
hari ini aku lembur, karena banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan, ayu pulang duluan karena dia ada acara keluarga dirumahnya.
karena sibuk mengerjakan pekerjaanku yang menumpuk, akhirnya aku tak sadar kalau hari sudah gelap.
setelah semua pekerjaanku selesai aku pun keluar dari gedung perkantoran itu, suasana kantor terlihat sepi, hanya ada beberapa orang yang terlihat disana,aku pun melangkah keluar.
" wah, ternyata hujan. "
karena didalam gedung kantor yang kedap suara sehingga tak terdengar suara hujan.
karena cuaca sedang hujan deras, dan kebetulan juga listrik sedang mati. suasana gelap. membuat situasi disini terasa sangat mencekam.
aku berlari kearah bus stop, ternyata disana ada dua orang pria yang sedang berdiri. dia terus menatapku. aku juga melihat mereka sedang berbisik-bisik menatap kearahku.
aku jadi merasa ketakutan. karena cara dia melihatku itu sangat mengerikan.
aku duduk di bangku yang ada di busstop itu.
aku sedikit agak gemetar, aku sudah memesan ojek online, namun mereka tak bisa datang karena hujan yang sangat deras ini.
aku memesan taksi online, tapi tak ada balasan.
" ya tuhan, gimana nih. apa yang harus aku lakukan sekarang. apa aku pergi saja dari sini. "
fikirku dalam hati.
aku memutuskan untuk pergi darisini. aku segera berdiri dari dudukku, tak Berapa lama, mereka berdua menghampiriku. dan membuat seluruh tubuhku bergetar. pria yang satu ada sebelah kananku, dan satunya lagi disebelah kiriku. dan aku ada ditengah-tengah mereka.
" ya ampun,mereka kisini lagi, aduh... aku belum sempat pergi lagi darisini. "
gumamku dalam hati.
" hai cewek... sendirian aja nih. " kata pria yang disebelah kananku sambil tersenyum licik kearah temannya.
" mau kita temenin gak, " kata pria yang ada disebelah kiriku pula. mereka berdua menggodaku. dan aku tak menjawab, aku hanya memilih untuk diam.
tiba-tiba saja pria yang disebelah kanan ku memegang tanganku, lantas aku pun marah, dan membuang kasar tangannya.
aku segera berlari didalam hujan deras itu, mereka juga mengejarku. aku kalah cepat dengan mereka, karena mereka terlalu kuat.
" lepaskan aku. " aku berteriak karena mereka berdua memegang kedua tanganku.
__ADS_1
" sudahlah, disini sedang hujan, lebih baik kamu ikut kami. kita akan bersenang-senang bersama. ahahhahah... "
mereka berdua tertawa bersama, aku yang mendengar tawa mereka seketika dibuat merinding olehnya.
" lepaskan aku, tolong... tolong... "
aku pun berteriak minta tolong, namun keadaan disana sangat sepi sehingga tak ada yang bisa menolongku.
" ahahhhaa... berteriaklah sekuat mungkin, disini tak ada orang. " kata pria yang satu lagi dan memegang tanganku sangat kuat, sehingga membuatku susah untuk terlepas.
tak berapa lama aku melihat ada sinar lampu dari sebuah mobil yang sedang mendekat kearahku, dan berhenti tepat didepanku.
" lepaskan dia. " teriak laki-laki itu yang tak lain adalah mas bima.
" terimakasih ya ALLAH, Kau telah mengirimkan mas bima untuk menolongku. "
kataku dalam hati.
" siapa kamu, berani-beraninya kamu sama kami. apa kamu tidak tau siapa kami hah... "
kata pria yang ada disebelah kananku.
" aku tidak perlu tau siapa kamu. " kata mas bima dengan berani.
tiba-tiba saja mas bima menarik tangan pria itu dan pria itu melepaskan tanganku.
hingga terjadilah perkelahian diantara mereka bertiga.
karena sudah merasa kalah, tak berapa lama kedua pria itu berlari dan pergi entah kemana.
aku menghampiri mas bima yang terlihat sedikit terluka dan memar dibagian pipinya.
aku dan mas bima masuk kedalam mobil untuk pulang kerumahnya.
setelah dirumah aku pun membersihkan badanku dan mengganti pakaianku dengan pakaian biasa, bukan lingerie. karena aku ingin menjenguk mas bima kekamarnya.
aku berjalan menuju kamar mas bima dengan tanganku yang sedang membawa kotak obat.
tak berapa lama aku sampai didepan pintu kamarnya.
tok... tok...tok
__ADS_1
aku mengetuk pintu kamarnya, namun tak ada suara.
aku memegang gagang pintu dan membukanya, ternyata pintu itu tidak terkunci.
cekleek...
" permisi mas..." namun juga tak ada jawaban. aku melangkah masuk kedalam kamar dan mencari sosok mas bima, namun tidak ada.
sayup-sayup kudengar suara air dari arah kamar mandi.
" oh... ternyata dia lagi mandi. " aku duduk disofa yang ada di kamarnya itu untuk menunggunya keluar.
tak berapa lama dia keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada hanya menggunakan handuk yang diikat dipinggangnya, sehingga membuat mataku terbelalak melihat bentuk tubuhnya yang sixpack itu. karena baru kali ini aku melihat mas bima tak memakai baju.
aku berdiri dari dudukku karena melihat dia berjalan mendekatiku.
" ya ALLAH... begitu sempurnanya ciptaan-Mu
ini. "
ucapku dalam hati sambil terus memandangnya.
" selly... kamu kenapa?" tanya mas bima sambil mengayunkan telapak tangannya didepan mataku.
" ah... gak apa-apa mas. " ucapku sedikit merasa malu.
" kenapa tidak tidur, inikan sudah larut malam." kata mas bima.
" aku mau ngobatin luka diwajah mas. "
kataku pelan.
" tidak perlu, selly... lagian ini hanyalah luka kecil, besok juga sudah sembuh. " ucap mas bima.
" tapi mas, aku akan merasa bersalah sekali kalau tidak mengobatimu. " ucapku sendu.
" bailah kalau itu maumu. sebentar ya, mas pake baju dulu. " katanya dengan lembut dan pergi keruang ganti yang ada dikamarnya.
tak berapa lama dia keluar menggunakan baju kaos dan celana pendeknya.
" mas bima, kamu terlihat lebih tampan dengan pakaian biasa seperti ini. kak vina memang b*d*h , telah menyia-nyiakanmu. "
__ADS_1
kataku dalam hati.