
ponselku berdering.
" hallo kak vina, ada apa ?
" selly, nanti kamu kerumah ya"
" baiklah kak, nanti selesai bekerja, aku akan kerumah kak vina. "
aku segera menyelesaikan pekerjaanku, dan segera ku pesan ojek untuk mengantarku kerumah kak vina.
tak berapa lama, aku pun tiba didepan rumah kak vina, rumah itu sangatlah besar.
aku melangkahkan kakiku masuk kedalam rumah.
ku lihat kak vina tengaj menonton televisi Bersama anak laki-lakinya revan yang berumur 3 tahun.
aku pun duduk disamping revan.
" hai revan, apa kabar sayang? " ucapku sambil memberantakin rambut revan yang sedikit agak panjang.
" baik tante," ucap revan tersenyum kepadaku."
aku pun segera bertanya kepada kak vina.
" kak vina nyuruh aku datang kesini, ada apa?"
" begini, selly. mendadak siang ini kakak harus pergi keluar kota untuk beberapa hari. mengurus pekerjaan disana. jadi kalo malam, revan gak mau tidur sama bibi. nah, selama kakak pergi kamu bisa kan nemenin revan ?
tanya kak vina kepadaku.
" bukannya mas bima ada? tanya selly lagi.
" kamu kan tau sendiri, revan mana mau tidur berdua sama papanya kalo gak ada kakak. "
ucap kak vina
" ya sudah kalau begitu, nanti malam kita tidur berdua ya. " ucapku dengan semangat agar revan senang.
" oke, tante cantik. " ucap revan sambil tersenyum.
" baiklah, aku kekamarku dulu ganti baju. "
aku melangkah menuju kamar tamu yang pernah aku tempati selama beberapa hari aku tinggal disini.
terdengar suara yang memanggil-manggil namaku. aku pun segera keluar dari kamarku.
" ada apa kak?
" dari tadi kakak sudah menghubungi mas bima, tapi nomornya tidak aktif. mungkin dia
__ADS_1
lagi sibuk. tolong kamu beritahu kepadanya kalau kakak pergi untuk beberapa hari. "
" iya kak. " ucapku.
" titip revan ya, kakak sudah mau berangkat nih. " ucap kak vina.
" iya kak, hati-hati dijalan ya. "
kak vina pun pergi dengan diantar sopirnya.
setelah selesai makan malam, revan mengajakku kekamarnya untuk tidur karena dia sudah sangat mengantuk.
aku pun menyanyikan lagu tidur untuknya, tak berapa lama dia pun tertidur aku segera mematikan lampu tidurnya, sehingga membuat suasana ruangan kamar menjadi gelap.
karena belum merasa mengantuk, aku berjalan kearah jendela kaca, aku berdiri disana, membuka sedikit jendela, dan membuat angin malam dapat memasuki ruangan , aku pun menghirup udara malam yang begitu segar itu.
aku terkejut ketika ada seseorang yang memelukku erat dari arah belakang sambil mencium leherku.
aku tau itu pasti mas bima yang mengira bahwa aku adalah istrinya. aku tersenyum sendiri membiarkan aksinya itu.
"masa' sih mas bima tak mengenaliku, "
kataku dalam hati.
tapi entah kenapa aku tak melawan, bahkan aku pun menikmati sentuhan itu, sentuhan yang belum pernah aku rasakan dari lelaki manapun karena aku tak pernah berpacaran sebelumnya.
dia semakin menggila dengan menciumi telingaku, aku menutup mataku karena merasa menikmatinya, mas bima memutar badanku kearahnya, dan kami saling berhadapan. mungkin karena suasana ruangan kamar yang gelap sehingga membuat mas bima tak memgenaliku.
aku pun segera menghidupkan lampu kamar revan.
dia begitu sangat terkejut melihat bahwa yang dipeluknya tadi adalah aku bukan kak vina. aku juga terkejut melihatnya yang hanya menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada, sehingga memperlihatkan tubuh kekarnya yang sixpack itu.
" jadi kamu selly, bukan vina? " tanya mas bima heran menatapku.
" iya mas, kak vina pergi keluar kota tadi. dia menyuruhku untuk menemani revan tidur, karena revan tak mau ditemani oleh bibi, "
aku menjelaskan dengan menundukkan wajah ku karena malu dengan apa yang barusan saja terjadi.
" tapi, baju ini. " tanya bima menunjuk kearah lingerie yang kupakai.
" aku meminjam pakaian kak vina, karena aku tak membawa pakaian waktu datang kesini. "
" kenapa dia tak memberitauku kalau dia akan pergi. " mas bima terlihat kesal.
" tadi dia sudah mencoba menghubungj mas bima, tapi ponsel mas tidak aktif. "
aku menjelaskannya lagi.
" baiklah kalau begitu. selly, maafkan aku. aku tak bermaksud seperti itu kepadamu. "
__ADS_1
" iya mas, tidak apa-apa. " ucapku lembut.
" baiklah kalau begitu, aku kembali ke kamarku. " kata mas bima.
aku pun hanya mematung melihatnya pergi.
ada perasaan aneh dihatiku, perasaan sedih ketika dia meninggalkanku.
aku pun naik ke tempat tidur dan memejamkan mataku, sebenarnya aku belum mengantuk, tapi aku bingung harus ngapain.
aku berusaha untuk tidur, namun mataku tak mau terpejam. akhirnya akupun keluar dan duduk dbangku dekat kolam renang yang ada dibagian belakang rumah itu.
tak berapa lama, ada suara langkah kaki yang terdengar dari arah belakangku.
ternyata mas bima yang datang dengan membawa secangkir kopi ditangannya. dia terlihat tampan walau hanya memakai piyama tidur.
" selly... kamu disini. " tanya mas bima
" iya mas." jawabku gugup karena aku masih teringat kejadian yang tadi.
mas bima dengan santainya duduk disampingku, seperti tak pernah terjadi apa-apa.
" kamu mau kopi, " tanya mas bima.
" tidak mas, aku sudah kenyang." jawabku.
" kenapa kamu belum tidur? " tanya mas bima dan dia menatapku dalam.
" aku belum mengantuk mas, " jawabku sedikit gugup.
" mas sendiri kenapa belum tidur. "
" aku juga belum bisa tidur. " ucapnya lembut sambil sesekali meminum kopi yang dipegangnya tadi.
aku yang mendengar jawabannya hanya menganggukkan kepala.
" oh ya selly, aku minta maaf perihal tadi. "
kata mas bima.
" iya, gak apa-apa koq mas. "
ucapku sambil tersenyum.
"tadi awalnya aku fikir kamu itu vina, sebab kau memakai bajunya. karena aku sudah sangat merindukannya, makanya aku langsung memelukmu tadi. " jelas mas bima dia mengira aku adalah kak vina, memang kalau dari tinggi badan dan bentuk tubuh kami memang hampir sama, karena aku dan kak vina hanya terpaut usia 4 tahun.
" ya ampun mas, kak vina baru saja pergi kamu sudah merindukannya." kataku.
dia pun tertawa.
__ADS_1
" hahahhaha... "
lalu meneguk kopinya hingga habis.