
Setelah Erica membawanya ke dalam dan duduk di sofa kecil Erika mulai bertanya. " Ada apa nak? Apa yang membuatmu seperti ini ? " dengan raut wajar khawatir.
Aylise mengalihkan pandangannya dengan ragu menjawab " Aku.. aku ngak apa-apa tante, Aku cuma habis nonton drama aja."
" Yakin hanya itu, lalu.." Erica tidak langsung melanjutkan dan mulai menatap sekeliling melihat kamar pemuda itu.
Ya memang itu bukan kamar yang besar, hanya terdapat ranjang kecil, meja belajar, lemari, sofa kecil beserta meja, dan hiasan tanaman hijau di dekat jendela, bahkan AC pun tidak ada hanya kipas angin di langit-langit.
Jika di lihat, kamar itu cukup minimalis dan siapapun yang melihat akan merasa nyaman, damai, pemandangan dari jendela sangat indah di malah hari sebab, kamar itu ada di toko bunga lantai paling atas milik Erica.
Awalnya Erica menawarkan tinggal di rumahnya karena tempat yang Aylise tinggali itu adalah bekas gudang, tapi Aylise asli menolak ia merasa tidak enak, Erica sangat baik, dia memilih tinggal di toko sekaligus menjaga toko milik Erika.
Namun, sekarang yang Erica lihat di lantai kamar itu terdapat tissue berceceran, bisa Erica bayangkan selama apa pemuda itu menangis.
" He.. he.. maaf tante, gara-gara keasikan nonton aku jadi lupa bantuin tante tutup tokonya " Kata Aylise dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Terdengar helaan nafas dari Erica, lalu ia menepuk kepala Aylise pelan dan berkata, " Tidak apa-apa, bukanya besok hari pertama kamu sekolah setelah MOS? Cepat persiapkan untuk besok atau, besok kamu akan telat! Dan soal tante, tante masih bisa mengurus toko kamu hanya perlu fokus untuk belajar " Ucapnya dengan serius.
Mendengar itu Aylise mengangguk malu " Iya tante " jawabnya dengan senyum tulus.
" Baiklah, tante tidak bisa mengganggu mu lagi tante harus pulang, Ingat jika ada apa-apa kamu bisa menelpon tante! Tanpa menunggu jawaban Aylise, Erica berdiri dan berjalan menuju pintu namun, sebelum Erica sepenuhnya keluar perkataan tulus Aylise membuatnya tertegun.
" Tante.. terimakasih sudah memberikan tempat tinggal untuk Aylise, juga memberikan pekerjaan untuk Aylise bahkan, tante memberiku gaji agar Aylise tetap bisa bersekolah, sekali lagi Terimakasih tante " Ucapan itu tulus dari lubuk hati Aylise asli yang belum bisa tersampaikan jadi, Kaivan mewakilinya untuk menyampaikan karena sekaran tubuh Aylise menjadi miliknya.
Tanpa menoleh Erica menjawab " Iya " lalu ia menutup pintu dan berjalan pergi.
Meski Erica menjawab singkat Aylise tahu dia menerimanya dengan sepenuh hati, mungkin Erica malu karena terharu mendengar perkataan tulus dari Aylise.
" Huff.. tem.. jadi apa besok aku akan bertemu Arasya? " Tanya Aylise dengan duduk di sofa dan bersandar.
[ Iya tuan ]
Aylise menatap sistem di atasnya, dan bertanya " Tem bisakah kamu menampilkan STATUS mereka? ".
[ Bisa Tuan, STATUS siapa yang ada ingin lihat terlebih dahulu Tuan?]
" Tampilkan STATUS Arasya lebih dulu! Aku harus tahu tentang siapa lawanku bukan?" Kata Aylise dengan wajah serius.
[ Baik Tuan, Menampilkan STATUS PROTAGONIS WANITA ]
[ 10%, 20%, 30%, 40%. . . ...100%]
...ARASYA PUTRI WIRATA...
...PERAN : PROTAGONIS WANITA...
...JENIS KELAMIN : PEREMPUAN...
...UMUR : 16 TAHUN...
...KECANTIKAN : 58%...
...KEIMUTAN : 30%...
...DAYA TARIK : 59%...
...KECERDASAN : 83%...
...KESEHATAN : 51%...
__ADS_1
...KEAHLIAN :...
- BERBISNIS
- BELA DIRI TAEKWONDO
- HACKER
- MENGUASAI 4 BAHASA
...KARAKTER :...
- AMBISIUS
- KERAS KEPALA
- SUKA PUJIAN
- LICIK
Melihat STATUS Arasya membuat Aylise kesal bagaimana tidak, melihat IQ Arasya saja sudah membuatnya iri setengah mati,
Tapi suasananya hatinya kembali baik setelah berpikir, meskipun dia pintar, kesehatannya cukup tinggi dan dia banyak keahlian tapi dia.. tetap kalah dengan kecantikan, keimutan, dan daya tarik dari seorang Aylise.
" Setelah aku melihat STATUSnya sekarang aku tahu, aku memang harus menjauhkannya dari Protagonis Laki-laki, sungguh Protagonis Licik huh." Tekat Aylise yang berapi-api.
[ Benar Tuan anda harus menjauhkan nya sejauh mungkin, jangan memberinya ampun(^∇^)ノ♪]
" Kenapa kau terlihat bahagia sekali? " Tanya Aylise curiga.
Bukan menjawab Sistem malah bertanya [ Tuan apa anda ingin melihat Protagonis Laki-laki?]
[ (@_@)Ha apa katanya.. Teman, Tuan sistem ingin melihat kisah percintaan anda, bukan kisah pertemanan anda ಠ︵ಠ ] Dan itu hanya keluhan di batin sistem.
[ Baik Tuan ]
...YOGA EVRAN GENTALA...
...PERAN : PROTAGONIS LAKI-LAKI...
...JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI...
...UMUR : 17 TAHUN...
...KETAMPANAN : 84%...
...KEIMUTAN : 10%...
...DAYA TARIK : 80%...
...KECERDASAN : 93%...
...KESEHATAN : 81%...
...KEAHLIAN :...
- PEMIMPIN
- BERBISNIS
__ADS_1
- BELA DIRI (All)
- HACKER
- MENGUASAI 5 BAHASA
- BALAPAN
- ( Multitalent)
...KARAKTER :...
- TEGAS
- DINGIN
- ACUH
- JUJUR
Dengan terkejut Aylise melompat dari sofa dan berkata ragu " I..ini.. APA APAAN INI!! KENAPA SEMUANYA RATA-RATA 80% TEM? JAWAB GUE!! TERUS ITU KENAPA PULA ADA KETAMPANAN LAH GUE NGAK ADA TUH " Ucap Aylise menggebu-gebu tidak terima, sebab ia pikir kecantikan dan ketampanan sama.
[ ⊙﹏⊙ Sa sabar Tuan, Sistem hanya menganalisis data saja, dan lihat Tuan di bagian keimutan anda lebih tinggi jadi anda tidak perlu bersedih ] Bujuk rayu sistem.
Setelah mendengar itu Aylise kembali duduk dengan tenang " Hem kamu bener juga, dia masih tetap kalah meskipun begitu tidak heran jika rata-rata 80% dia pantas karena dia Protagonis Laki-laki " Ucapnya dengan sedikit bangga, entahlah dia merasa bangga karena dalam keimutan dia lebih unggul dari Protagonis Laki-laki.
[ Huff.. selamat ˘ o ˘ ] Batin sistem
" Hup, sekarang yang harus aku lakukan hanya beres-beres, semangat Aylise" Ucapnya sambil mengepalkan tangannya keatas.
...****...
" HUWAA.. KENAPA KAMU NGAK BANGUNIN AKU TEM " Teriak Aylise dengan berlari kesana kemari mencari Hp yang entah di mana.
[ ¯\_( ͡° ͜ʖ ͡°)_/¯ Sistem sudah mencoba membangunkan anda, anda saja yang susah bangun ]
Setelah di pintu depan Aylise memandang sepeda di depannya dengan linglung.
[ Apa yang Tuan tunggu jika anda tidak segera pergi, anda akan terlambat]
{ Masalahnya tem aku lupa caranya naik sepeda } Kata Aylise jujur
[ Anda hanya lupa, bukan tidak tahu caranya kan?]
{ Kamu kok cerewet banget sih, kayak mami aja } Kesalnya karena merasa di ejek, dengan sekuat tenaga akhirnya iya menaiki sepeda, dan melaju menuju sekolah.
.
.
Seorang pemuda berlari mencari seseorang dengan dahi berkeringat, setelah ketemu ia langsung berteriak.
" KETUA.. ketua anda mau kemana, kenapa anda berjalan cepat sekali hosh.. hosh.. " Ucap pemuda itu dengan nafas tersengal-sengal,
" Katakan, saya tidak suka basa-basi " Ucapnya pemuda tampan itu dengan tegas dan sedikit dingin.
" He he Kepala Sekolah ingin Ketua OSIS berpidato di upacara nanti jadi saya mencari anda " Meski tersenyum pemuda itu sedikit menggigil apa lagi aura dan tekanan yang di keluarkan pemuda tampan itu tidak main-main .
" Saya tidak bisa " Acuhnya pemuda tampan itu yang tak kain sang Protagonis Laki-laki Yoga, tanpa menunggu jawaban ia langsung pergi meninggalkan pemuda yng menggigil ketakutan.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...