
Setelah lamanya saya menunggu, saya melihat jam dan tepat 10 menit sebelum kelas XI pulang, saya segera merapikan dokumen di meja OSIS dan pergi tanpa menghiraukan Wakil bodoh saya yang berteriak frustasi.
Setelah saya sampai di parkiran untuk melihatnya, memang ruang OSIS lebih dekat dengan parkiran dari pada kelas XI dan saya memutuskan untuk menyapanya di tempat parkir.
Saya melihat kesana kemari untuk melihatnya, setelah saya menemukannya saya bergegas ke arahnya,
Namun, sebelum saya mendekat di melambai-lambaikan tangannya dan tersenyum manis pada seseorang perempuan.
Dia tersenyum sangat manis kepada orang lain, dan lebih parahnya dia memeluk perempuan itu, " saya tidak suka itu ", tiba-tiba pikiran egois terbesit di kepala saya, "saya ingin mengurungnya hanya untuk saya sendiri", setelah sadar dari pikiran gila saya, saya menggelengkan kepala guna menghilangkan pikiran-pikiran egois, " Tidak itu salah, saya tidak mau membuatnya sedih".
Dengan perlahan saya mendekat, dia Ah.. saya ingat dia putri Keluarga Wirata yang baru kembali, memang orang tua saya pernah menyuruh saya untuk akrab dengannya,
Namun, saya tidak mau, saya merasa perempuan itu memiliki niat lain, dan tatapan dia ketika melihat saya membuat saya mual, itu menjijikkan.
" Aylise apa lukamu sudah sedikit membaik? " Ucap saya dengan nada yang masih sama datar, saya bahkan tidak sadar jika Wakil bodoh saya mengikuti saya di belakang.
.
POV Yoga end
.
" Kak Yoga, kakak ada disini?" Ucap Aylise sambil melepaskan pelukan dari Arasya,
Arasya yang melihat Yoga datang sempat terkejut, dengan segera ia merapikan rambutnya yang berantakan karena pelukan Aylise.
" Kak Yoga kita ketemu lagi ya? " Ucap Arasya dengan senyum di buat semanis mungkin, dan mata berbinar.
Fandy yang berada di belakang Yoga sempat terkejut ketika Yoga bertanya pada pemuda dan lebih mengejutkan lagi ternyata pemuda itu, pemuda yang di gendong oleh sang Ketua, tapi,
" Bagaimana bisa dia berubah menjadi cantik?, dan kalau tidak salah baju yang pemuda cantik itu kenakan adalah baju olahraga Ketua, Astaga!! ketua yang tidak pernah mengizinkan orang lain untuk menyentuh barang nya, meminjamkan bajunya untuk pemuda cantik di depannya, apakan ini yang di namakan cinta pada pandangan pertama? ♡(ӦvӦ。)" Batin Fandy.
" Ya aku kebetulan lewat sini, dan melihatmu, aku berfikir untuk menyapamu " Ucap Yoga sedikit canggung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sebab tidak terbiasa berbicara informal.
" AKU KAMU.. KETUA..sejak kapan anda berbicara informal? " Ingin rasanya Fandy menarik Ketua kolotnya dan berteriak di depannya namun itu hanya di dalam batin Fandy.
" Ah~ jadi begitu, he he kakak tenang saja liat ini sudah lumayan, sebentar lagi juga lukanya akan kering, Aylise kan kuat" Ucap Aylise antusias menunjukan lukanya dan berlagak menunjukkan ototnya.
[ Hajar Tuan kasih tau wanita licik itu ha ha ha Tuanku memang ahlinya membuat orang iri (*˘︶˘*).。* ] Batin sistem yang menonton dari ruang sistem.
" Aku? kamu? Sejak kapan, kalian saling kenal? " Tanya Arasya sedikit tidak suka dengan Aylise yang terlihat dekat dengan Yoga.
Yoga yang mendengar Arasya berbicara itu mendadak menoleh, dan mengerutkan keningnya menatap tajam Arasya.
__ADS_1
" Perempuan itu, mengganggu saja " Batin Yoga, dan mendengus.
Fandy yang menton hanya berani berkomentar dalam hati,
" Wah Ketua sudah marah tapi, kalau di lihat juga Perempuan itu bukankan dia yang tadi pagi berpidato, tapi dari dia berbicara, dia seperti mengenal dekat Ketua, Tch jangan bilang tadi pagi cuma alasannya saja bertanya ketua OSIS aslinya mah dia mau caper, sial gue salah nilai orang " Batin Fandy menyesal.
" Ah iya Asya ini kak Yoga, kak Yoga ini Asya teman masa kecil aku, Asya kak Yoga baik banget tauk udah bantuin Aylise ke UKS, kak Yoga juga yang pinjemin baju buat Aylise ganti, baik kan " Ucap Aylise antusias menunjukan kebaikan Yoga padanya.
Awalnya Yoga yang mendengar Aylise memanggil nama akrab perempuan itu wajahnya menjadi gelap, namun setelah mendengar kelanjutannya dia seakan membusungkan dada dengan bangga.
Tetapi berbeda dengan Arasya yang seakan tidak suka dan menatap jijik Aylise sekilas, dan tatapan itu tertangkap dua pasang mata.
" Ah.. Jadi kak Yoga ya yang udah bantuin Aylise?, Kak Yoga makasih ya udah bantuin sahabat Asya, Aylise pasti udah ngerepotin kakak ya? Aylise itu dari dulu memang begitu kak kurang mandiri, Asya sebagai sahabat Aylise minta maaf ya kak, udah ngerepotin kakak" Ucap Arasya menatap Yoga dengan wajah melas sedikit bersalah,
Dalam hatinya Arasya mengutuk Aylise dengan kata-kata kasarnya" Tch. Jal@ng ini bisa-bisanya dia deketin Kak Yoga, sial gue pikir udah ngak bakal ketemu sama si mayat satu ini, tapi bisa-bisanya dia masuk sekolah ini juga Eh bener juga diakan miskin dari mana dia dapat uang untuk sekolah, otak aja dia pas-pasan Tch. dasar Jal@ng murahan mukanya aja yang polos "
[ Ihh sistem sentil tuh ginjal baru tahu huh ಠ益ಠ] Batin sistem
Aylise yang mendengar hanya menatap polos Arasya, tetapi lain di hatinya
" Lo kok malah nyalahin gue, wah ngak bener nih " Batin Aylise
Yoga yang mendengar ucapan Arasya hanya mengerutkan keningnya tidak suka,
Namun, Arasya mengira Yoga yang tidak suka dengan Aylise setelah mendengar ucapan Arasya.
" Kakak marah ya, duh Aylise harusnya kamu ke UKS sendiri, apa lagi kak Yoga itu ketua OSIS loh, dia tadi pagi harusnya pidato di depan, tapi karena ngurusin kamu kak Yoga jadi ngak bisa pidato kan, kamu harus minta maaf, liat kak Yoga pasti kerepotan " Ucap Arasya, dengan meninggikan Yoga dan bersikap menjadi sahabat yang baik.
" Nah kan dia, apa hubungannya coba toh Ketua sendiri juga yang gendong ngak ngmong apa-apa tuh happy happy aja, lah dia kenapa yang minta maaf " Batin judit Fandy.
Suhu di sekitar mendadak turun, tekanan menjadi kuat, Yoga menunduk dengan tangan terkepal erat terlihat jari-jarinya yang memutih, wajahnya gelap, menandakan ia sedang marah
" Cukup, Kau, saya tidak tahu siapa anda, jadi jangan berbicara lagi, mendengar ocehan tidak bermutu anda, membuat saya mual dan ingin muntah dan saya tegaskan Saya tidak merasa KEREPOTAN PAHAM" Ucap Yoga yang sudah tidak bisa bersabar lagi,
Deg..
Ini adalah pertama kalinya Arasya melakukan kesalahan , dan melihat Yoga yang marah dia tahu Yoga adalah orang yang dingin namun, ini pertama kalinya ia melihatnya marah, sebelum sempat Arasya membela diri ia lebih dulu di usir dengan suara tajam dan dingin.
" PERGI " Titahnya
Tanpa berlama-lama Arasya pergi dengan wajah pucat ketakutan.
" Kakak? " Dengan ragu bertanya pada Yoga.
__ADS_1
Mendengar suara Aylise yang bergetar, Yoga ingat masih ada Aylise disini, bagaimana jika dia marah sebab ia membentak sahabatnya.
" Ma maaf kau pasti terkejut aku minta maaf " Ucap Yoga dengan takut menatap Aylise masih dengan tangan terkepal.
" Bukan itu tangan kakak ini pasti sakit, kakak jangan melihatnya nanti sakitnya terasa, biar Aylise carikan sapu tangan" Ucap Aylise dengan memegang tanga Yoga dan meniupnya,
Setelah itu ia mencari sapu tangan di tasnya dan mengikatnya di tangan Yoga " Nah sudah selesai kakak tidak akan kesakitan, tapi tetap harus kakak obati, nanti bisa infeksi "
Melihat apa yang di lakukan Aylise, membuatnya melupakan amarah dan rasa takut di bencinya,
" Sungguh pemuda yang sangat naif " Batin Yoga dengan sedikit tersenyum melihat Aylise.
" Ngomong-ngomong apa kakak beneran Ketua OSIS yang banyak digosipin itu ?" Tanya Aylise dengan mata berbinar menatap Yoga dari dekat.
Deg
" Ekhem Ya tapi, kenapa kamu melihatku seperti itu? " Tanya Yoga dengan mendorong jidat Aylise menjauh, dan membelakangi Aylise sambil memegang dadanya,
" Auuww.. " Rintisan Aylise dengan mengelus jidatnya yang merah.
" Sial, Sial hampirr saja aku tidak bisa bernafas, Sebenarnya ada apa dengan jantungku ⁄(⁄ ⁄•⁄-⁄•⁄ ⁄)⁄ " Teriak batin Yoga, yang tidak mendengar rintisan Aylise,
" Awww.. Saya masih disini Ketua anda sungguh tega dengan saya yang jomblo ini Huwaa... " Batin Fandy menggigit jarinya.
[ Huhuu Sistem Terharu huwaa Tuan anda benar-benar perhatian huhuu(༎ຶ ෴ ༎ຶ)] Batin sistem.
.
.
Di malam hari nya, seorang pemuda tampan berdiri di dekat balkon dengan kedua tangan yang di perban, tangan kanan memegang segelas wine dan sebelahnya memegang beberapa lembar kertas, dia tersenyum memandang langit penuh bintang.
" Aylise.. dia seperti namanya Ayalisse yang artinya cantik," Dia menaruh wine ke meja, lalu memandang berkas yang ia pegang dengan wajah menggelap.
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
.......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...