Merakit Cinta Di Masa Muda

Merakit Cinta Di Masa Muda
Kejadian kelam 1


__ADS_3

Driing


Driing


Driing


"Hallo mah...?"


"Van mama lupa beli bahan bahan untuk di dapur Semua bahannya habis,kamu..."


Novan langsung memotong kata kata bu risma yang belum usai bicara


"Iyaa mah,ini Van udah beli kok sama reyna"


"Ohhhh ada reyna"


ucap bu risma senang


Bu risma senang dengan adanya reyna di sisi novan karena ia tau bahwa anaknya itu hanya bisa masak mie instan.


"Mama mau ngomong sama reyna dong van"


"yaudah ini hp nya novan kasih reyna"


Reyna langsung mengambil telpon genggam milik novan dan segera berbicara dengan bu risma.


"Hallo tante"


Sapanya dengan ramah


"Hallo sayang,Reyna tante titip novan yaaa novan itu gak bisa masak boleh gk kalo kamu masakin sesuatu buat dia"


"Iyaaa tante nanti saya masakin sesuatu buat novan,heheh"


"Uuu kamu baik banget,Mekasih ya reyna"


"Oh iya tante pulangnya kapan...?"


"Kira kira 2 atau 3 hari lagi,karena masih ada urusan yang harus tante urus"


🐸🐸🐸🐸🐸🐸🐸


"Ahhh akhirnya sampe juga,capek banget loh aku"


"Masa cowok ngeluh"


"Cowok juga kan manusia,masa gak boleh ngeluh si naaa"


Jawab novan


"Cowok kan harus tahan banting"


"Iya deh iyaa aku yang ngalah"


Reyna mengecek semua plastik belanjaan yang tadi ia beli bersama novan di supermarket,ia melihat bahwa ada beberapa barang yang lupa ia beli untuk keperluan memasak.


"Van kayanya kita lupa beli garam deh"


"Iyaa,habisnya tadi aku cari cari gak ada na di sananya yaudah deh jadinya gk kebeli"


"Di sini ada warung gak van...?"


"Ada di depan sana gk terlalu jauh kok"

__ADS_1


"Yaudah aku ke situ sebentar ya"


"Mau aku temenin...?"


"Gausah kamu tunggu sini aja aku cuma beli garam doang kok sebentar"


Reyna berjalan keluar dari gerbang pintu rumah novan ia jalan tak cukup jauh sudah bisa menemukan warung tersebut.


Setelah ia selesai membeli bahan bahan memasak yang ia butuhkan reyna langsung kembali ke rumah novan sesegera mungkin,Namun di perjalanan ia bertemu seorang pria yang tak seharusnya ia temui.


"Reyna...?"


"Hah fariz..!!!"


Ucapnya di dalam hati


Reyna langsung berlari dari hadapan fariz agar ia tak bertatap muka dengannya,namun fariz tetap saja mengejar reyna yang berusaha menjauh dari


sisinya itu.


"Reyna tunggu"


Fariz berhasil meraih lengan reyna yang sedang memegang kantung benlanjaannya


"Reyna apa kamu belum memaafkan ku...?"


"Aku udah maafin kamu kok riz kamu lepasin tangan aku aku mau pulang"


"Lepasin...!!!"


Bentak novan


Novan yang khawatir kepada reyna akhirnya berinisiatif untuk menyusulnya dan benar saja di tengah perjalanan ada fariz yang mencoba untuk menemui reyna.


"gw Cuma mau nyapa reyna doang,kenapa jadi lu yang repot emang reyna siapa lu hah...?"


"Dia itu sekarang pacar gw,gw peringatin jangan


pernah lu ketemu sama pacar gw lagi ngerti...!!!"


bentak novan dengan nada suara yang sangat geram


Fariz hanya diam mendengar kata kata yang di lontarkan novan ia tak bisa mengucapkan satu patah kata pun.


"Van udah kita pulang aja,aku gamau di sini"


ucap reyna


Novan menuruti apa yang telah di katakan oleh reyna mereka akhirnya pulang dan berencana untuk memasak bersama.


"Van maafin aku"


"Kok kamu yang minta maaf,kamu kan gk salah"


"gara gara aku kamu jadi bertengkar sama fariz terus"


"Itu bukan karna kamu kok,aku sama dia ada masalah di masa lalu sampai akhirnya jadi kaya gini"


Reynapun terdiam dan tak ada satu patah pata pun yang keluar dari mulutnya yang mungil itu ia sangat tak ingin fariz mucul di dalam kehidupannya lagi.


"Novan...?"


"Iyaa naaa kenapa...?"

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa bertenkar dengan fariz sehebat itu apa ada satu kesalahan yang sangat fatal...?"


Novan menarik nafas dan menghembuskannya lagi novan tak ingin mengingat kejadian kelam yang di rasakannya dulu.


Mungkin saat ini ia harus menceritakan kejadian yang telah ia alami beberapa tahun lalu itu,karena sekarang yang menanyakan kondisi itu adalah reyna kekasih hati novan yang sangat ia sayangi.


"Aku akan ceritakan semuanya dari awal"


Ucap novan pada reyna.


«««««««««««PERISTIWA MASA LALU»»»»»»»»»»»


"Sayang nanti temenin aku beli sepatu yaa,kamu bisa atau enggak...?"


pinta nindy kepada fariz


"Gak bisa nin aku harus menjenguk nyokapnya novan yang lagi di rawat di rumah sakit"


"Yaudah deh gak papa aku pergi sendiri aja kaya biasanya,heheh"


"Iya... Maaf ya sayang"


Yaaa,Nindy adalah kekasih fariz yang sangat berharga baginya,nindy adalah seorang wanita yang sangat cantik,imut dan juga manis.


Akan tetapi nindy mempunyai dua sifat yang berbeda ia sangat jago untuk bersandiwara di depan kekasihnya itu,Tentu saja fariz mempercayainya karena nindy sangat jago memainkan peran tersebut.


"Argh... Novan lagi novan lagi...!!!"


Teriak nindi yang sangat geram karena lagi,lagi dan lahi fariz lebih mementingkan novan di banding kan dengan dirinya.


"Novan liat saja aku akan memainkan trik yang sepesial untukmu..."


🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣


"Van, Gw udah sampe nih di lobby"


Cakap fariz dalam telpon


"Ohhh Yaudah lu naik ke lantai lima terus cari ruangan nomor 011 yaa"


Jawab novan


"Siap brother"


"Gak perlu gw jemput ke bawah kan"


"Hahah,Lu pikir gw masih bocah"


"Hahahah oke sip"


Fariz adalah orang yang tak pernah perhitungan terhaap uang Apalagi kepada sahabatnya yang satu ini,Sahabat yang sudah ia kenal sejak masih Taman kanak kanak (TK) dan tentunya hubungan mereka sangat baik.


Setiap Fariz berkunjung atau bertemu dengan bu risma ia tak pernah lupa untuk membawa buah tangan entah itu buah buahan,makanan berat,minuman bersoda atau makanan ringan.


"Wihhh bawa apaan luh"


Sapa novan sambil menepuk pundak fariz


"Bawa bantal...!!! Ya bawa buah lah,kan nyokaplu lagi sakit"


Jawab fariz dengan muka datar


"hahaha kirain beneran bawa bantal dan berinisiatif mau nginep"

__ADS_1


"Nyokaplu belum sadar...?"


__ADS_2