
"Udah sadar kok,kata dokter biarin nyokap gw istirahat dulu"
"Suyukur deh kalo gitu"
"Emang kejadian detailnya gimana si van...?"
Tanya fariz
"Yaa gitu deh namanya juga nyokap gw kalo nyetir main trobos aja,hahahah"
"Wihhh nyokap lu cool,Hahaha"
"Yaudah gw mau ke kantin nih,Lu udah sarapan belum...?"
"Belum si,Tadi gw langsung OTW sini jadinya belum sempet makan"
"Yaudah yukk"
Akhirnya mereka berdua pergi menuju tempat makan terdekat,Fariz banyak bercerita tentang nindy kekasihnya yang sangat ia percayai itu.
"Van kayanya belakangan ini gw terlalu sibuk deh,Gw sering banget ninggalin nindy"
Curhat fariz
"Emang dia gak bisa ngertiin keadaan lu ya riz...?"
"Enggak dia selalu ngalah sih... Dia juga selalu ngedukung gw tapi gw gak punya banyak waktu buat dia"
"Permisi dek pesanannya...?"
Potong pegawai lestoran itu
"Iya mbak terima kasih"
Jawab fariz
"Iya... Gimana ya riz, Kalo saran gw sih lu sebaiknya luangin waktu lu sedikit buat nindy"
"Iyaa sih, Gw emang salah"
"Apalagi cewek itu kan butuh perhatian lebih kalo gak gitu aduh... Bisa bisa ke Cantol sama cowok lain,hahahah"
Fariz mulai berfikir dan mulai berusaha untuk meluangkan waktunya kepada nindy, Ia tak ingin kehilangan sosok nindy.
Namun Fariz telat untuk memperbaiki semuanya nindy mulai menjalankan rencananya secara perlahan namun past ia mulai mengatur berbagai macam strategi.
sayangnya fariz sama sekali tidak menyadarinya bahwa banyak perubahan dari kekasihnya itu fariz mengira semuanya berjalan seperti biasanya.
π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬
Hari demi hari telah berlalu sudah hampir satu atau dua minggu telah mereka lewati bu risma yang tadinya terbaring di rumah sakit kini sudah diizinkan untuk pulang dan menjalankan aktivitasnya kembali seperti sedia kala.
Di siang hari yang sangat terik nindy menelpon novan dan mengajaknya berbincang,ia memberi tahu alamatnya di sebuah daerah yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka.
Driing
Driing
Driing
"Haiii van..."
"Hai juga nin,ada apa nih tumben tiba tiba menelpon?"
__ADS_1
Tanya novan
"Van boleh gk kalau aku meminta waktumu sebentar...?"
"Ohh kebetulan hari ini aku luang, BTW kamu mau membicarakan apa?"
"Hmm aku mau curhat sedikit tentang fariz,kamu kan sahabatnya yang paling dekat,hehehe"
"Oh yasudah nanti jam 02.00 saja yaa"
"Oke van,aku kirim alamatnya lewat chat yaaa"
Novan sedikitpun tak ada rasa curiga terhadap nindy,dan ia menyetujuinya tanpa berfikir secara panjang apa yang akan menimpahnya setelah semua ini usai.
Nut..
"Van ini alamatnya yaa no.XXX jln.XX melatiXXX"
"Oke nin"
waktu terus berlalu dan sudah menunjukkan pukul yang telah mereka janjikan nindy mulai bersiap siap dan memesan Taxi online dengan segera.
Begitu pula novan ia pergi hanya bermodalkan helm,
jaket hitam dan juga motor, ia kira semuanya akan cepat selesai maka dari itu ia hanya berpakaian dengan seadanya.
setelah perjalanan yang cukup jauh akhirnya novan menemukan tempat itu, Tempat itu sangat berbeda jauh dari apa yang suda di bayangkan olehnya.
Tempat yang berada di depan matanya itu adalah bangunan tua seperti gudang yang suda lama tak di tempati.
disana juga terlihat seperti bangunan yang pernah terbakar beberapa tahun lalu karena banyak corak hitam di setiap dinding.
"Ah...dia sudah sampai ternyata,hahaha"
Ucap nindy dari kejauhan dengan nada liciknya
Nindy yang melihat keberadaan novan ia langsung menjalankan rencana keduanya,ia memberi sebuah pesan chat kepada fariz.
"Fariz tolong aku fariz... Aku takut tolong aku...!!!"
"Nin kamu kenapa...? ada apa nin...?"
Cakap fariz yang bingung
"Alamat no.XXX jln.XX melatiXXX"
Fariz yang melihat pesan itu langsung panik dan khawatir,ia segera menuju lokasi yang nindy kirim di akhir chat.
"Nindy kemana yaa, Apa dia salah memberi alamat...?"
Gerutu novan
"Aaaaaaaa...!!!"
Jerit nindy
Terdengar suara jeritan dari seorang perempuan di dalam bangunan itu,Suara itu membuat novan penasaran hingga ia mengeceknya ke dalam.
"Nindy...!!!"
"Sepertinya itu suara nindy...?"
panggil novan
__ADS_1
Novan bingung dan juga merasa panik,novan terus mengikuti asal suara itu sambil melihat keadaannya di sekeliling bangunan,Ternyata benar itu adalah suara jeritan nindy.
"Nindy...?"
novan berjalan selangkah demi selangkah untuk mendekati suara itu, Dan dilihatnya seseorang perempuan yang sedang memegang pisau dari sudut area bangunan itu.
Itu adalah sosok nindy yang sedang berdiri membelakangi posisi novan.
"Nindy...?"
Panggil novan dengan penuh rasa kebingungan
"Hahah...hahahha...hahaha..."
"Nindy ada apa denganmu...? Kau kenapa...?"
Tanya novan
"Hahahha,ini semua salahmu...!!! Ini semua salahmu...!!!"
"Apa maksudmu?"
"Mengapa kau selalu mengambil waktu fariz dariku...!!!"
Cakap nindy yang sudah mulai kehilangan akal sehatnya
Nindy berjalan dengan perlahan mendekati novan sambil menggenggam sebuah pisau yang terdapat di salah satu tangannya itu.
"Nindy apa yang ingin kau lakukan...? Aku tak bermaksud berbuat seperti itu padamu"
ucap novan yang mencoba untuk menenangkan nindy
"Aku ingin membuatmu tersiksa dengan kematianku...!!! hahahaha"
"Nindy kau sudah kehilangan akal sehat"
Novan berusaha mencegah nindy akan tetapi semua itu tidak berhasil,Nindy sudah di butakan oleh cinta sehingga ia tak berfikir jauh apa resiko dari rencananya.
"Ahhhh...!!!"
Jerit nindy kesakitan
Nindy telah membunuh dirinya dengan tangannya sendiri menggunakan pisau yang ia pegang.
"Nindy... Tidak Nindy...!!!"
Novam berusaha menyelamatkan nindy dengan menarik pisau itu dari tubuhnya untuk mengatasi pendarahannya,akan tetapi...
"Nindy...!!!"
Teriak fariz
Fariz segera berlari dan menghampiri nindy,Fariz melihat posisi novan yang sedang berjongkok di hadapan nindy dan memegang sebuah pisau yang berlumuran darah.
"Gw gak nyangka lu sebang*at ini van"
Ucap fariz dengan segala amarah
Fariz langsung menggendong nindy ke rumah sakit untuk menyelamatkan nyawanya.
"Riz ini gk seperti yang lu liat... Riz...!!!"
Fariz tak menghiraukan novan,ia sangat mempercayai apa yang telah ia lihat barusan,Fariz langsung membawa nindy dan dan meninggalkan novan.
__ADS_1