Merajut Cinta Terlarang

Merajut Cinta Terlarang
8. kembali ke rumah


__ADS_3

aku dan mas bima sedang duduk di meja makan untuk sarapan bersama dengan revan. aku mengambilkan nasi goreng serta telur dadar untuk mas bima.


begitu juga untuk revan.


" terimakasih tante cantik... " ucap revan, aku tersenyum memdengarnya.


kami pun sarapan bersama . tak lama terdengar suara yang memanggil-manggil nama revan, dan suara itu tak asing lagi, yaitu suara kak vina.


aku terkejut melihat kak vina yang pulang sebelum waktunya.


aku dan mas bima saling berpandangan.


" mama... " teriak revan, ia berlari memeluk mamanya.


" sayang mama, kamu sedang sarapan, ya sudah sana lanjutkan kembali sarapanmu. "


kata kak vina.


revan pun kembali duduk di kursi meja makan untuk melanjutkan makannya.


" hai pa..." kata kak vina menyapa mas bima.


" hai juga ma..." kata mas bima membalasnya.


kak vina memeluk mas bima dari arah belakang yang sedang duduk di kursi meja makan, dan kulihat mas bima juga membalas pelukannya.


entah kenapa hatiku sakit sekali melihatnya.seperti ada yang terluka didalam hatiku.


aku pun menundukkan pandanganku tak mau melihatnya.


" pagi-pagi sekali kamu sudah pulang, bukannya kamu pergi selama seminggu? "


kata mas bima kepada kak vina.


" iya pa , semua pekerjaannya sudah selesai , jadi lebih baik aku pulang. karena aku sudah lama sekali tak menghabiskan waktu berdua bersama kamu pa." kata kak vina.


" ooohh.. " kata mas bima datar.


" koq sepertinya kamu tak suka melihat kepulanganku pa. " kata kak vina.


mas bima yang mendengar perkataan kak vina tiba-tiba saja terbatuk. aku pun reflek memberinya segelas air putih. mas bima mengambil gelas itu dari tanganku dan meminumnya.

__ADS_1


" terimakasih selly, " ucap mas bima.


" bukan begitu ma, aku kan hanya bertanya saja, memangnya tak boleh. " lanjut mas bima. kak vina hanya diam dan memasang wajah cemberutnya.


revan asyik dengan makanannya dan tidak terlalu memperhatikan kedua orangtuanya.


aku yang sudah selesai sarapan langsung berpamitan untuk pergi bekerja.


" aku permisi dulu kak, mas. aku juga mau mengambil barang-barangku yang ada dikamar revan."


" silahkan selly, terimakasih ya kamu sudah menjaga revan dengan baik. " kata kak vina.


" oh ya, aku mau kekamar dulu, capek, mau istirahat. " kata kak vina dan pergi keatas, menuju kamarnya.


" hati - hati ya tante. " kata revan.


" iya sayang...oh ya, karena mama sudah pulang. malam ini, revan sudah bisa tidur bersama mama revan lagi, revan pasti senang kan...?


kataku sambil melirik kearah mas bima. aku sengaja bicara begitu untuk menyindirnya.


" iya tante, revan senang sekali." kata revan dan aku pun memeluknya.


aku melangkah keluar dari rumah , aku melihat ada taksi yang lewat, aku pun segera masuk kedalam taksi itu.


" kenapa aku sangat cemburu melihat mas bima berpelukan dengan kak vina?"


huh... aku menarik nafasku dalam dan menghembuskannya kasar.


aku terkejut, karena tiba-tiba saja mobil taksi ini mengerem mendadak mobilnya.


" heh, kalau nyetir hati-hati donk... "


kata sopir taksi itu.


" ada apa pak? " tanyaku kepada sopir itu.


" itu mbak, ada mobil didepan yang menghadang kita. "


aku melihat kearah luar, ternyata itu adalah mas bima yang baru keluar dari mobilnya.


" selly...buka pintunya !" kata mas bima sambil tangan kanannya mengetuk kaca jendela mobil taksi yang kutumpangi itu.

__ADS_1


" apa mbak kenal dengan orang itu ? tanya sopir taksi itu.


" iya, sebentar ya pak. " aku pun keluar dari dalam taksi dan berhadapan dengan mas bima.


kulihat mas bima memberikan selembar uang seratus ribu kepada sopir taksi itu dan menyuruhnya pergi.


" ada apa sih mas, kenapa kamu suruh dia pergi, aku mau kerja mas. " kataku datar dan kesal.


dia hanya diam dan menarik tanganku untuk masuk kedalam mobilnya.


" selly.. apa maksud ucapanmu yang dimeja makan tadi. " tanya mas bima.


" memangnya kenapa, sudahlah itu tak usah dibahas lagi. " kataku.


" selly... mas itu sangat mencintaimu, tolong jangan berbicara begitu didepan mas, mas tau kamu menyindir mas tadi, iya kan. "


tegas mas bima.


" apa mas juga tau, kalau aku itu cemburu kalau mas berpelukan seperti itu didepanku. "


" bukan mas yang memeluknya duluan, tapi dia. "


" memang kak vina duluan yang memeluk mas, tapi mas membalas pelukannya itu kan."


kami pun saling terdiam.


" aku cemburu mas, meskipun dia adalah kakakku sendiri. "


" sudahlah selly... kita tak boleh salah paham seperti ini. "


mas bima memelukku, dan tangannya mengusap-usap rambutku.


setiap kali berada dipelukkan mas bima hatiku pasti menjadi tenang dan aku merasa sangat nyaman.


aku mendongakkan wajahku, dan tersenyum kearah mas bima.


" jangan tinggalkan aku mas, aku sangat mencintaimu. "


" mas juga sangat mencintaimu. "


kami pun seperti pasangan muda yang sedang dilanda asmara.

__ADS_1


__ADS_2