gue gak mikirin dia.


" wah... beruntung banget loe bisa makan bareng dia. "


" beruntung apanya yu? " tanyaku heran.


" dia kan ganteng..."


ahahhaaha.

__ADS_1


__ADS_2