
Di Rooftop Universitas xxx terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang berdebat, entah apa yang mereka debatkan namun, jika di lihat lagi si perempuan seperti sedang marah.
" Cukup Kai lepaskan aku!! " ucap gadis itu.
" No!! jangan, jangan seperti ini Nai aku mohon katakan apa salahku biar aku perbaiki, please!! " ucap pemuda itu yang tak lain adalah Kaivan sambil memohon.
" Ha.. perbaiki.. JANGAN BERCANDA KAI kamu tahu aku suka sama Angga TAPI KAMU!! tch aku benci sama kamu KENAPA ,KENAPA KAMU KAI?? KENAPA HARUS KAMU YANG NOTABENE ADALAH SAHABAT AKU SENDIRI hiks hiks.." Keluh kesal gadis itu yang bernama Naira sambil jongkok dan terisak.
Deg
" Naira.. ku mohon aku ngak bisa liat kamu seperti ini.. katakan apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkan aku?? jujur saja aku tidak tahu apa salahku bisakah kau katakan padaku Nai?? " Ucap Kaivan dengan gemetar yang memegang kedua tangan Naira.
Naira yang mendengar ucapan Kaivan itu hanya menatap Kaivan,
' Ah benar juga wajah itu benar, pasti wajah itu yang membuat Angga menjauh dariku padahal dia selalu menjelekan Angga di depan ku tapi pada akhir dia..' batinnya.
" Nai.. maafkan aku, aku.." namun sebelum Kaivan selesai berbicara tiba-tiba Naira berdiri dan menatap tajam Kaivan.
" Nai.." Tanya Kaivan cemas dengan masih menggenggam tangan Naira.
" Lo mau tahu Van.." Tanya Naira dengan sedikit smirk.
" Hemm.. apapun itu Nai asal kamu bahagia ".Jawab Kaivan dengan senyum meski di dalam hati sempat ragu.
" pembohong " gumam Naira sambil menunduk.
" Naira.." Tanya Kaivan khawatir sebab gadis di depannya itu hanya terdiam.
Smirk " Kalau begitu gw ngak segan-segan Kai " ucap Naira sambil mendorong Kaivan dari Rooftop lantai 5.
Duk
POV Kaivan
Sesaat duniaku seakan runtuh, orang yang paling aku sayang melebihi diriku sendiri,
Kenapa dia mendorongku ??
__ADS_1
Kenapa dia seakan menginginkan aku mati ??
Apakah dia tidak pernah sedikit saja memiliki perasaan untukku ??
Sebenarnya apa yang salah?? Aku tidak tahu kesalahan apa yang ku perbuat ??
Pertanyaan-pertanyaan itu yang ada di benakku, ingin rasanya aku mengulang waktu untuk bertanya pada Naira.
Tetapi saat aku melihat ke arahnya dia tersenyum, Apakah dia Nairaku ?? tidak ada kesedihan sama sekali di matanya yang ada hanya rasa puas, Jadi dia benar-benar tidak pernah menyukaiku, hanya aku, hanya aku yang menyukainya??
Kecewa tentu saja aku kecewa, sedih aku sangat sedih sahabat masa kecilku tidak pernah menyukaiku, marah aku ingin marah tapi pada siapa ?? diriku sendiri ??
Mami maafin Aylise kalau selama ini Aylise nakal, Papi maafin Aylise juga yang selalu ngabisin uang papi, dan juga buat kakak-kakak Aylise terimakasih sudah memanjakan Aylise, Mami Papi terimakasih sudah membesarkan Aylise dengan cinta dang kasih sayang,
BRUK
Maaf Ayalisse belum bisa bahagiain kalian.
Pandanganku mulai kabur seluruh tubuhku terasa panas dan sakit sampai ke tulang-tulang, aku bernafas tersengal-sengal tubuhku terasa lemas dan aku mulai menutup mata mungkin karena banyak darah yang keluar dari tubuhku, tapi aku seperti mendengar seseorang memanggil namaku suaranya sangat menyedihkan,
Siapa??
Kenapa dia menangis ?? Ugh.. aku ingin melihatnya tapi sepertinya sudah tidak bisa ya, " Ma af te rima ka sih " meski aku tidak tahu siapa dia terimakasih sudah menangis di sisa waktuku, aku hanya bisa memberimu senyum terbaikku .
Pov end
" AYALISSE.. hiks.. hiks.. " Teriakkan pilu dari sang pemuda yang tengah memangku tubuh Ayalisse atau Kaivan itu lalu ia menyatukan keningnya.
Jika ada orang yang melihat pemandangan tersebut, mereka akan berfikir pemandangan itu sangat menyedihkan, seorang lelaki menangis meraung seakan kehilangan hidupnya, cintanya.
" Kenapa, kenapa kamu harus meninggalkan aku, aku bahkan belum sempat mengatakan perasaanku.. ku mohon BANGUN BANGUNLAH AYALISSE hiks.. hiks.." keluh pemuda itu dengan air mata yang terus mengalir.
" Mohon maaf Tuan Muda kami sudah menangkap pelaku pendorong Tuan Muda Northern " Ucap bodyguard itu dengan menunduk.
" Bawa dia kemari!! " Perintahnya tidak lupa dengan nada dingin yang terkesan menakutkan.
Seorang perempuan yang tak lain adalah Naira, tengah di seret oleh beberapa bodyguard dari pemuda itu.
__ADS_1
Wajahnya yang awalnya cantik bersih itu sekarang, terdapat beberapa lebam juga darah di sudut bibir dan pelipis, matanya merah dan bengkak, rambut yang terlihat acak-acakan, pakaian yang sudah tidak bisa di bilang rapih lagi, dia menangis dan memohon untuk di lepaskan.
" Tuan kami sudah membawanya ", lapor bodyguard itu.
Namun sebelum pemuda itu sempat membuka mulutnya, Naira lebih dulu memohon kepadanya.
" Kak Angga tolong Naira kak!!, hiks.. Naira ngak salah hiks.. ini semua karena Kaivan yang ceroboh buka salah Naira hiks.. Naira ngak salah kak, kak Angga.. kak Angga percaya sama Naira kan.." Ucap Naira yang masih kekeh untuk membela diri dengan tampang yang di buat se menyedihkan mungkin.
Ya, pemuda yang menangisi Kaivan itu adalah Angga senior sekaligus orang yang di cintai oleh Naira mungkin, lebih tepatnya Naira yang terobsesi dengan Angga.
Dan di saat Angga tahu siapa dalang yang mencelakai pujaan hatinya, wajah tampan itu gelap ia menggertakkan giginya dan mengepalkan tangan hingga jari-jarinya memutih untuk menstabilkan emosinya, dia takut jika ia langsung membunuhnya di tempat, bukan tidak ingin membunuhnya namun, setelah apa yang dia lakukan kematian terlalu mudah untuknya, dia ingin sekali merobek dan menyiksa karena telah membuat kehilangan cintanya.
" Bawa dia ke markas, dan jangan biarkan dia lolos! " Titahnya dengan nada masih dingin, tanpa melihat ke arah Naira
Deg
Sakit itulah yang di rasakan Naira, air matanya mulai menetes, " Kak Angga.." gumannya, sungguh ia tidak percaya setelah apa yang ia lakukan, bahkan ia dengan teganya mendorong sahabat masa kecilnya, ia menyesal demi obsesinya dia kehilangan segalanya.
" Baik Tuan Muda " jawab para bodyguard, setelah itu mereka langsung pergi dan menyeret Naira, mereka bahkan menghiraukan teriakan gadis itu yang meraung meminta tolong.
" LEPAS LEPASKAN AKU SIALAN!! KAK KAK ANGGA.. Jangan buang aku aku sayang kakak hiks.. hiks.. KAK ANGGA.." rancau Naira.
Setelah mereka pergi Angga mengangkat tubuh Kaivan membawanya ke mobil untuk mempersiapkan pemakamannya, dia juga tidak lupa mengabari keluarga Kaivan.
Bukan hanya Angga seluruh keluarga dan temannya di Universitas pun merasakan kesedihan dan kehilangan.
.
Kaivan Ayalisse Northern seperti namanya Ayalisse dia adalah pemuda yang terlihat cantik, dia memiliki wajah cantik ibunya dan memiliki sisi lembut ceroboh ayahnya, berbanding dengan saudarinya yang memiliki wajah seperti sang ayah, dan sifat tegas dan kejam ibunya,
Ayalisse berumur 21 tahun meski tidak pintar, sikapnya yang ceroboh, sembrono dan baik hati itulah yang menjadi daya tariknya,
Ke 3 saudari dinginnya sangat memanjakannya,
Mami yang di depan cantik ceria tetapi kejam saat menghadapi seseorang yang menyakiti kesayangannya Aylise,
Papi yang terlihat dingin dan acuh itu, memiliki sifat ceroboh dan hati yang lembut sangat memanjakan Aylise.
__ADS_1
Di saat acara pemakaman selesai tinggallah Angga seorang yang masih setia di depan makam Kaivan, di sana dia dia bergumam menunduk dengan air mata yang mengalir, setelah itu ia ber balik dan pergi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...