
Di hari yang sama, aku berhasil menyelesaikan misi perburuan. Sedikitnya aku memiliki pengalaman dalam berburu sejak melakukan perjalanan ke kota ini bersama Bianca. Apalagi binatang buruan yang diminta untuk pemula jauh lebih mudah untuk dilakukan.
"Tuan Kaellan sungguh mengejutkan. Anda dapat menyelesaikan dua misi sekaligus dalam sehari. Itu membuktikan kemampuan Anda sebagai petualang. Hanya saja, anda tetap harus menyelesaikan misi pengawalan atau jenis misi yang berbeda dari sebelumnya untuk dijadikan sebagai pengalaman untuk bekal menjadi petualang resmi. Meskipun saya secara pribadi mengakuinya, saya tidak bisa memberikan perlakuan istimewa karena berbagai alasan. Saya minta maaf untuk itu, Tuan."
"Tidak apa. Lagipula, saya memang berniat untuk mengambil misi-misi yang berbeda ketika saya menjadi petualang resmi nanti."
Di meja resepsionis, kebetulan, Alma masih mendapat giliran jam kerja. Dari wajahnya, dia tampak kelelahan. Tapi, dia tetap mempertahankan senyuman manisnya untuk memberikan kenyamanan kepada para petualang, atau mungkin memang begitulah dia. Sejauh ini, aku belum melihat dirinya menunjukkan raut wajah yang tidak enak dipandang.
Setelah menerima imbalan dan mendapat konfirmasi penyelesaian misi perburuan, aku tidak segera mengambil misi pengawalan. Tidak perlu terburu-buru. Meski aku cukup merasa antusias untuk segera menjadi petualang, secara logika pun, mengambil misi sekarang hanya akan dapat dilakukan keesokan harinya.
Waktu tidak bisa diajak kompromi.
Memang, matahari sebentar lagi akan terbenam. Aku berniat untuk melakukan beberapa hal, seperti menjelajahi seluk beluk kota ini untuk kembali mengingat berbagai tempat yang telah kusinggahi ketika Hari Valentine bersama Bianca.
Kota ini sangat luas. Kesannya menjadi lebih terasa karena tidak adanya kendaraan umum. Banyak orang yang berjalan kaki untuk pergi ke satu tempat ke tempat yang lain. Jadi, meski aku berjalan kaki sekalipun, itu tidak memalukan untuk dilakukan. Di dunia sebelumnya, berjalan kaki untuk pergi ke suatu tempat sesuatu kurang diminati, apalagi di tempat tinggalku. Orang-orang lebih suka menggunakan kendaraan umum atau pribadi.
Semakin canggih perkembangan teknologi, semakin banyak hal yang dipermudah. Tentunya, ada kekurangan dan kelebihan dalam berbagai zaman.
Dengan adanya kendaraan, menempuh perjalanan jauh pun tidak akan memakan waktu yang lama. Mungkin, kalau di sini ada kendaraan berteknologi canggih, perjalanan dari ujung ke ujung kota takkan sampai memerlukan waktu setengah hari. Kota ini memang luas kalau mencakup keseluruhan wilayah, tetapi area yang dibatasi oleh benteng tidak sampai seperempatnya. Dalam artian, itu adalah inti dari Kota Lopentine yang berada di bagian dalam bentengnya.
"Oh, blacksmith, ya?" Aku berhenti melangkah ketika tak sengaja menemukan papan yang dibuat dari logam. Papan tersebut ditempa dengan sangat baik, seolah-olah penempa yang mungkin saja menjadi pemilik bisnis tersebut ingin menunjukkan kebolehannya.
Tempat Bengkel Steelford segera didata ke dalam Map. Beberapa tempat yang menarik perhatianku juga secara otomatis terdata.
Malam harinya, aku pergi ke kedai. Di sana, tujuan utamaku adalah untuk mencari informasi. Itu memang sangat diperlukan untuk menghadapi berbagai hal. Sampai saat ini, aku sangat kekurangan informasi, seperti halnya berita umum. Ini sebenarnya hanya coba-coba, siapa tahu Quest akan menyaring informasi dari sekitar untuk dijadikan Quest ketika memungkinkan.
"Hey hey, aku mendengar bahwa Keluarga Hailberg akan mengadakan sayembara."
"Apa benar begitu?"
__ADS_1
"Aku juga mendengarnya dari para prajurit. Jadi, kurasa itu memang benar."
Ketika aku berjalan menuju meja kosong, aku melirik ke arah tiga orang pria yang sedang mengobrol. Setelah duduk, aku memanggil pelayan untuk memesan minuman.
"Apa kalian mau ikutan?"
"Kupikir, tidak ada salahnya untuk mencoba. Siapa tahu, aku beruntung, 'kan? Membayangkannya saja membuatku bersemangat untuk segera menikahi Nona Margareth."
Gelak tawa terdengar, bukan hanya dari sekelompok orang yang berada di samping meja tempatku memesan minuman, tetapi dari berbagai sisi di seluruh ruangan ini. Tentu saja, apa yang mereka tertawakan berbeda-beda.
Dari yang kudengar, Keluarga Hailberg ini termasuk ke dalam salah satu keluarga saudagar yang memiliki kekayaan terbanyak di kota ini. Joan Hailberg, kepala Keluarga Hailberg, menginginkan suami yang terampil dalam bertarung untuk putrinya, Margareth Hailberg. Untuk itu, diadakanlah sayembara yang akan diselenggarakan bulan depan selama bulan merah berlangsung.
Beberapa koin ditaruh di atas meja setelah aku selesai menghabiskan minuman. Sudah cukup banyak informasi yang kudengar, kalau terlalu banyak, nanti aku malah akan melupakannya. Jadi, aku kembali ke penginapan.
Sebelum benar-benar keluar, aku menemukan sekelompok orang yang mengenakan jubah bertudung di pojokan ruangan. Dari jubahnya, aku merasa mengenali mereka.
"Hm, mungkin mereka mengenakan jubah yang mirip," gumamku pelan.
Kedai sebelumnya bertempat tidak begitu jauh dari penginapan. Hanya memerlukan setengah jam saja bagiku untuk sampai di sana.
"Oh, Tuan Kaellan. Selamat datang kembali. Bagaimana dengan hari pertamamu bekerja?"
"Itu berjalan dengan lancar, kurasa. Tinggal menyelesaikan satu misi lagi, aku dapat menjadi petualang resmi."
"Secepat itu?"
Aku tertawa kecil melihat keterkejutan pemilik penginapan. Dia adalah pria paruh baya yang mengenakan pakaian berjas berwarna hitam putih. Tanpa perlu diminta, dia segera menyerahkan kunci kamar yang kusewa seolah itu adalah sesuatu yang dilakukan setiap hari.
Begitu masuk ke kamar, aku menjatuhkan tubuh di kasur yang sedikit kasar. Secara fisik, aku memang tidak merasa lelah, tetapi mentalitasku perlu diistirahatkan.
__ADS_1
Cahaya matahari masuk melalui celah jendela, menyinari wajahku, beruntung tidak ada penyusup yang mencuri barang-barang. Tanpa kusadari, ternyata aku langsung tertidur lelap. Aku sampai lupa menutup jendela terlebih dahulu. Jendala itu tidak menggunakan kaca, sehingga kalau ditutup, itu akan menutupi seluruh pandangan karena hanya menggunakan kayu.
"Udara pagi memang menyegarkan, ya," kataku ketika aku menopang bahu menggunakan kedua tangan di bagian bawah bingkai jendela untuk menghirup udara dari luar ruangan dan melihat pemandangan langit biru yang tak berawan.
Kawanan burung terlihat, mereka telah lebih awal untuk menjalani hari.
"Yah, untuk saat ini, aku akan sarapan dulu."
Di gedung Serikat Petualang, bahkan dari pagi sekalipun selalu dipenuhi oleh orang-orang yang mengenakan pakaian yang beragam. Tentu saja, wajah-wajah yang terlihat adalah wajah baru. Itu menunjukkan bahwa profesi sebagai petualang menjadi pekerjaan yang populer.
"Selamat pagi, Tuan Kaellan," Alma tersenyum manis begitu dia melihatku yang masih berjalan ke meja resepsionis.
"Iya, selamat pagi. Apa Nona Alma punya rekomendasi misi untuk pengawalan?"
"Pas sekali. Kebetulan, ada misi pengawalan yang cukup bagus untuk menambah banyak pengalaman dalam sekali jalan. Di sana nanti akan ada beberapa kelompok petualang senior yang juga mengambil misi tersebut sebagai pengawal utama. Tuan Kaellan sebenarnya hanya perlu mengikuti pengawalan dan membantu hal-hal sepele, tidak perlu sampai ikut bertarung atau mempertaruhkan nyawa."
Di atas meja ada selembar kertas yang memuat rincian misi pengawalan yang direkomendasikan oleh Alma. Klien yang mengajukan misi adalah kepala Keluarga Hailberg, Joan. Imbalannya tergolong tinggi karena berasal dari keluarga saudagar kaya teratas. Tampaknya Kota Pelabuhan Vorlte akan menjadi tujuan perjalanan.
Itu sebenarnya keberuntungan bagi petualang yang belum resmi sepertiku.
"Hm, jadi, misi akan dimulai siang ini, ya?" Aku mengelus dagu. Bagi kebanyakan orang, misi yang memakan waktu lama memerlukan persiapan yang tidak bisa dilakukan selama sehari. Tapi itu tidak berlaku untukku yang memiliki Sistem. Tentu saja aku tidak akan mengandalkan Sistem di saat biasa saja, itu hanya akan berperan ketika aku menghadapi situasi darurat. Poin Quest cukup sulit untuk didapatkan, lebih berharga dibandingkan uang bagiku.
Persiapan yang banyak itu pada dasarnya berlaku untuk para pengawal utama, petualang senior yang mengambil misi ini. Yang diperlukan olehku hanya mempersiapkan mentalitas, persediaan sumber daya makanan, pakaian ganti, dan beberapa hal kecil lainnya selain persenjataan.
Seperti yang dikatakan oleh Alma, aku bertindak sebagai pengamat atau pembantu dibandingkan menjadi pengawal.
Di kertas misi, ada lima kelompok petualang yang akan mengawal perjalanan. Jumlah petualang per kelompok masih belum diketahui, tetapi kupikir itu adalah jumlah yang cukup banyak. Ketika perjalanan dimulai, kecil kemungkinan untuk menemui masalah.
Bagaimanapun, aku yang menembus hutan bersama Bianca berhasil tiba di Kota Lopentine meski selama perjalanan harus bertarung melawan binatang buas. Sesekali, kalau tidak beruntung, akan ada binatang iblis juga. Tapi, bagi petualang senior seharusnya itu bukanlah masalah besar. Apalagi dengan jumlah yang banyak, perjalanan ini relatif aman.
__ADS_1
Dari Kota Lopentine ke Kota Pelabuhan Vorlte akan memakan waktu sekitar dua pekan, tidak begitu jauh dari waktu yang dibutuhkan olehku dan Bianca untuk sampai dari arah sebaliknya.
"Tapi, tujuannya adalah Kota Pelabuhan Vorlte, aku memiliki firasat buruk."