
berhubung ini bukan hari libur, suasana dipantai ini tidak lah terlalu ramai.
" mas, ayo kita kesana... " ajakku kepada mas bima, reflek tanganku menarik tangannya dan mengajaknya berlari-lari kecil di pinggiran pantai dengan bertelanjang kaki. aku dan mas bima menghabiskan waktu bersama di pantai itu sambil tertawa dan bercanda bersama.
ternyata mas bima itu orangnya asyik dan suka bercanda.
kami seolah-olah seperti dua sejoli yang sedang dimabuk asmara. sesekali dia memelukku dan aku pun membiarkannya dan ikut larut merasakan kehangatan pelukannya.
setelah merasa lelah karena berlarian, aku dan mas bima duduk di atas pasir putih yang kering itu.
" mas suka sekali jalan-jalan berdua denganmu selly. " kata mas bima menatapku.
" aku juga suka mas, jalan-jalan sama kamu. "
ucapku jujur dan menatap ke arahnya.
kami berdua tersenyum.
" oh ya mas, gimana kabar kak vina?"
tanyaku serius
" mas tidak tau, dia juga tidak ada menghubungi mas. " jawabnya dan wajahnya yang ceria seketika berubah sendu.
" hah, kak vina koq gitu sih. " ucapku kesal.
" sudahlah selly, dia memang sering begitu."
ucap mas bima datar.
" maksud mas. " tanyaku heran.
" apa mas boleh cerita sama kamu, selly... ?"
kata mas bima memandang wajahku serius.
" silahkan mas, cerita saja. siapa tau dengan bercerita, akan mengurangi beban perasaan yang ada dihati mas bima," ucapku menatapnya, kami saling berpandangan.
" mas dan kakakmu sering bertengkar selly, "
__ADS_1
kata mas bima menundukkan wajahnya.
aku yang mendengar perkataan mas bima itu pun langsung terkejut.
" bukankah kehidupan rumah tangga mereka terlihat sangat harmonis. "
bathinku.
" tapi, apa penyebabnya? " tanyaku heran.
kulihat mas bima menarik nafasnya panjang dan menghembuskan nafasnya kasar.
" mas selalu minta kepada vina agar dia berhenti dari pekerjaannya itu, tapi dia tidak mau. semenjak dia menjadi model dan namanya semakin terkenal, membuatnya selalu sibuk dan tak ada waktu sama sekali buat mas."
" oh ya, benarkah mas,"
" iya selly, waktu kamu ketemu sama kami di restoran mall itu, vina baru pulang dari luar kota selama 5 hari, revan ngambek karena vina gak ada nemenin dia tidur, revan tidur sama bi mina."
aku hanya mengangguk dan mendengarkan dengan serius kata demi kata yang keluar dari mulut mas bima.
" jangankan buat nemenin revan tidur, nemenin mas tidur saja jarang. bahkan dia sudah lama sekali tidak menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri." ucap mas bima dan menundukkan wajahnya.
" apa, mas bima gak bercanda kan, " aku mengernyitkan dahiku dia pun menggelengkan kepalanya.
" makanya mas ajak kamu jalan-jalan, karena mas butuh teman selly. " dia memegang kedua tanganku.
" maaf ya selly, mas jadi malu karena sudah membuka aib sendiri. bukan juga maksud mas ingin menjelek-jelekkan kakakmu, tapi mas hanya ingin bercerita kepadamu, itu saja" kata mas bima.
" iya mas, tidak masalah. " kataku.
" apa mas sudah coba jelaskan kepada kak vina kalau mas bima sangat merindukannya."
tanyaku.
" sudah, tapi dia cuek saja. dan soal pekerjaannya itu bahkan mas sudah pernah bertemu dengan managernya untuk pengunduran dirinya, tapi vina malah marah-marah dan mengancam mas, kalau mas masih menyuruhnya berhenti bekerja dia akan menggugat cerai mas. padahal menurut mas, gaji mas cukup untuk memenuhi semua kebutuhan di rumah. " kata mas bima sambil menatap kearahku.
" oh ya...koq kak vina koq gitu sih. " aku terheran-heran dengan sikap kak vina.
" iya, sebenarnya mas juga sudah mulai tak tahan dengan sikap vina, tapi mas tahan karena mas kasian sama revan." kata mas bima.
__ADS_1
" ini sudah sore, mari kita pulang. " ajak mas bima.
aku hanya diam menatapnya, dia pun menggandeng tanganku, kami pun berjalan menuju parkiran mobil.
aku masih tak menyangka dengan semua cerita mas bima tentang kak vina.
mas bima membukakan pintu mobil untukku, dan aku pun segera masuk. mas bima juga masuk kedalam mobil. dia menghidupkan mesinnya dan mobilnya pun melaju ke jalan raya.
" selly... kita cari makan dulu ya , mas lapar. "
" terserah mas saja. " ucapku.
dia pun menghentikan mobilnya disebuah restoran dan kami pun makan disana.
selesai makan kami kembali ke mobil, dan mas bima melanjutkan menyetir mobilnya sampai ke rumah.
setibanya dirumah hari semakin malam, karena jarak tempuh perjalanan hampir 3 jam.
kami pun keluar dari dalam mobil.
" mas aku ke kamar duluan ya." kataku.
" selly... terimakasih untuk hari ini, kamu sudah membuat mas bisa kembali tertawa seperti dulu. " kata mas bima lembut dan ia melebarkan senyumannya kepadaku.
" iya mas, aku juga berterimakasih karena sudah diajak jalan-jalan ketempat yang sangat indah. aku suka sekali mas" kata ku girang.
" lain kali mas akan mengajakmu lagi, mau kan? "
" iya mas, aku pasti mau. "
kami pun pergi kekamar kami masing-masing.
sampai dikamar aku melihat revan sudah tertidur pulas.
aku pun membersihkan badanku ke kamar mandi. setelah selesai aku masih memakai lingerie kak vina untuk tidur, karena aku belum sempat ke tempat kost ku mengambil baju tidurku.
aku membaringkan tubuhku diatas ranjang tepat disamping revan, aku mengelus kepalanya, aku merasa kasian sama dia karena seperti tak memiliki seorang ibu.
" kenapa kak vina seperti itu, kenapa dia menyia-nyiakan suaminya yang baik, dan anaknya yang imut ini, kalau aku jadi kak vina, aku akan memilih menjadi seorang ibu rumah tangga saja. yang selalu ada waktu untuk suami dan anak. "
__ADS_1
kataku dalam hati, dan tanpa sadar aku pun langsung tertidur.